<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BNPT Sebut Ada Pihak yang Galang Simpatisan Manfaatkan Isu Taliban, Hati-Hati Salah Bersimpati</title><description>Ada kelompok yang berusaha menggalang simpatisan manfaatkan isu Taliban</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/20/337/2458340/bnpt-sebut-ada-pihak-yang-galang-simpatisan-manfaatkan-isu-taliban-hati-hati-salah-bersimpati</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/08/20/337/2458340/bnpt-sebut-ada-pihak-yang-galang-simpatisan-manfaatkan-isu-taliban-hati-hati-salah-bersimpati"/><item><title>BNPT Sebut Ada Pihak yang Galang Simpatisan Manfaatkan Isu Taliban, Hati-Hati Salah Bersimpati</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/20/337/2458340/bnpt-sebut-ada-pihak-yang-galang-simpatisan-manfaatkan-isu-taliban-hati-hati-salah-bersimpati</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/08/20/337/2458340/bnpt-sebut-ada-pihak-yang-galang-simpatisan-manfaatkan-isu-taliban-hati-hati-salah-bersimpati</guid><pubDate>Jum'at 20 Agustus 2021 11:22 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/20/337/2458340/bnpt-sebut-ada-pihak-yang-galang-simpatisan-manfaatkan-isu-taliban-hati-hati-salah-bersimpati-hkdac2T7ln.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BNPT, Komjen Boy Rafli Amar bersama Wali Kota Solo, ibran Rakabumin Raka (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/20/337/2458340/bnpt-sebut-ada-pihak-yang-galang-simpatisan-manfaatkan-isu-taliban-hati-hati-salah-bersimpati-hkdac2T7ln.jpeg</image><title>Kepala BNPT, Komjen Boy Rafli Amar bersama Wali Kota Solo, ibran Rakabumin Raka (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar mengimbau seluruh masyarakat untuk bersikap bijak dalam menyikapi pemberitaan terkait konflik antara Afghanistan dengan kelompok Taliban.

Karena dengan adanya masalah tersebut, bukan tidak mungkin ada kelompok yang berusaha menggalang simpatisan, kata Kepala BNPT dalam keterangan pers yang diterima Jumat.

&amp;ldquo;Tentunya kita harus hati-hati dalam menyikapi perkembangan yang terjadi di Afghanistan, yang dilanda konflik berkepanjangan itu. Jangan sampai masyarakat salah bersimpati, karena berdasarkan pemantauan kami ada pihak-pihak tertentu yang berusaha menggalang simpatisan atas isu Taliban. Ini sedang kita cermati,&amp;rdquo; ujar Komjen Pol Boy Rafli Amar.

Ia mengatakan hal itu kepada wartawan usai bersilaturahim ke Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, di Balai Kota Surakarta, Kamis (19/8). Silaturahim Kepala BNPT dan jajarannya tersebut dalam rangka membangun sinergi dengan berbagai instansi dalam rangka pencegahan radikalisme dan terorisme.

Dia menekankan kepada masyarakat agar bijak dan tetap sadar bahwa apa yang terjadi di Afghanistan merupakan persoalan dalam negeri Afghanistan itu sendiri. Masalah pergerakan yang terjadi di negara tersebut adalah sesuatu yang tidak boleh terjadi di Indonesia.

&amp;ldquo;Jangan sampai masyarakat terpengaruh masuk ke dalam aksi-aksi yang tidak perlu. Karena kita adalah negara yang memiliki ideologi dan konstitusi yang mewajibkan kita untuk bela negara sendiri, bukan bela negara lain,&amp;rdquo; tegas mantan Kapolda Papua itu.

Menyinggung kemungkinan pengaruh pergerakan Taliban dengan kelompok jaringan terorisme Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS) di Indonesia, Kepala BNPT melihat Taliban tidak ada afiliasi dengan ISIS. Namun demikian Taliban dalam pergerakannya terjebak dalam perbuatan kekerasan yang dalam terminologi hukum disebut sebagai perbuatan teror.

&amp;ldquo;Selama berupaya meraih kekuasaan, Taliban melakukan kekerasan. Itu yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia. Taliban jangan dijadikan 'role model' bagi anak muda karena bertentangan dengan falsafah dan ideologi kita, Pancasila,&amp;rdquo; ucap mantan Kepala Divisi Humas Polri itu.

Sementara itu, terkait silaturahim kepada Wali Kota Solo, Kepala BNPT  mengatakan bahwa keduanya membahas program yang berkaitan dengan  dukungan program vaksinasi mantan warga binaan BNPT dan penyintas  terorisme serta program pencegahan berkaitan dengan masalah radikalisme  dan intoleransi yang berkembang di masyarakat.

&amp;ldquo;Kita terus bersinergi khususnya dengan Pemkot Solo dan daerah Solo  Raya lainnya, karena cukup banyak warga binaan kita yang perlu  disinergikan potensinya dengan program-program yang ada di pemerintah  daerah setempat,&quot; ujar mantan Kapolda Banten ini.

Karena dengan upaya tersebut, menurutnya, diharapkan mantan warga  binaan dapat berperan aktif dalam menangkal isu hoaks di tengah pandemi  COVID-19 yang nantinya malah justru menghambat upaya program nasional  percepatan vaksinasi COVID-19.

&amp;ldquo;Kita menggandeng warga binaan bersama dengan masyarakat agar  meyakinkan semua pihak untuk tidak termakan isu hoaks dan menyukseskan  program nasional,&amp;rdquo;ujar mantan Waka Lemdiklat Polri ini.

Dia menjelaskan rencana BNPT ke depan dalam hal penanggulangan  terorisme melalui pelibatan seluruh komponen masyarakat baik secara  daring maupun luring terkait wawasan kebangsaan dan moderasi beragama  karena keberagaman yang dimiliki bangsa ini justru menjadi kerentanan  yang bisa dimanfaatkan oleh kelompok atau oknum tertentu untuk dengan  sengaja menimbulkan konflik di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut Wali Kota Solo Gibran Rakbuming Raka  menyambut baik sinergi yang akan terjalin antara BNPT dan Pemerintah  Kota Surakarta.

&amp;ldquo;Kami berterima kasih dan atas dukungan penuh BNPT terhadap program  percepatan vaksinasi, kami siap merangkul teman-teman eks napiter  beserta warga binaan agar bisa menyebar virus optimistis dan kami siap  bersinergi untuk pencegahan radikalisme dan terorisme,&amp;rdquo; kata Gibran.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar mengimbau seluruh masyarakat untuk bersikap bijak dalam menyikapi pemberitaan terkait konflik antara Afghanistan dengan kelompok Taliban.

Karena dengan adanya masalah tersebut, bukan tidak mungkin ada kelompok yang berusaha menggalang simpatisan, kata Kepala BNPT dalam keterangan pers yang diterima Jumat.

&amp;ldquo;Tentunya kita harus hati-hati dalam menyikapi perkembangan yang terjadi di Afghanistan, yang dilanda konflik berkepanjangan itu. Jangan sampai masyarakat salah bersimpati, karena berdasarkan pemantauan kami ada pihak-pihak tertentu yang berusaha menggalang simpatisan atas isu Taliban. Ini sedang kita cermati,&amp;rdquo; ujar Komjen Pol Boy Rafli Amar.

Ia mengatakan hal itu kepada wartawan usai bersilaturahim ke Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, di Balai Kota Surakarta, Kamis (19/8). Silaturahim Kepala BNPT dan jajarannya tersebut dalam rangka membangun sinergi dengan berbagai instansi dalam rangka pencegahan radikalisme dan terorisme.

Dia menekankan kepada masyarakat agar bijak dan tetap sadar bahwa apa yang terjadi di Afghanistan merupakan persoalan dalam negeri Afghanistan itu sendiri. Masalah pergerakan yang terjadi di negara tersebut adalah sesuatu yang tidak boleh terjadi di Indonesia.

&amp;ldquo;Jangan sampai masyarakat terpengaruh masuk ke dalam aksi-aksi yang tidak perlu. Karena kita adalah negara yang memiliki ideologi dan konstitusi yang mewajibkan kita untuk bela negara sendiri, bukan bela negara lain,&amp;rdquo; tegas mantan Kapolda Papua itu.

Menyinggung kemungkinan pengaruh pergerakan Taliban dengan kelompok jaringan terorisme Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS) di Indonesia, Kepala BNPT melihat Taliban tidak ada afiliasi dengan ISIS. Namun demikian Taliban dalam pergerakannya terjebak dalam perbuatan kekerasan yang dalam terminologi hukum disebut sebagai perbuatan teror.

&amp;ldquo;Selama berupaya meraih kekuasaan, Taliban melakukan kekerasan. Itu yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia. Taliban jangan dijadikan 'role model' bagi anak muda karena bertentangan dengan falsafah dan ideologi kita, Pancasila,&amp;rdquo; ucap mantan Kepala Divisi Humas Polri itu.

Sementara itu, terkait silaturahim kepada Wali Kota Solo, Kepala BNPT  mengatakan bahwa keduanya membahas program yang berkaitan dengan  dukungan program vaksinasi mantan warga binaan BNPT dan penyintas  terorisme serta program pencegahan berkaitan dengan masalah radikalisme  dan intoleransi yang berkembang di masyarakat.

&amp;ldquo;Kita terus bersinergi khususnya dengan Pemkot Solo dan daerah Solo  Raya lainnya, karena cukup banyak warga binaan kita yang perlu  disinergikan potensinya dengan program-program yang ada di pemerintah  daerah setempat,&quot; ujar mantan Kapolda Banten ini.

Karena dengan upaya tersebut, menurutnya, diharapkan mantan warga  binaan dapat berperan aktif dalam menangkal isu hoaks di tengah pandemi  COVID-19 yang nantinya malah justru menghambat upaya program nasional  percepatan vaksinasi COVID-19.

&amp;ldquo;Kita menggandeng warga binaan bersama dengan masyarakat agar  meyakinkan semua pihak untuk tidak termakan isu hoaks dan menyukseskan  program nasional,&amp;rdquo;ujar mantan Waka Lemdiklat Polri ini.

Dia menjelaskan rencana BNPT ke depan dalam hal penanggulangan  terorisme melalui pelibatan seluruh komponen masyarakat baik secara  daring maupun luring terkait wawasan kebangsaan dan moderasi beragama  karena keberagaman yang dimiliki bangsa ini justru menjadi kerentanan  yang bisa dimanfaatkan oleh kelompok atau oknum tertentu untuk dengan  sengaja menimbulkan konflik di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut Wali Kota Solo Gibran Rakbuming Raka  menyambut baik sinergi yang akan terjalin antara BNPT dan Pemerintah  Kota Surakarta.

&amp;ldquo;Kami berterima kasih dan atas dukungan penuh BNPT terhadap program  percepatan vaksinasi, kami siap merangkul teman-teman eks napiter  beserta warga binaan agar bisa menyebar virus optimistis dan kami siap  bersinergi untuk pencegahan radikalisme dan terorisme,&amp;rdquo; kata Gibran.</content:encoded></item></channel></rss>
