<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Majapahit di Era Hayam Wuruk dan Gajah Mada, Masyarakat Muslim Bermukim di Ibu Kota</title><description>Kebanyakan dari mereka bermukim di Troloyo, yang terletak di sebelah selatan Kedaton.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/20/337/2457846/majapahit-di-era-hayam-wuruk-dan-gajah-mada-masyarakat-muslim-bermukim-di-ibu-kota</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/08/20/337/2457846/majapahit-di-era-hayam-wuruk-dan-gajah-mada-masyarakat-muslim-bermukim-di-ibu-kota"/><item><title>Majapahit di Era Hayam Wuruk dan Gajah Mada, Masyarakat Muslim Bermukim di Ibu Kota</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/20/337/2457846/majapahit-di-era-hayam-wuruk-dan-gajah-mada-masyarakat-muslim-bermukim-di-ibu-kota</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/08/20/337/2457846/majapahit-di-era-hayam-wuruk-dan-gajah-mada-masyarakat-muslim-bermukim-di-ibu-kota</guid><pubDate>Jum'at 20 Agustus 2021 07:36 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/19/337/2457846/majapahit-di-era-hayam-wuruk-dan-gajah-mada-masyarakat-muslim-bermukim-di-ibu-kota-WnLgStBSyr.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Gajah Mada. (Foto: Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/19/337/2457846/majapahit-di-era-hayam-wuruk-dan-gajah-mada-masyarakat-muslim-bermukim-di-ibu-kota-WnLgStBSyr.jpeg</image><title>Ilustrasi Gajah Mada. (Foto: Sindo)</title></images><description>KELOMPOK masyarakat muslim pada masa puncak kekuasaan Kerajaan Majapahit di bawah Raja Hayam Wuruk dengan Patih Gajah  Mada dan raja-raja sesudahnya sudah bermukim di sekitar ibu kota kerajaan.&amp;nbsp;
Kebanyakan dari mereka bermukim di Troloyo, yang terletak di sebelah selatan Kedaton yang merupakan pusat atau inti kerajaan Majapahit. Tempat itu (Troloyo) merupakan suatu lokasi yang diberikan oleh pihak Kerajaan Majapahit.&amp;nbsp;
Demikian dikutip dari buku &quot;Majapahit, Batas Kota dan Jejak Kejayaan di Luar Kota&quot;, editor Prof Dr Inajati Adrisijanti yang diterbitkan Kepel Press, 2014.
Pemberian lokasi tertentu kepada kelompok masyarakat muslim mempunyai maksud tertentu. Hal ini kemungkinan dimaksudkan sebagai sikap toleransi terhadap kelompok tertentu atau penghormatan terhadap golongan tertentu, seandainya memang benar bahwa lokasi di Troloyo tersebut diberikan oleh pihak kerajaan untuk kaum muslim di Majapahit saat itu.
Baca juga:&amp;nbsp;Raja Majapahit Raden Wijaya, Gelarnya Terhubung dengan Ken Arok dan Jayawisnuwardana
Keadaan ini menyiratkan adanya sifat toleransi pihak penguasa terhadap kegiatan yang dilakukan oleh kelompok masyarakat muslim. Terdapat kemungkinan lain bahwa adanya permukiman kelompok masyarakat muslim di Troloyo, diduga terkait dengan pola dan penataan kota Majapahit saat itu.Sebuah kota sejak dulu terbagi dalam perkampungan-perkampungan atau kelompokkelompok yang dihuni oleh komunitas yang heterogen dan mempunyai hubungan erat.&amp;nbsp;
Pembagian itu didasarkan atas profesi, status, agama, dan ras. Komponen-komponen tersebut merupakan data yang dapat mencerminkan kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat pendukungnya.</description><content:encoded>KELOMPOK masyarakat muslim pada masa puncak kekuasaan Kerajaan Majapahit di bawah Raja Hayam Wuruk dengan Patih Gajah  Mada dan raja-raja sesudahnya sudah bermukim di sekitar ibu kota kerajaan.&amp;nbsp;
Kebanyakan dari mereka bermukim di Troloyo, yang terletak di sebelah selatan Kedaton yang merupakan pusat atau inti kerajaan Majapahit. Tempat itu (Troloyo) merupakan suatu lokasi yang diberikan oleh pihak Kerajaan Majapahit.&amp;nbsp;
Demikian dikutip dari buku &quot;Majapahit, Batas Kota dan Jejak Kejayaan di Luar Kota&quot;, editor Prof Dr Inajati Adrisijanti yang diterbitkan Kepel Press, 2014.
Pemberian lokasi tertentu kepada kelompok masyarakat muslim mempunyai maksud tertentu. Hal ini kemungkinan dimaksudkan sebagai sikap toleransi terhadap kelompok tertentu atau penghormatan terhadap golongan tertentu, seandainya memang benar bahwa lokasi di Troloyo tersebut diberikan oleh pihak kerajaan untuk kaum muslim di Majapahit saat itu.
Baca juga:&amp;nbsp;Raja Majapahit Raden Wijaya, Gelarnya Terhubung dengan Ken Arok dan Jayawisnuwardana
Keadaan ini menyiratkan adanya sifat toleransi pihak penguasa terhadap kegiatan yang dilakukan oleh kelompok masyarakat muslim. Terdapat kemungkinan lain bahwa adanya permukiman kelompok masyarakat muslim di Troloyo, diduga terkait dengan pola dan penataan kota Majapahit saat itu.Sebuah kota sejak dulu terbagi dalam perkampungan-perkampungan atau kelompokkelompok yang dihuni oleh komunitas yang heterogen dan mempunyai hubungan erat.&amp;nbsp;
Pembagian itu didasarkan atas profesi, status, agama, dan ras. Komponen-komponen tersebut merupakan data yang dapat mencerminkan kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat pendukungnya.</content:encoded></item></channel></rss>
