<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Taliban Inginkan Pemerintahan Islami yang Inklusif, Siap Berikan Amnesti ke Mantan Saingan</title><description>Para pejabat Taliban di Kabul, mengatakan bahwa kerangka kerja pembentukan pemerintahan baru itu akan diumumkan segera.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/22/18/2459386/taliban-inginkan-pemerintahan-islami-yang-inklusif-siap-berikan-amnesti-ke-mantan-saingan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/08/22/18/2459386/taliban-inginkan-pemerintahan-islami-yang-inklusif-siap-berikan-amnesti-ke-mantan-saingan"/><item><title>Taliban Inginkan Pemerintahan Islami yang Inklusif, Siap Berikan Amnesti ke Mantan Saingan</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/22/18/2459386/taliban-inginkan-pemerintahan-islami-yang-inklusif-siap-berikan-amnesti-ke-mantan-saingan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/08/22/18/2459386/taliban-inginkan-pemerintahan-islami-yang-inklusif-siap-berikan-amnesti-ke-mantan-saingan</guid><pubDate>Minggu 22 Agustus 2021 22:33 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/22/18/2459386/taliban-inginkan-pemerintahan-islami-yang-inklusif-siap-berikan-amnesti-ke-mantan-saingan-qq4L6cSCT6.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Rundingan Taliban membentuk kerangka pemerintahan (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/22/18/2459386/taliban-inginkan-pemerintahan-islami-yang-inklusif-siap-berikan-amnesti-ke-mantan-saingan-qq4L6cSCT6.JPG</image><title>Rundingan Taliban membentuk kerangka pemerintahan (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Seminggu setelah merebut kekuasaan di Afghanistan, para pemimpin pemberontak Taliban masih melakukan perundingan internal dan pertemuan dengan para mantan saingan untuk membentuk &quot;pemerintahan Islami yang inklusif&quot; seperti yang telah mereka janjikan.

Para pejabat Taliban di Kabul, mengatakan pada Sabtu (21/8) bahwa kerangka kerja pembentukan pemerintahan baru itu akan diumumkan segera.

Mohamad Naeem, juru bicara politik Taliban mengatakan bahwa para pemimpin Taliban senior mengadakan pertemuan baru pada Sabtu (21/8) dengan para tokoh terkemuka di Obu Kota Afghanistan untuk bertukar pendapat mengenai sistem pemerintahan di masa depan.

Dia mengutip seorang pemimpin senior, Shahabuddin Dilawar, yang mengatakan Taliban menginginkan &quot;sistem pusat kuat yang menghormati supremasi hukum, bebas dari korupsi dan setiap warga berpeluang untuk mengabdi kepada negara dan bangsa.&quot;

Taliban membuka dialog politik setelah mengeluarkan amnesti bagi semua yang pernah mengabdi atau menjadi bagian dari bekas pemerintahan Afghanistan.
</description><content:encoded>JAKARTA - Seminggu setelah merebut kekuasaan di Afghanistan, para pemimpin pemberontak Taliban masih melakukan perundingan internal dan pertemuan dengan para mantan saingan untuk membentuk &quot;pemerintahan Islami yang inklusif&quot; seperti yang telah mereka janjikan.

Para pejabat Taliban di Kabul, mengatakan pada Sabtu (21/8) bahwa kerangka kerja pembentukan pemerintahan baru itu akan diumumkan segera.

Mohamad Naeem, juru bicara politik Taliban mengatakan bahwa para pemimpin Taliban senior mengadakan pertemuan baru pada Sabtu (21/8) dengan para tokoh terkemuka di Obu Kota Afghanistan untuk bertukar pendapat mengenai sistem pemerintahan di masa depan.

Dia mengutip seorang pemimpin senior, Shahabuddin Dilawar, yang mengatakan Taliban menginginkan &quot;sistem pusat kuat yang menghormati supremasi hukum, bebas dari korupsi dan setiap warga berpeluang untuk mengabdi kepada negara dan bangsa.&quot;

Taliban membuka dialog politik setelah mengeluarkan amnesti bagi semua yang pernah mengabdi atau menjadi bagian dari bekas pemerintahan Afghanistan.
</content:encoded></item></channel></rss>
