<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemenag Sebut Percepatan Vaksinasi Covid-19 Solusi Kembali Dibukanya Pelaksanaan Haji dan Umroh   </title><description></description><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/19/337/2457599/kemenag-sebut-percepatan-vaksinasi-covid-19-solusi-kembali-dibukanya-pelaksanaan-haji-dan-umroh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/08/19/337/2457599/kemenag-sebut-percepatan-vaksinasi-covid-19-solusi-kembali-dibukanya-pelaksanaan-haji-dan-umroh"/><item><title>Kemenag Sebut Percepatan Vaksinasi Covid-19 Solusi Kembali Dibukanya Pelaksanaan Haji dan Umroh   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/19/337/2457599/kemenag-sebut-percepatan-vaksinasi-covid-19-solusi-kembali-dibukanya-pelaksanaan-haji-dan-umroh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/08/19/337/2457599/kemenag-sebut-percepatan-vaksinasi-covid-19-solusi-kembali-dibukanya-pelaksanaan-haji-dan-umroh</guid><pubDate>Kamis 19 Agustus 2021 07:10 WIB</pubDate><dc:creator>Dominique Hilvy Febiani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/19/337/2457599/kemenag-sebut-percepatan-vaksinasi-covid-19-solusi-kembali-dibukanya-pelaksanaan-haji-dan-umroh-xUOj6VMszL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ibadah haji dan umroh.(Foto:Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/19/337/2457599/kemenag-sebut-percepatan-vaksinasi-covid-19-solusi-kembali-dibukanya-pelaksanaan-haji-dan-umroh-xUOj6VMszL.jpg</image><title>Ibadah haji dan umroh.(Foto:Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Khoirizi menuturkan, percepatan vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan merupakan solusi menekan penyebaran Covid-19 di masyarakat, termasuk bagi calon jemaah haji Indonesia.
&quot;Semoga haji dan umrah ke depannya bisa diselenggarakan. Pemerintah butuh dukungan rakyat untuk ikhtiar dalam menghadapi pandemi Covid-19. Jika kita bisa berhasil mengatasinya, Insya Alloh kita bisa membuka akses bukan hanya izin umroh, tetapi juga penyelenggaraan haji di Arab Saudi bagi jemaah haji dan umroh Indonesia,&quot; kata Khoirizi, Selasa (17/8/2021).
&amp;ldquo;Kewajiban pemerintah untuk melindungi warganya, salah satunya  melindungi jemaah haji dan umrah dari penularan virus Covid-19,&amp;rdquo; sambung Khoirizi.
Baca Juga:&amp;nbsp;Atasi Pandemi pada 2022, Kemenkes Fokus di Hulu Terapkan Prokes Dibantu Teknologi
Dia mengajak jemaah haji untuk proaktif mengikuti vaksinasi Covid-19. Hal ini ia sampaikan saat melakukan Diseminasi terkait Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji Tahun 1442H/2021M di Magelang, Jawa Tengah.
Seperti diketahui, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas telah mengeluarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 660/2021 terkait dengan Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Juni 2021. Menurut Khoirizi, keputusan tersebut dikeluarkan karena saat itu tren penularan dan penyebaran Covid-19 sangat mengkhawatirkan.
Khoirizi berpendapat, jika pemerintah bersikeras mengirimkan jemaah haji ke Tanah Suci, maka permasalahan pandemi akan semakin besar. Klaster baru akan muncul, sehingga bisa membahayakan bukan hanya jemaah haji, tapi juga petugas dan yang lainnya.&quot;Tentu kita tidak ingin masalah ini terus berlanjut. Caranya dengan berikhtiar, menghentikan penyebaran virus dan mengerahkan segala upaya dengan menerapkan prokes dan vaksin,&quot; ujarnya.
Ia berharap, jika covid mereda penyelenggaraan ibadah haji dan umrah akan mudah dilakukan. Jika penurunan kasus Covid-19 bisa terjadi dan angka kematian bisa berkurang, ini bisa menjadi dasar kuat pemerintah, khususnya Kemenag dan Kementerian terkait untuk proses diplomasi ke Arab Saudi.
&amp;ldquo;Jadi apakah negara kita bisa mengurangi angka covid? Itu tergantung dengan ikhtiar kita. Jika prokes kita sempurna, dan semuanya membaik berarti insyaallah kita siap berangkat. Ada dasar yang bisa kami pertanggung jawabkan. Jika angka Virus Covid-19 masih meningkat, ikhtiar kita harus disempurnakan lagi,&quot; jelasnya.
Khoirizi mengatakan wujud kehadiran pemerintah dalam memberikan hak perlindungan kepada warga negaranya, yakni dengan pembatalan ibadah di masa pandemi seperti ini.
&quot;Kalau tidak dibarengi dengan ikhtiar kita semua, siklus cluster Covid-19 akan terus berjalan. bagaimana kami akan melakukan diplomasi kalau dasarnya belum kuat,&amp;rdquo; imbuhnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Khoirizi menuturkan, percepatan vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan merupakan solusi menekan penyebaran Covid-19 di masyarakat, termasuk bagi calon jemaah haji Indonesia.
&quot;Semoga haji dan umrah ke depannya bisa diselenggarakan. Pemerintah butuh dukungan rakyat untuk ikhtiar dalam menghadapi pandemi Covid-19. Jika kita bisa berhasil mengatasinya, Insya Alloh kita bisa membuka akses bukan hanya izin umroh, tetapi juga penyelenggaraan haji di Arab Saudi bagi jemaah haji dan umroh Indonesia,&quot; kata Khoirizi, Selasa (17/8/2021).
&amp;ldquo;Kewajiban pemerintah untuk melindungi warganya, salah satunya  melindungi jemaah haji dan umrah dari penularan virus Covid-19,&amp;rdquo; sambung Khoirizi.
Baca Juga:&amp;nbsp;Atasi Pandemi pada 2022, Kemenkes Fokus di Hulu Terapkan Prokes Dibantu Teknologi
Dia mengajak jemaah haji untuk proaktif mengikuti vaksinasi Covid-19. Hal ini ia sampaikan saat melakukan Diseminasi terkait Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji Tahun 1442H/2021M di Magelang, Jawa Tengah.
Seperti diketahui, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas telah mengeluarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 660/2021 terkait dengan Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Juni 2021. Menurut Khoirizi, keputusan tersebut dikeluarkan karena saat itu tren penularan dan penyebaran Covid-19 sangat mengkhawatirkan.
Khoirizi berpendapat, jika pemerintah bersikeras mengirimkan jemaah haji ke Tanah Suci, maka permasalahan pandemi akan semakin besar. Klaster baru akan muncul, sehingga bisa membahayakan bukan hanya jemaah haji, tapi juga petugas dan yang lainnya.&quot;Tentu kita tidak ingin masalah ini terus berlanjut. Caranya dengan berikhtiar, menghentikan penyebaran virus dan mengerahkan segala upaya dengan menerapkan prokes dan vaksin,&quot; ujarnya.
Ia berharap, jika covid mereda penyelenggaraan ibadah haji dan umrah akan mudah dilakukan. Jika penurunan kasus Covid-19 bisa terjadi dan angka kematian bisa berkurang, ini bisa menjadi dasar kuat pemerintah, khususnya Kemenag dan Kementerian terkait untuk proses diplomasi ke Arab Saudi.
&amp;ldquo;Jadi apakah negara kita bisa mengurangi angka covid? Itu tergantung dengan ikhtiar kita. Jika prokes kita sempurna, dan semuanya membaik berarti insyaallah kita siap berangkat. Ada dasar yang bisa kami pertanggung jawabkan. Jika angka Virus Covid-19 masih meningkat, ikhtiar kita harus disempurnakan lagi,&quot; jelasnya.
Khoirizi mengatakan wujud kehadiran pemerintah dalam memberikan hak perlindungan kepada warga negaranya, yakni dengan pembatalan ibadah di masa pandemi seperti ini.
&quot;Kalau tidak dibarengi dengan ikhtiar kita semua, siklus cluster Covid-19 akan terus berjalan. bagaimana kami akan melakukan diplomasi kalau dasarnya belum kuat,&amp;rdquo; imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
