<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menkes Ungkap 3 Strategi Hidup Berdampingan dengan Covid-19</title><description>Jokowi telah memerintahkan agar jajarannya menyusun berbagai kebijakan agar masyarakat bisa hidup berdampingan dengan Covid-19</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/23/337/2459980/menkes-ungkap-3-strategi-hidup-berdampingan-dengan-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/08/23/337/2459980/menkes-ungkap-3-strategi-hidup-berdampingan-dengan-covid-19"/><item><title>Menkes Ungkap 3 Strategi Hidup Berdampingan dengan Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/23/337/2459980/menkes-ungkap-3-strategi-hidup-berdampingan-dengan-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/08/23/337/2459980/menkes-ungkap-3-strategi-hidup-berdampingan-dengan-covid-19</guid><pubDate>Senin 23 Agustus 2021 22:26 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/23/337/2459980/menkes-ungkap-3-strategi-hidup-berdampingan-dengan-covid-19-mMhZW1CvlB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkes Budi Gunadi Sadikin (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/23/337/2459980/menkes-ungkap-3-strategi-hidup-berdampingan-dengan-covid-19-mMhZW1CvlB.jpg</image><title>Menkes Budi Gunadi Sadikin (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan tiga strategi agar masyarakat dapat hidup berdampingan bersama epidemi Covid-19.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan agar jajarannya menyusun berbagai kebijakan agar masyarakat bisa berdampingan hidup dengan Covid-19 untuk menyeimbangkan kehidupan yang sehat serta bermanfaat secara ekonomi.
&quot;Untuk hidup bersama pandemi ada beberapa arahan Bapak Presiden Joko Widodo yang perlu segera kami tindak lanjuti,&quot; kata Budi, Senin (23/8/2021).
Budi mengatakan 3 strategi tersebut menyasar sejumlah sektor kebijakan di antaranya protokol kesehatan (prokes) berbasis teknologi informasi, testing dan tracing, serta perawatan.
Baca juga:&amp;nbsp;Menkes: Indonesia Urutan 9 Dunia Penyuntikkan Vaksin Covid-19
Pada sektor protokol kesehatan, kata Budi, hal terpenting adalah perilaku disiplin masyarakat dalam menyikapi pembukaan sejumlah akses ruang publik secara bertahap di perkotaan.
&quot;Kami sudah bekerja sama dengan beberapa asosiasi dan beberapa perkumpulan untuk mulai menyusun protokol kesehatan berbasis teknologi informasi,&quot; katanya.
Teknologi yang dimaksud adalah aplikasi PeduliLindungi yang akan dipakai secara nasional untuk membantu menjaga implementasi protokol kesehatan berbasis teknologi informasi.
Baca juga:&amp;nbsp;Jokowi Minta Luhut Siapkan Masyarakat Hidup Berdampingan dengan Covid-19Ia mengatakan prokes tersebut diimplementasikan pada aktivitas perdagangan moderen maupun tradisional, transportasi darat, laut, udara, tempat kerja seperti industri maupun perkantoran.
Selain itu, aplikasi PeduliLindungi juga diterapkan pada aktivitas pariwisata seperti pertandingan sepak bola atau konser musik, juga kuliner dan restoran.
&quot;Protokol kesehatan juga digunakan di bidang pendidikan, baik SD, SMP, SMA, universitas, serta protokol kesehatan yang paling penting di acara atau hari keagamaan, ritual-ritual keagamaan yang tiap minggu atau hari raya besar,&quot; katanya.
Baca juga:&amp;nbsp;Menkes: Prokes Diterapkan dengan Teknologi Digital
Budi mengatakan strategi kedua adalah kegiatan pengetesan dan penelusuran yang akan diperkuat secara terarah, sehingga tepat sasaran.
&quot;Nanti pengetesan dan penelusuran ini harus terarah. Tidak secara massal, benar-benar yang butuh atau istilahnya para ahli kesehatan adalah pengetesan epidemiologi, bukan pengetesan untuk skrining,&quot; katanya.
Menurut dia, strategi pengetesan mengarah pada suspek dan orang dengan kontak erat yang bergejala. &quot;Bukan semua orang dites karena mau melakukan aktivitas tertentu,&quot; katanya.
Baca juga:&amp;nbsp;Angka Covid-19 Membaik, Luhut: Kita Tetap Super Hati-HatiStrategi ketiga, kata Budi, adalah perawatan atau terapeutik pada pasien Covid-19 di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.
&quot;Bapak Presiden memberikan arahan secara spesifik bahwa nantinya harus ada perawatan untuk layanan primer isolasi dengan pengobatan-pengobatan dasar. Sehingga, rumah sakit hanya diisi dengan kasus-kasus kritis dan berat,&quot; ujarnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Menko Luhut: PPKM Berlevel Berlaku Selama Pandemi Covid-19
Ia mengatakan, pihaknya juga melakukan kajian untuk memfokuskan perawatan pasien kritis bergejala berat di rumah sakit serta mengurangi tingkat kematian yang saat ini masih relatif tinggi.
&quot;Kita mendorong layanan primer, baik di Puskesmas atau klinik untuk merawat orang-orang yang hanya perlu isolasi atau pengobatan ditahap dasar,&quot; katanya.
Baca juga:&amp;nbsp;Menteri Nadiem : Tak Ada Opsi Lain, Kita Harus Sekolah dalam Kondisi Virus Ini
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan tiga strategi agar masyarakat dapat hidup berdampingan bersama epidemi Covid-19.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan agar jajarannya menyusun berbagai kebijakan agar masyarakat bisa berdampingan hidup dengan Covid-19 untuk menyeimbangkan kehidupan yang sehat serta bermanfaat secara ekonomi.
&quot;Untuk hidup bersama pandemi ada beberapa arahan Bapak Presiden Joko Widodo yang perlu segera kami tindak lanjuti,&quot; kata Budi, Senin (23/8/2021).
Budi mengatakan 3 strategi tersebut menyasar sejumlah sektor kebijakan di antaranya protokol kesehatan (prokes) berbasis teknologi informasi, testing dan tracing, serta perawatan.
Baca juga:&amp;nbsp;Menkes: Indonesia Urutan 9 Dunia Penyuntikkan Vaksin Covid-19
Pada sektor protokol kesehatan, kata Budi, hal terpenting adalah perilaku disiplin masyarakat dalam menyikapi pembukaan sejumlah akses ruang publik secara bertahap di perkotaan.
&quot;Kami sudah bekerja sama dengan beberapa asosiasi dan beberapa perkumpulan untuk mulai menyusun protokol kesehatan berbasis teknologi informasi,&quot; katanya.
Teknologi yang dimaksud adalah aplikasi PeduliLindungi yang akan dipakai secara nasional untuk membantu menjaga implementasi protokol kesehatan berbasis teknologi informasi.
Baca juga:&amp;nbsp;Jokowi Minta Luhut Siapkan Masyarakat Hidup Berdampingan dengan Covid-19Ia mengatakan prokes tersebut diimplementasikan pada aktivitas perdagangan moderen maupun tradisional, transportasi darat, laut, udara, tempat kerja seperti industri maupun perkantoran.
Selain itu, aplikasi PeduliLindungi juga diterapkan pada aktivitas pariwisata seperti pertandingan sepak bola atau konser musik, juga kuliner dan restoran.
&quot;Protokol kesehatan juga digunakan di bidang pendidikan, baik SD, SMP, SMA, universitas, serta protokol kesehatan yang paling penting di acara atau hari keagamaan, ritual-ritual keagamaan yang tiap minggu atau hari raya besar,&quot; katanya.
Baca juga:&amp;nbsp;Menkes: Prokes Diterapkan dengan Teknologi Digital
Budi mengatakan strategi kedua adalah kegiatan pengetesan dan penelusuran yang akan diperkuat secara terarah, sehingga tepat sasaran.
&quot;Nanti pengetesan dan penelusuran ini harus terarah. Tidak secara massal, benar-benar yang butuh atau istilahnya para ahli kesehatan adalah pengetesan epidemiologi, bukan pengetesan untuk skrining,&quot; katanya.
Menurut dia, strategi pengetesan mengarah pada suspek dan orang dengan kontak erat yang bergejala. &quot;Bukan semua orang dites karena mau melakukan aktivitas tertentu,&quot; katanya.
Baca juga:&amp;nbsp;Angka Covid-19 Membaik, Luhut: Kita Tetap Super Hati-HatiStrategi ketiga, kata Budi, adalah perawatan atau terapeutik pada pasien Covid-19 di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.
&quot;Bapak Presiden memberikan arahan secara spesifik bahwa nantinya harus ada perawatan untuk layanan primer isolasi dengan pengobatan-pengobatan dasar. Sehingga, rumah sakit hanya diisi dengan kasus-kasus kritis dan berat,&quot; ujarnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Menko Luhut: PPKM Berlevel Berlaku Selama Pandemi Covid-19
Ia mengatakan, pihaknya juga melakukan kajian untuk memfokuskan perawatan pasien kritis bergejala berat di rumah sakit serta mengurangi tingkat kematian yang saat ini masih relatif tinggi.
&quot;Kita mendorong layanan primer, baik di Puskesmas atau klinik untuk merawat orang-orang yang hanya perlu isolasi atau pengobatan ditahap dasar,&quot; katanya.
Baca juga:&amp;nbsp;Menteri Nadiem : Tak Ada Opsi Lain, Kita Harus Sekolah dalam Kondisi Virus Ini
</content:encoded></item></channel></rss>
