<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tinjau Wisma Atlet, Panglima TNI: Perang Lawan Covid-19 Belum Usai, Tetap Waspada!</title><description>Panglima menekankan hal tersebut kepada seluruh pihak, baik tenaga kesehatan dari pihak TNI-Polri, Kemenkes, hingga pemerintah daerah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/17/337/2456958/tinjau-wisma-atlet-panglima-tni-perang-lawan-covid-19-belum-usai-tetap-waspada</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/08/17/337/2456958/tinjau-wisma-atlet-panglima-tni-perang-lawan-covid-19-belum-usai-tetap-waspada"/><item><title>Tinjau Wisma Atlet, Panglima TNI: Perang Lawan Covid-19 Belum Usai, Tetap Waspada!</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/17/337/2456958/tinjau-wisma-atlet-panglima-tni-perang-lawan-covid-19-belum-usai-tetap-waspada</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/08/17/337/2456958/tinjau-wisma-atlet-panglima-tni-perang-lawan-covid-19-belum-usai-tetap-waspada</guid><pubDate>Selasa 17 Agustus 2021 21:30 WIB</pubDate><dc:creator>Riezky Maulana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/17/337/2456958/tinjau-wisma-atlet-panglima-tni-perang-lawan-covid-19-belum-usai-tetap-waspada-S4ukaxvQCg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto tinjau RSDC Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta (Foto: Dok TNI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/17/337/2456958/tinjau-wisma-atlet-panglima-tni-perang-lawan-covid-19-belum-usai-tetap-waspada-S4ukaxvQCg.jpg</image><title>Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto tinjau RSDC Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta (Foto: Dok TNI)</title></images><description>JAKARTA - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meninjau RSDC Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta. Ia pun mengimbau seluruh pihak yang bertugas menjadi garda terdepan penanganan Covid-19 untuk tidak lengah, meski jumlah kasus Covid-19 mengalami penurunan.
Panglima menekankan hal tersebut kepada seluruh pihak, baik tenaga kesehatan dari pihak TNI-Polri, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), hingga pemerintah daerah.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Tangani Covid-19, Kemendagri Ungkap Tantangan yang Dihadapi Pemda
Menurut dia, perang melawan pandemi ini belum selesai dan oleh karenanya kewaspadaan tinggi masih terus dibutuhkan. Pernyataan ini dilontarkan Panglima TNI ketika meninjau RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat bersama Kapolri, Selasa (17/8/2021).
&quot;Bahwa perang melawan Covid-19 belum usai. Kita semua tetap harus waspada. Karena kemungkinan kalau kita lengah maka hal yang terburuk bisa terjadi,&quot; kata Hadi.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Anies: Kemerdekaan Bukan Hanya Menggulung Kolonialisme, tapi...
Dia meminta kepada para pihak terkait untuk terus melakukan pelacakan kontak secara erat kasus konfirmasi positif. Menurutnya, kampanye penggunaan masker juga harus terus dilakukan.
&quot;Kita terus melaksanakan tracing kontak erat atas kasus konfirmasi dan terus mengampanyekan supaya tetap menggunakan masker,&quot; jelasnya.
Soal penanganan Covid-19 di Wisma Atlet, Hadi menjelaskan saat ini pasien Covid-19 yang dirawat inap berjumlah 1.503 orang dengan Bed Ocupancy Rate (BOR) 19,4 persen. Sedangkan puncak tertinggi pasien Covid-19 di rumah sakit dadakan ini terjadi pada 30 Juli 2021, dengan total pasien 7.167 dsn BOR hampir menyentuh angka 100 persen.



&quot;Untuk Rumah Sakit Darurat Corona Wisma Atlet, puncaknya terjadi pada tanggal 30 Juli 2021 merawat 7.167 dan tercatat BOR nya 97 persen. Saat ini RSDC sedang merawat 1.503 dan tercatat BOR-nya 19,04 persen,&quot; paparnya.



Selain meninjau tingkat keterisian pasien, tujuan Hadi yang didampingi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit dan Kepala BNPB Ganip Warsito mengunjungi Wisma Atlet adalah memberi apresiasi dan semangat kepada para Nakes dan relawan. Menurut dia, berkurangnya jumlah pasien menjadi berkah tersendiri bagi Indonesia yang tengah memperingati hari kemerdekaannya.



&quot;Saya sengaja datang ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet di Kemayoran bersama Kapolri, Kepala BNPB, dalam rangka memberikan satu kebanggan dan kebahagiaan atas karunia yang diberikan pada Hari Ulang Tahun Ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia,&quot; ujarnya.



&quot;Kebanggaan dan kebahagiaan itu adalah berkat dedikasi, rela berkorban dari para tenaga kesehatan maupun non kesehatan prajurit TNI, Polri, termasuk dari BNPB, Kemenkes, Pemerintah Daerah dan relawan, mereka telah membantu saling bahu membahu mengatasi masyarakat saudara-saudara kita yang terpapar Covid-19,&quot; katanya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meninjau RSDC Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta. Ia pun mengimbau seluruh pihak yang bertugas menjadi garda terdepan penanganan Covid-19 untuk tidak lengah, meski jumlah kasus Covid-19 mengalami penurunan.
Panglima menekankan hal tersebut kepada seluruh pihak, baik tenaga kesehatan dari pihak TNI-Polri, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), hingga pemerintah daerah.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Tangani Covid-19, Kemendagri Ungkap Tantangan yang Dihadapi Pemda
Menurut dia, perang melawan pandemi ini belum selesai dan oleh karenanya kewaspadaan tinggi masih terus dibutuhkan. Pernyataan ini dilontarkan Panglima TNI ketika meninjau RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat bersama Kapolri, Selasa (17/8/2021).
&quot;Bahwa perang melawan Covid-19 belum usai. Kita semua tetap harus waspada. Karena kemungkinan kalau kita lengah maka hal yang terburuk bisa terjadi,&quot; kata Hadi.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Anies: Kemerdekaan Bukan Hanya Menggulung Kolonialisme, tapi...
Dia meminta kepada para pihak terkait untuk terus melakukan pelacakan kontak secara erat kasus konfirmasi positif. Menurutnya, kampanye penggunaan masker juga harus terus dilakukan.
&quot;Kita terus melaksanakan tracing kontak erat atas kasus konfirmasi dan terus mengampanyekan supaya tetap menggunakan masker,&quot; jelasnya.
Soal penanganan Covid-19 di Wisma Atlet, Hadi menjelaskan saat ini pasien Covid-19 yang dirawat inap berjumlah 1.503 orang dengan Bed Ocupancy Rate (BOR) 19,4 persen. Sedangkan puncak tertinggi pasien Covid-19 di rumah sakit dadakan ini terjadi pada 30 Juli 2021, dengan total pasien 7.167 dsn BOR hampir menyentuh angka 100 persen.



&quot;Untuk Rumah Sakit Darurat Corona Wisma Atlet, puncaknya terjadi pada tanggal 30 Juli 2021 merawat 7.167 dan tercatat BOR nya 97 persen. Saat ini RSDC sedang merawat 1.503 dan tercatat BOR-nya 19,04 persen,&quot; paparnya.



Selain meninjau tingkat keterisian pasien, tujuan Hadi yang didampingi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit dan Kepala BNPB Ganip Warsito mengunjungi Wisma Atlet adalah memberi apresiasi dan semangat kepada para Nakes dan relawan. Menurut dia, berkurangnya jumlah pasien menjadi berkah tersendiri bagi Indonesia yang tengah memperingati hari kemerdekaannya.



&quot;Saya sengaja datang ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet di Kemayoran bersama Kapolri, Kepala BNPB, dalam rangka memberikan satu kebanggan dan kebahagiaan atas karunia yang diberikan pada Hari Ulang Tahun Ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia,&quot; ujarnya.



&quot;Kebanggaan dan kebahagiaan itu adalah berkat dedikasi, rela berkorban dari para tenaga kesehatan maupun non kesehatan prajurit TNI, Polri, termasuk dari BNPB, Kemenkes, Pemerintah Daerah dan relawan, mereka telah membantu saling bahu membahu mengatasi masyarakat saudara-saudara kita yang terpapar Covid-19,&quot; katanya.

</content:encoded></item></channel></rss>
