<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sambut Baik Pembelajaran Tatap Muka, PGRI: Kurangi Kebosanan Guru dan Siswa</title><description>Mengurangi kebosanan guru dan siswa. Meningkatkan hasil belajar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/25/337/2460645/sambut-baik-pembelajaran-tatap-muka-pgri-kurangi-kebosanan-guru-dan-siswa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/08/25/337/2460645/sambut-baik-pembelajaran-tatap-muka-pgri-kurangi-kebosanan-guru-dan-siswa"/><item><title>Sambut Baik Pembelajaran Tatap Muka, PGRI: Kurangi Kebosanan Guru dan Siswa</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/25/337/2460645/sambut-baik-pembelajaran-tatap-muka-pgri-kurangi-kebosanan-guru-dan-siswa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/08/25/337/2460645/sambut-baik-pembelajaran-tatap-muka-pgri-kurangi-kebosanan-guru-dan-siswa</guid><pubDate>Rabu 25 Agustus 2021 06:30 WIB</pubDate><dc:creator>Erfan Maaruf</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/25/337/2460645/sambut-baik-pembelajaran-tatap-muka-pgri-kurangi-kebosanan-guru-dan-siswa-imfkCxMZBH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto : Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/25/337/2460645/sambut-baik-pembelajaran-tatap-muka-pgri-kurangi-kebosanan-guru-dan-siswa-imfkCxMZBH.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto : Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jejen Musfah setuju dengan rencana dibukanya kembali sekolah tatap muka di wilayah yang memiliki status PPKM Level 3. Dia menganggap hal itu perlu dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

&quot;Pendidikan tatap muka (PTM) bisa dibuka di zona hijau dan sekolah siap dengan prokes serta orang tua mengizinkan anaknya untuk ke sekolah,&quot; kata Jejen kepada MNC Portal, Rabu (25/8/2021).

Dia menilai hal itu diperlukan untuk meningkatkan kembali minat belajar siswa setelah vakum selama 1,5 tahun selama pandemi Covid-19 berlangsung. Selain itu, selama sistem belajar mengajar banyak masalah teknis yang dihadapi oleh siswa maupun guru.

&quot;Mengurangi kebosanan guru dan siswa. Meningkatkan hasil belajar,&quot; jelasnya.

Dia menilai setiap sekolah yang hendak membuka kembali belajar mengajar dengan tatap muka harus menyiapkan seluruh fasilitas protokol kesehatan. Sekolah juga harus memberikan aturan bagi siswa yang hendak belajar mengajar.

&quot;Menyiapkan tempat cuci tangan dan masker. Membentuk satgas covid-19. Disiplin dalam menerapkan 5 M dan menyiapkan guru untuk pembelajaran bauran 2 hari PTM dan 3 hari pendidikan jarak jauh (PJJ),&quot; jelasnya.

Baca Juga : Pembelajaran Tatap Muka Bisa Dilaksanakan Jika Penuhi Syarat yang Ketat

Dia menyebut penerapan protokol kesehatan secara ketat harus menjadi perhatian khusu. Sebab jika hal itu lalai akan mengakibatkan hal yang fatal karena solekolah menjadi klaster baru Covid-19.

&quot;Jika tidak disiplin dalam prokes, sekolah bisa menjadi klaster penyebaran virus,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jejen Musfah setuju dengan rencana dibukanya kembali sekolah tatap muka di wilayah yang memiliki status PPKM Level 3. Dia menganggap hal itu perlu dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

&quot;Pendidikan tatap muka (PTM) bisa dibuka di zona hijau dan sekolah siap dengan prokes serta orang tua mengizinkan anaknya untuk ke sekolah,&quot; kata Jejen kepada MNC Portal, Rabu (25/8/2021).

Dia menilai hal itu diperlukan untuk meningkatkan kembali minat belajar siswa setelah vakum selama 1,5 tahun selama pandemi Covid-19 berlangsung. Selain itu, selama sistem belajar mengajar banyak masalah teknis yang dihadapi oleh siswa maupun guru.

&quot;Mengurangi kebosanan guru dan siswa. Meningkatkan hasil belajar,&quot; jelasnya.

Dia menilai setiap sekolah yang hendak membuka kembali belajar mengajar dengan tatap muka harus menyiapkan seluruh fasilitas protokol kesehatan. Sekolah juga harus memberikan aturan bagi siswa yang hendak belajar mengajar.

&quot;Menyiapkan tempat cuci tangan dan masker. Membentuk satgas covid-19. Disiplin dalam menerapkan 5 M dan menyiapkan guru untuk pembelajaran bauran 2 hari PTM dan 3 hari pendidikan jarak jauh (PJJ),&quot; jelasnya.

Baca Juga : Pembelajaran Tatap Muka Bisa Dilaksanakan Jika Penuhi Syarat yang Ketat

Dia menyebut penerapan protokol kesehatan secara ketat harus menjadi perhatian khusu. Sebab jika hal itu lalai akan mengakibatkan hal yang fatal karena solekolah menjadi klaster baru Covid-19.

&quot;Jika tidak disiplin dalam prokes, sekolah bisa menjadi klaster penyebaran virus,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
