<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Akan Kedatangan 80 Juta Dosis Vaksin hingga Akhir Desember</title><description>Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan Indonesia akan menerima kembali sebanyak 80 juta dosis vaksin Covid-19 hingga Desember mendatang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/25/337/2460983/indonesia-akan-kedatangan-80-juta-dosis-vaksin-hingga-akhir-desember</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/08/25/337/2460983/indonesia-akan-kedatangan-80-juta-dosis-vaksin-hingga-akhir-desember"/><item><title>Indonesia Akan Kedatangan 80 Juta Dosis Vaksin hingga Akhir Desember</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/25/337/2460983/indonesia-akan-kedatangan-80-juta-dosis-vaksin-hingga-akhir-desember</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/08/25/337/2460983/indonesia-akan-kedatangan-80-juta-dosis-vaksin-hingga-akhir-desember</guid><pubDate>Rabu 25 Agustus 2021 15:56 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/25/337/2460983/indonesia-akan-kedatangan-80-juta-dosis-vaksin-hingga-akhir-desember-2HwR2RO487.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Istimewa</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/25/337/2460983/indonesia-akan-kedatangan-80-juta-dosis-vaksin-hingga-akhir-desember-2HwR2RO487.jpg</image><title>Foto: Istimewa</title></images><description>JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan Indonesia akan menerima kembali sebanyak 80 juta dosis vaksin Covid-19 hingga Desember mendatang.

&amp;ldquo;Bahwa sampai Desember itu ada sekitar 80 juta dosis yang akan dikirimkan. Artinya memang pemberian vaksinasi ini kita lakukan mulai dari Juli, Agustus, September, Oktober, November secara terus menerus,&amp;rdquo; kata Nadia dalam dalam rilis survei Indikator Politik Indonesia secara virtual, Rabu (25/8/2021).

Sementara itu, Nadia mengatakan bahwa saat ini sebanyak 91 juta dosis vaksin telah disuntikkan. &amp;ldquo;Angkanya yang mendapatkan dosis pertama pertama itu sampai hari ini itu ada 91 juta dosis kita suntikan, di mana 58 jutanya itu mendapatkan dosis pertama,&amp;rdquo; katanya.

Nadia mengungkapkan setidaknya saat ini sudah ada 58 juta masyarakat Indonesia yang telah terproteksi terhadap penularan Covid-19, &amp;ldquo;Jadi sudah 58 juta masyarakat Indonesia terproteksi setidaknya sampai dengan 60% terkait adanya antibodi yang bisa memberikan penurunan terhadap penularan Covid-19.&amp;rdquo;

Selain itu, kata Nadia secara cakupan vaksinasi lengkap atau yang telah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap baru 15,7%. &amp;ldquo;Sementara kalau kita melihat yang mendapatkan dosis secara lengkap itu baru 15,7%.&amp;rdquo;

Nadia pun menjelaskan bahwa ketersediaan vaksin Covid-19 ini tidak datang secara bersamaan sehingga proses vaksinasi juga harus bertahap. &amp;ldquo;Nah, kami menyampaikan terkait ketersediaan vaksin bahwa memang vaksin ini tidak datang dalam kondisi bersamaan.&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Jadi dari kebutuhan kita 426 juta dosis vaksin, yang baru kita terima itu sekitar 168 juta. Dari 168 juta, itu 130 juta sudah kita distribusikan. Jadi 30 juta itu masih di Biofarma baik dalam bentuk vaksin jadi maupun vaksin setengah jadi yang harus diproses kembali. Dari 130 juta, 91 juta itu sudah kita distribusikan dan sisanya itu terdistribusi di daerah-daerah,&amp;rdquo; papar Nadia.

Oleh karena itu, Nadia mengatakan dikarenakan ketersediaan vaksin bertahap maka di daerah harus dilakukan pengaturan secara cermat. &amp;ldquo;Jadi memang dikarenakan ketersediaan vaksin yang datang secara bertahap ini menjadi penting untuk daerah-daerah melakukan pengaturan secara cermat,&amp;rdquo; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan Indonesia akan menerima kembali sebanyak 80 juta dosis vaksin Covid-19 hingga Desember mendatang.

&amp;ldquo;Bahwa sampai Desember itu ada sekitar 80 juta dosis yang akan dikirimkan. Artinya memang pemberian vaksinasi ini kita lakukan mulai dari Juli, Agustus, September, Oktober, November secara terus menerus,&amp;rdquo; kata Nadia dalam dalam rilis survei Indikator Politik Indonesia secara virtual, Rabu (25/8/2021).

Sementara itu, Nadia mengatakan bahwa saat ini sebanyak 91 juta dosis vaksin telah disuntikkan. &amp;ldquo;Angkanya yang mendapatkan dosis pertama pertama itu sampai hari ini itu ada 91 juta dosis kita suntikan, di mana 58 jutanya itu mendapatkan dosis pertama,&amp;rdquo; katanya.

Nadia mengungkapkan setidaknya saat ini sudah ada 58 juta masyarakat Indonesia yang telah terproteksi terhadap penularan Covid-19, &amp;ldquo;Jadi sudah 58 juta masyarakat Indonesia terproteksi setidaknya sampai dengan 60% terkait adanya antibodi yang bisa memberikan penurunan terhadap penularan Covid-19.&amp;rdquo;

Selain itu, kata Nadia secara cakupan vaksinasi lengkap atau yang telah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap baru 15,7%. &amp;ldquo;Sementara kalau kita melihat yang mendapatkan dosis secara lengkap itu baru 15,7%.&amp;rdquo;

Nadia pun menjelaskan bahwa ketersediaan vaksin Covid-19 ini tidak datang secara bersamaan sehingga proses vaksinasi juga harus bertahap. &amp;ldquo;Nah, kami menyampaikan terkait ketersediaan vaksin bahwa memang vaksin ini tidak datang dalam kondisi bersamaan.&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Jadi dari kebutuhan kita 426 juta dosis vaksin, yang baru kita terima itu sekitar 168 juta. Dari 168 juta, itu 130 juta sudah kita distribusikan. Jadi 30 juta itu masih di Biofarma baik dalam bentuk vaksin jadi maupun vaksin setengah jadi yang harus diproses kembali. Dari 130 juta, 91 juta itu sudah kita distribusikan dan sisanya itu terdistribusi di daerah-daerah,&amp;rdquo; papar Nadia.

Oleh karena itu, Nadia mengatakan dikarenakan ketersediaan vaksin bertahap maka di daerah harus dilakukan pengaturan secara cermat. &amp;ldquo;Jadi memang dikarenakan ketersediaan vaksin yang datang secara bertahap ini menjadi penting untuk daerah-daerah melakukan pengaturan secara cermat,&amp;rdquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
