<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Serpihan Keramik Diduga Berusia Ratusan Tahun Ditemukan di Alun-Alun Kasepuhan Cirebon</title><description>Serpihan keramik yang diduga berusia ratusan tahun ditemukan di sekitar alun-alun Keraton Kasepuhan Cirebon.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/23/525/2459830/serpihan-keramik-diduga-berusia-ratusan-tahun-ditemukan-di-alun-alun-kasepuhan-cirebon</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/08/23/525/2459830/serpihan-keramik-diduga-berusia-ratusan-tahun-ditemukan-di-alun-alun-kasepuhan-cirebon"/><item><title>Serpihan Keramik Diduga Berusia Ratusan Tahun Ditemukan di Alun-Alun Kasepuhan Cirebon</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/23/525/2459830/serpihan-keramik-diduga-berusia-ratusan-tahun-ditemukan-di-alun-alun-kasepuhan-cirebon</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/08/23/525/2459830/serpihan-keramik-diduga-berusia-ratusan-tahun-ditemukan-di-alun-alun-kasepuhan-cirebon</guid><pubDate>Senin 23 Agustus 2021 17:12 WIB</pubDate><dc:creator>Fathnur Rohman</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/23/525/2459830/serpihan-keramik-diduga-berusia-ratusan-tahun-ditemukan-di-alun-alun-kasepuhan-cirebon-AaHQjfrHYg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Serpihan keramik diduga berusia ratusan tahun ditemukan di Keraton Kasepuhan Cirebon. (Fathnur Rohman)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/23/525/2459830/serpihan-keramik-diduga-berusia-ratusan-tahun-ditemukan-di-alun-alun-kasepuhan-cirebon-AaHQjfrHYg.jpg</image><title>Serpihan keramik diduga berusia ratusan tahun ditemukan di Keraton Kasepuhan Cirebon. (Fathnur Rohman)</title></images><description>CIREBON - Sejumlah serpihan keramik yang diduga berusia ratusan tahun ditemukan di sekitar alun-alun Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat. Diperkirakan keramik ini dibuat sekitar abad ke-12 Masehi.

Temuan ini berawal dari rasa penasaran seorang pria bernama Rusmaya. Ia seperti mendapat petunjuk bahwa ada benda-benda bernilai sejarah terpendam di alun-alun Keraton Kasepuhan Cirebon.

Rasa penasaran tersebut muncul ketika proses revitalisasi di alun-alun Keraton Kasepuhan Cirebon pertama kali dikerjakan.

Pada Minggu, 22 Agustus 2021, Rusmaya memutuskan mendatangi lokasi secara langsung. Ia lalu menemukan serpihan keramik tersebut. Tepatnya di bagian barat alun-alun Keraton Kasepuhan Cirebon, yang sedang digali untuk proses revitalisasi.

Selain benda-benda itu, Rusmaya ternyata menemukan beberapa tulang belulang. Namun, pada saat itu juga tulang tersebut langsung dikubur kembali.

&quot;Awalnya adalah wakil saya Pak Rusmaya beberapa hari merasa ada tarikan melihat itu. Hari Minggu kemarin minta izin kepada saya, untuk masuk ke dalam lokasi revitalisasi alun-alun. Sampai di sana ternyata menemukan tulang dan keramik. Tapi tulangnya kembali dikuburkan,&quot; kata Panglima Tinggi Laskar Macan, Ali Prabu Diaz kepada MNC Portal Indonesia, Senin (23/8/2021).

Serpihan keramik yang ditemukan oleh Rusmaya diduga merupakan benda peninggalan dari zaman Dinasti Ming. Ada kemungkinan, jika keramik tersebut dibawa oleh Laksamana Cheng Ho ketika berlabuh di wilayah Cirebon.

Dugaan tersebut muncul karena bila dilihat dari motif dan warnanya, serpihan keramik ini mirip dengan keramik dari Tiongkok. Hal itu diperkuat keberadaan alun-alaun Keraton Kasepuhan sebagai salah satu tempat bersejarah di Cirebon.

&quot;Menurut kami ini zaman Dinasti Ming. Sekitar abad ke-10 atau abad ke-12. Kemudian Laksamana Cheng Ho datang ke Cirebon. Mungkin ini dibawa oleh beliau,&quot; ujarnya.

&quot;Kenapa ada di alun-alun dan pecah? Kami perkirakan saat akan sowan ke keraton, mungkin ada yang pecah atau jatuh,&quot; kata Diaz.

Rencananya, kata dia, penemuan serpihan keramik di Keraton Kasepuhan ini akan dilaporkan kepada Tim Cagar Budaya Kota Cirebon, Badan Arkeologi Jawa Barat, dan instansi terkait lainnya. Ia mempersilakan pihak-pihak tersebut bila ingin melakukan penelitian lebih lanjut terkait temuan itu.

Baca Juga : Bentuknya seperti Tulang, Benda Ini Ternyata Alat Musik Berusia 8.500 Tahun


&quot;Adapun nanti pemerintah mengadakan penelitian, melakukan pengembalian atau tidak, itu haknya pemerintah. Kita akan melaporkan temuan ini,&quot; tuturnya.

Sementara itu, Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Cirebon, Pandji Amiarsa mengaku sudah mendapat laporan terkait temuan serpihan keramik di Keraton Kasepuhan secara lisan. Untuk saat ini, pihaknya belum bisa bertindak pro aktif untuk melakukan kajian terakit hal tersebut.

Sebab, lanjut dia, tugas utama TACB Kota Cirebon adalah melakukan penetapan, memberikan peringkat, dan penghapusan cagar budaya. Sedangkan, terkait pengkajian, pihaknya akan merespons bila ada permintaan melalui surat resmi.

&quot;Apabila di luar itu, bentuknya kajian-kajian, tentu kami respons sesuai dengan surat yang masuk kepada kami, dalam bentuk permintaan dilakukan pengkajian,&quot; ucap dia.
</description><content:encoded>CIREBON - Sejumlah serpihan keramik yang diduga berusia ratusan tahun ditemukan di sekitar alun-alun Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat. Diperkirakan keramik ini dibuat sekitar abad ke-12 Masehi.

Temuan ini berawal dari rasa penasaran seorang pria bernama Rusmaya. Ia seperti mendapat petunjuk bahwa ada benda-benda bernilai sejarah terpendam di alun-alun Keraton Kasepuhan Cirebon.

Rasa penasaran tersebut muncul ketika proses revitalisasi di alun-alun Keraton Kasepuhan Cirebon pertama kali dikerjakan.

Pada Minggu, 22 Agustus 2021, Rusmaya memutuskan mendatangi lokasi secara langsung. Ia lalu menemukan serpihan keramik tersebut. Tepatnya di bagian barat alun-alun Keraton Kasepuhan Cirebon, yang sedang digali untuk proses revitalisasi.

Selain benda-benda itu, Rusmaya ternyata menemukan beberapa tulang belulang. Namun, pada saat itu juga tulang tersebut langsung dikubur kembali.

&quot;Awalnya adalah wakil saya Pak Rusmaya beberapa hari merasa ada tarikan melihat itu. Hari Minggu kemarin minta izin kepada saya, untuk masuk ke dalam lokasi revitalisasi alun-alun. Sampai di sana ternyata menemukan tulang dan keramik. Tapi tulangnya kembali dikuburkan,&quot; kata Panglima Tinggi Laskar Macan, Ali Prabu Diaz kepada MNC Portal Indonesia, Senin (23/8/2021).

Serpihan keramik yang ditemukan oleh Rusmaya diduga merupakan benda peninggalan dari zaman Dinasti Ming. Ada kemungkinan, jika keramik tersebut dibawa oleh Laksamana Cheng Ho ketika berlabuh di wilayah Cirebon.

Dugaan tersebut muncul karena bila dilihat dari motif dan warnanya, serpihan keramik ini mirip dengan keramik dari Tiongkok. Hal itu diperkuat keberadaan alun-alaun Keraton Kasepuhan sebagai salah satu tempat bersejarah di Cirebon.

&quot;Menurut kami ini zaman Dinasti Ming. Sekitar abad ke-10 atau abad ke-12. Kemudian Laksamana Cheng Ho datang ke Cirebon. Mungkin ini dibawa oleh beliau,&quot; ujarnya.

&quot;Kenapa ada di alun-alun dan pecah? Kami perkirakan saat akan sowan ke keraton, mungkin ada yang pecah atau jatuh,&quot; kata Diaz.

Rencananya, kata dia, penemuan serpihan keramik di Keraton Kasepuhan ini akan dilaporkan kepada Tim Cagar Budaya Kota Cirebon, Badan Arkeologi Jawa Barat, dan instansi terkait lainnya. Ia mempersilakan pihak-pihak tersebut bila ingin melakukan penelitian lebih lanjut terkait temuan itu.

Baca Juga : Bentuknya seperti Tulang, Benda Ini Ternyata Alat Musik Berusia 8.500 Tahun


&quot;Adapun nanti pemerintah mengadakan penelitian, melakukan pengembalian atau tidak, itu haknya pemerintah. Kita akan melaporkan temuan ini,&quot; tuturnya.

Sementara itu, Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Cirebon, Pandji Amiarsa mengaku sudah mendapat laporan terkait temuan serpihan keramik di Keraton Kasepuhan secara lisan. Untuk saat ini, pihaknya belum bisa bertindak pro aktif untuk melakukan kajian terakit hal tersebut.

Sebab, lanjut dia, tugas utama TACB Kota Cirebon adalah melakukan penetapan, memberikan peringkat, dan penghapusan cagar budaya. Sedangkan, terkait pengkajian, pihaknya akan merespons bila ada permintaan melalui surat resmi.

&quot;Apabila di luar itu, bentuknya kajian-kajian, tentu kami respons sesuai dengan surat yang masuk kepada kami, dalam bentuk permintaan dilakukan pengkajian,&quot; ucap dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
