<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>2 Anggota Kongres AS Diam-Diam Kunjungi Kabul, Buat Pentagon Meradang</title><description>Kunjungan itu ditanggapi dengan kemarahan dari Departemen Pertahanan dan Departemen Luar Negeri AS.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/25/18/2460869/2-anggota-kongres-as-diam-diam-kunjungi-kabul-buat-pentagon-meradang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/08/25/18/2460869/2-anggota-kongres-as-diam-diam-kunjungi-kabul-buat-pentagon-meradang"/><item><title>2 Anggota Kongres AS Diam-Diam Kunjungi Kabul, Buat Pentagon Meradang</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/25/18/2460869/2-anggota-kongres-as-diam-diam-kunjungi-kabul-buat-pentagon-meradang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/08/25/18/2460869/2-anggota-kongres-as-diam-diam-kunjungi-kabul-buat-pentagon-meradang</guid><pubDate>Rabu 25 Agustus 2021 13:22 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/25/18/2460869/2-anggota-kongres-as-diam-diam-kunjungi-kabul-buat-pentagon-meradang-lmJzaWsv2H.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/25/18/2460869/2-anggota-kongres-as-diam-diam-kunjungi-kabul-buat-pentagon-meradang-lmJzaWsv2H.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>WASHINGTON - Dua anggota Kongres Amerika Serikat (AS), Seth Moulton (D-Mass.) dan Peter Meijer (R-Mich.) dilaporkan telah melakukan perjalanan tanpa izin ke Afghanistan di tengah kekacauan evakuasi yang saat ini sedang berlangsung di bandara internasional di Kabul.
Dalam cuitan di Twitter, Moulton mengatakan bahwa perjalanan mereka bertujuan untuk &quot;melakukan pengawasan terhadap evakuasi&quot; dan kerahasiaannya dimaksudkan untuk &quot;mengurangi risiko dan dampak pada misi&quot;.
BACA JUGA:&amp;nbsp;100 Anggota Pasukan Khusus Afghanistan Diam-Diam Dievakuasi ke Inggris
Namun, menurut The&amp;nbsp;Washington Post, perjalanan kedua anggota Kongres itu ke Afghanistan tampaknya telah membuat marah para pejabat di Pentagon dan di Departemen Luar Negeri AS, menurut ke The Washington Post.
&amp;ldquo;Ini tolol dan egois,&amp;rdquo; kata seorang pejabat senior administrasi yang tidak disebutkan namanya kepada The Washington Post sebagaimana dilansir Sputnik.
&amp;ldquo;Mereka mengambil kursi dari orang Amerika dan orang Afghanistan yang berisiko, sementara menempatkan diplomat dan anggota layanan kami pada risiko yang lebih besar, sehingga mereka dapat memiliki momen di depan kamera.&amp;rdquo;
BACA JUGA:&amp;nbsp;Kisah Afghanistan di Tengah Invasi Taliban, Bandara Langsung Penuh
Moulton dan Meijer menolak klaim bahwa perjalanan mereka menyebabkan gangguan pada proses evakuasi.
&amp;ldquo;Kami berada di sisi lain dari argumen ini saat kami melayani dan itu tidak akurat,&amp;rdquo; kata Moulton dan Meijer, dikutip oleh The Washington Post. &amp;ldquo;Percayalah kepada kami: para profesional di lapangan fokus pada misi. Banyak yang berterima kasih kepada kami karena telah datang.&amp;rdquo;

Moulton juga membantah bahwa mereka membuat tentara AS di Afghanistan mendapatkan risiko lebih besar, menambahkan bahwa &amp;ldquo;tindakan kepahlawanan&amp;rdquo; yang mereka saksikan di Bandara Internasional Kabul telah membuat &amp;ldquo;Amerika bangga&amp;rdquo;.
&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;en&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;Today with &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/RepMeijer?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;@RepMeijer&amp;lt;/a&amp;gt; I visited Kabul airport to conduct oversight on the evacuation. &amp;lt;br&amp;gt;&amp;lt;br&amp;gt;Witnessing our young Marines and soldiers at the gates, navigating a confluence of humanity as raw and visceral as the world has ever seen, was indescribable. &amp;lt;a href=&quot;https://t.co/bWGQh1iw2c&quot;&amp;gt;pic.twitter.com/bWGQh1iw2c&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; Seth Moulton (@sethmoulton) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/sethmoulton/status/1430330574217093123?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;August 25, 2021&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt; &amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;
Kedua anggota kongres menyerukan untuk memperpanjang batas waktu 31 Agustus bagi penarikan pasukan asing dari negara Timur Tengah itu.
Mereka juga bersikeras bahwa mereka akan meninggalkan Afghanistan &quot;dalam pesawat yang tidak penuh, di kursi yang sudah disediakan sehingga tidak mengambil tempat orang lain.&quot;
Presiden Joe Biden mengatakan bahwa Washington akan mematuhi tenggat waktu 31 Agustus 2021 yang diberikan Taliban.
Taliban mengatakan tidak akan menerima perubahan tenggat waktu, memperingatkan akan ada konsekuensi jika pasukan asing gagal meninggalkan Afghanistan sebelum tanggal yang ditetapkan.</description><content:encoded>WASHINGTON - Dua anggota Kongres Amerika Serikat (AS), Seth Moulton (D-Mass.) dan Peter Meijer (R-Mich.) dilaporkan telah melakukan perjalanan tanpa izin ke Afghanistan di tengah kekacauan evakuasi yang saat ini sedang berlangsung di bandara internasional di Kabul.
Dalam cuitan di Twitter, Moulton mengatakan bahwa perjalanan mereka bertujuan untuk &quot;melakukan pengawasan terhadap evakuasi&quot; dan kerahasiaannya dimaksudkan untuk &quot;mengurangi risiko dan dampak pada misi&quot;.
BACA JUGA:&amp;nbsp;100 Anggota Pasukan Khusus Afghanistan Diam-Diam Dievakuasi ke Inggris
Namun, menurut The&amp;nbsp;Washington Post, perjalanan kedua anggota Kongres itu ke Afghanistan tampaknya telah membuat marah para pejabat di Pentagon dan di Departemen Luar Negeri AS, menurut ke The Washington Post.
&amp;ldquo;Ini tolol dan egois,&amp;rdquo; kata seorang pejabat senior administrasi yang tidak disebutkan namanya kepada The Washington Post sebagaimana dilansir Sputnik.
&amp;ldquo;Mereka mengambil kursi dari orang Amerika dan orang Afghanistan yang berisiko, sementara menempatkan diplomat dan anggota layanan kami pada risiko yang lebih besar, sehingga mereka dapat memiliki momen di depan kamera.&amp;rdquo;
BACA JUGA:&amp;nbsp;Kisah Afghanistan di Tengah Invasi Taliban, Bandara Langsung Penuh
Moulton dan Meijer menolak klaim bahwa perjalanan mereka menyebabkan gangguan pada proses evakuasi.
&amp;ldquo;Kami berada di sisi lain dari argumen ini saat kami melayani dan itu tidak akurat,&amp;rdquo; kata Moulton dan Meijer, dikutip oleh The Washington Post. &amp;ldquo;Percayalah kepada kami: para profesional di lapangan fokus pada misi. Banyak yang berterima kasih kepada kami karena telah datang.&amp;rdquo;

Moulton juga membantah bahwa mereka membuat tentara AS di Afghanistan mendapatkan risiko lebih besar, menambahkan bahwa &amp;ldquo;tindakan kepahlawanan&amp;rdquo; yang mereka saksikan di Bandara Internasional Kabul telah membuat &amp;ldquo;Amerika bangga&amp;rdquo;.
&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;en&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;Today with &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/RepMeijer?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;@RepMeijer&amp;lt;/a&amp;gt; I visited Kabul airport to conduct oversight on the evacuation. &amp;lt;br&amp;gt;&amp;lt;br&amp;gt;Witnessing our young Marines and soldiers at the gates, navigating a confluence of humanity as raw and visceral as the world has ever seen, was indescribable. &amp;lt;a href=&quot;https://t.co/bWGQh1iw2c&quot;&amp;gt;pic.twitter.com/bWGQh1iw2c&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; Seth Moulton (@sethmoulton) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/sethmoulton/status/1430330574217093123?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;August 25, 2021&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt; &amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;
Kedua anggota kongres menyerukan untuk memperpanjang batas waktu 31 Agustus bagi penarikan pasukan asing dari negara Timur Tengah itu.
Mereka juga bersikeras bahwa mereka akan meninggalkan Afghanistan &quot;dalam pesawat yang tidak penuh, di kursi yang sudah disediakan sehingga tidak mengambil tempat orang lain.&quot;
Presiden Joe Biden mengatakan bahwa Washington akan mematuhi tenggat waktu 31 Agustus 2021 yang diberikan Taliban.
Taliban mengatakan tidak akan menerima perubahan tenggat waktu, memperingatkan akan ada konsekuensi jika pasukan asing gagal meninggalkan Afghanistan sebelum tanggal yang ditetapkan.</content:encoded></item></channel></rss>
