<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Departemen Luar Negeri AS Kena Serangan Siber</title><description>Peretasan terjadi saat Deplu AS berusaha melakukan evakuasi warga Amerika dari Afghanistan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/22/18/2459258/departemen-luar-negeri-as-kena-serangan-siber</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/08/22/18/2459258/departemen-luar-negeri-as-kena-serangan-siber"/><item><title>Departemen Luar Negeri AS Kena Serangan Siber</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/22/18/2459258/departemen-luar-negeri-as-kena-serangan-siber</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/08/22/18/2459258/departemen-luar-negeri-as-kena-serangan-siber</guid><pubDate>Minggu 22 Agustus 2021 14:29 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/22/18/2459258/departemen-luar-negeri-as-kena-serangan-siber-WERkX965se.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/22/18/2459258/departemen-luar-negeri-as-kena-serangan-siber-WERkX965se.JPG</image><title>Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken. (Foto: Reuters)</title></images><description>WASHINGTON - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) baru-baru ini terkena serangan siber, dan pemberitahuan tentang potensi pelanggaran serius telah dibuat oleh Komando Siber Departemen Pertahanan, demikian tulis wartawan Fox News di Twitter, Sabtu (21/8/2021).
Belum jelas kapan pelanggaran itu ditemukan, namun diyakini telah terjadi beberapa pekan lalu, menurut cuitan wartawan itu.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Perusahaan Telekomunikasi T-Mobile Diretas, Data Pribadi 40 Juta Orang Bocor&amp;nbsp;
Ia menambahkan bahwa misi Departemen Luar Negeri yang sedang berlangsung untuk mengevakuasi warga Amerika dan pengungsi sekutu dari Afghanistan &quot;tidak terdampak.&quot;
Tanpa mengonfirmasi insiden apa pun, salah satu sumber mengatakan kepada Reuters bahwa Departemen Luar Negeri tidak mengalami gangguan yang signifikan dan operasi mereka tidak terhambat dengan cara apa pun.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Tarik Pasukan dari Afghanistan, AS Akan Lanjutkan Perang dengan Drone&amp;nbsp;
&quot;Departemen serius bertanggung jawab untuk mengamankan informasi dan terus melakukan sejumlah langkah untuk memastikan informasi terlindungi. Demi alasan keamanan, kami tidak pada posisi untuk membahas karakteristik atau ruang lingkup dari dugaan insiden keamanan siber apa pun saat ini,&quot; kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS melalui pernyataan.</description><content:encoded>WASHINGTON - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) baru-baru ini terkena serangan siber, dan pemberitahuan tentang potensi pelanggaran serius telah dibuat oleh Komando Siber Departemen Pertahanan, demikian tulis wartawan Fox News di Twitter, Sabtu (21/8/2021).
Belum jelas kapan pelanggaran itu ditemukan, namun diyakini telah terjadi beberapa pekan lalu, menurut cuitan wartawan itu.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Perusahaan Telekomunikasi T-Mobile Diretas, Data Pribadi 40 Juta Orang Bocor&amp;nbsp;
Ia menambahkan bahwa misi Departemen Luar Negeri yang sedang berlangsung untuk mengevakuasi warga Amerika dan pengungsi sekutu dari Afghanistan &quot;tidak terdampak.&quot;
Tanpa mengonfirmasi insiden apa pun, salah satu sumber mengatakan kepada Reuters bahwa Departemen Luar Negeri tidak mengalami gangguan yang signifikan dan operasi mereka tidak terhambat dengan cara apa pun.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Tarik Pasukan dari Afghanistan, AS Akan Lanjutkan Perang dengan Drone&amp;nbsp;
&quot;Departemen serius bertanggung jawab untuk mengamankan informasi dan terus melakukan sejumlah langkah untuk memastikan informasi terlindungi. Demi alasan keamanan, kami tidak pada posisi untuk membahas karakteristik atau ruang lingkup dari dugaan insiden keamanan siber apa pun saat ini,&quot; kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS melalui pernyataan.</content:encoded></item></channel></rss>
