<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Angka Kematian Akibat Covid-19 Turun 8%</title><description>Penurunan angka kematian sebesar kurang lebih 8% dibandingkan Minggu sebelumnya</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/18/337/2457450/angka-kematian-akibat-covid-19-turun-8</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/08/18/337/2457450/angka-kematian-akibat-covid-19-turun-8"/><item><title>Angka Kematian Akibat Covid-19 Turun 8%</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/18/337/2457450/angka-kematian-akibat-covid-19-turun-8</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/08/18/337/2457450/angka-kematian-akibat-covid-19-turun-8</guid><pubDate>Rabu 18 Agustus 2021 18:26 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/18/337/2457450/angka-kematian-akibat-covid-19-turun-8-Nygy7dFsFj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi makam Covid-19 (Foto : Pemkot Bogor)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/18/337/2457450/angka-kematian-akibat-covid-19-turun-8-Nygy7dFsFj.jpg</image><title>Ilustrasi makam Covid-19 (Foto : Pemkot Bogor)</title></images><description>JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi melaporkan angka kematian akibat Covid-19 di Tanah Air saat ini turun 8% dari minggu sebelumnya. Dimana pada hari ini angka kematian akibat Covid-19 sebanyak 1.128 orang. Sehingga meninggal menjadi 121.141 orang.

&amp;ldquo;Seperti yang kami sebutkan sebelumnya terjadi penurunan angka kematian sebesar kurang lebih 8% dibandingkan Minggu sebelumnya,&amp;rdquo; kata Nadia dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (18/8/2021).

Nadia menjelaskan bahwa sesuai dari rekomendasi World Health Organization (WHO), angka kematian akibat Covid-19 ini dinilai per 7 hari. Hal ini untuk memberikan gambaran yang tepat terkait angka kematian akibat Covid-19.

&amp;ldquo;Sesuai dengan rekomendasi WHO bahwa angka kematian ini dinilai per 7 hari, dikarenakan akan memberikan gambaran yang lebih tepat. Mengingat ada kematian yang belum ditafsirkan secara real-time, sehingga masih terlihat fluktuatif perhari secara absolut,&amp;rdquo; kata Nadia.

Selain itu, kata Nadia, yang paling penting adalah menilai tren dari angka kematian tersebut per Minggunya. &amp;ldquo;Kami berharap hal ini menjadi tanda positif semakin menurunnya angka kematian di minggu minggu kedepan,&amp;rdquo; paparnya.

Baca Juga :&amp;nbsp;BOR Nasional Turun Jadi 39,5% Jadi Kado Hari Kemerdekaan RI

Sementara itu, Nadia mengatakan bahwa occupancy ratio di rumah sakit rujukan Covid-19 juga mengalami penurunan sehingga menurunkan angka kematian.

&amp;ldquo;Penurunan bed occupation rate dapat kita lihat di Rumah Sakit disekitar kita. Dimana antrian sudah mulai berkurang dan kita berharap tentunya seluruh pasien Covid-19 yang bergejala berat dan membutuhkan perawatan Rumah Sakit bisa mendapatkan perawatan yang selayaknya sesuai standar sehingga mampu menurunkan angka kematian,&amp;rdquo; kata Nadia.

Nadia mengatakan bahwa penurunan angka kematian ini juga menjadi bukti bahwa vaksinasi mencegah tingkat keparahan pasien Covid-19. &amp;ldquo;Hal ini juga menjadi bukti keberhasilan vaksinasi kita bahwa vaksin yang kita gunakan untuk mencegah kasus yang parah dan juga kematian akibat Covid-19,&amp;rdquo; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi melaporkan angka kematian akibat Covid-19 di Tanah Air saat ini turun 8% dari minggu sebelumnya. Dimana pada hari ini angka kematian akibat Covid-19 sebanyak 1.128 orang. Sehingga meninggal menjadi 121.141 orang.

&amp;ldquo;Seperti yang kami sebutkan sebelumnya terjadi penurunan angka kematian sebesar kurang lebih 8% dibandingkan Minggu sebelumnya,&amp;rdquo; kata Nadia dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (18/8/2021).

Nadia menjelaskan bahwa sesuai dari rekomendasi World Health Organization (WHO), angka kematian akibat Covid-19 ini dinilai per 7 hari. Hal ini untuk memberikan gambaran yang tepat terkait angka kematian akibat Covid-19.

&amp;ldquo;Sesuai dengan rekomendasi WHO bahwa angka kematian ini dinilai per 7 hari, dikarenakan akan memberikan gambaran yang lebih tepat. Mengingat ada kematian yang belum ditafsirkan secara real-time, sehingga masih terlihat fluktuatif perhari secara absolut,&amp;rdquo; kata Nadia.

Selain itu, kata Nadia, yang paling penting adalah menilai tren dari angka kematian tersebut per Minggunya. &amp;ldquo;Kami berharap hal ini menjadi tanda positif semakin menurunnya angka kematian di minggu minggu kedepan,&amp;rdquo; paparnya.

Baca Juga :&amp;nbsp;BOR Nasional Turun Jadi 39,5% Jadi Kado Hari Kemerdekaan RI

Sementara itu, Nadia mengatakan bahwa occupancy ratio di rumah sakit rujukan Covid-19 juga mengalami penurunan sehingga menurunkan angka kematian.

&amp;ldquo;Penurunan bed occupation rate dapat kita lihat di Rumah Sakit disekitar kita. Dimana antrian sudah mulai berkurang dan kita berharap tentunya seluruh pasien Covid-19 yang bergejala berat dan membutuhkan perawatan Rumah Sakit bisa mendapatkan perawatan yang selayaknya sesuai standar sehingga mampu menurunkan angka kematian,&amp;rdquo; kata Nadia.

Nadia mengatakan bahwa penurunan angka kematian ini juga menjadi bukti bahwa vaksinasi mencegah tingkat keparahan pasien Covid-19. &amp;ldquo;Hal ini juga menjadi bukti keberhasilan vaksinasi kita bahwa vaksin yang kita gunakan untuk mencegah kasus yang parah dan juga kematian akibat Covid-19,&amp;rdquo; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
