<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemenkes Sebut 18,3% Atau 49.000 Data Kasus Aktif Covid-19 di Daerah Belum Diperbaharui</title><description>Siti Nadia Tarmizi mengatakan saat ini ada 18,3% data kasus aktif Covid-19 di daerah atau sekitar 49.000 kasus belum diperbarui.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/25/337/2461105/kemenkes-sebut-18-3-atau-49-000-data-kasus-aktif-covid-19-di-daerah-belum-diperbaharui</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/08/25/337/2461105/kemenkes-sebut-18-3-atau-49-000-data-kasus-aktif-covid-19-di-daerah-belum-diperbaharui"/><item><title>Kemenkes Sebut 18,3% Atau 49.000 Data Kasus Aktif Covid-19 di Daerah Belum Diperbaharui</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/25/337/2461105/kemenkes-sebut-18-3-atau-49-000-data-kasus-aktif-covid-19-di-daerah-belum-diperbaharui</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/08/25/337/2461105/kemenkes-sebut-18-3-atau-49-000-data-kasus-aktif-covid-19-di-daerah-belum-diperbaharui</guid><pubDate>Rabu 25 Agustus 2021 18:55 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/25/337/2461105/kemenkes-sebut-18-3-atau-49-000-data-kasus-aktif-covid-19-di-daerah-belum-diperbaharui-5q5khDXE8r.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/25/337/2461105/kemenkes-sebut-18-3-atau-49-000-data-kasus-aktif-covid-19-di-daerah-belum-diperbaharui-5q5khDXE8r.jpg</image><title>Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi mengatakan saat ini ada 18,3% data kasus aktif Covid-19 di daerah atau sekitar 49.000 kasus belum diperbarui.

&amp;ldquo;Saat ini tentunya kita melihat ada 18,3% data kasus aktif di daerah yang belum diperbaharui. Dan datanya ini merupakan data yang lebih dari 21 hari. Jumlahnya sekitar 49.000 kasus yang belum diperbaharui,&amp;rdquo; ungkap Nadia dalam Konferensi Pers PPKM secara virtual, Rabu (25/8/2021).

Pemerintah dalam hal ini Kemenkes, tegas Nadia, terus menghimbau pemerintah daerah untuk memperbarui data tersebut. &amp;ldquo;Dan, kami menghimbau agar pemerintah daerah segera memperbarui data tersebut. Data ini terus bergerak jumlahnya mengingat masih ada data yang disampaikan yang merupakan data yang sudah lama.&amp;rdquo;

Nadia mengatakan bahwa data yang belum diperbarui oleh daerah ini akan dirilis oleh Kemenkes berdasarkan tanggal kejadian. &amp;ldquo;Kasus-kasus yang baru terilis ini akan kami rilis berdasarkan tanggal kejadian sehingga tidak akan mempengaruhi level situasi pandemi,&amp;rdquo; katanya.

&amp;ldquo;Dan tentunya Kementerian Kesehatan terus bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk melakukan update dan sinkronisasi data kasus aktif yang belum terupdate statusnya itu apakah sudah sembuh atau meninggal,&amp;rdquo; papar Nadia.

Saat ini, kata Nadia, masih tersisa 19.000 kasus atau kurang dari setengah dibandingkan dengan minggu lalu. &amp;ldquo;Kami sampaikan masih ada tersisa sekitar 19.000 kasus yang artinya kurang dari setengah dibandingkan minggu yang lalu,&amp;rdquo; paparnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi mengatakan saat ini ada 18,3% data kasus aktif Covid-19 di daerah atau sekitar 49.000 kasus belum diperbarui.

&amp;ldquo;Saat ini tentunya kita melihat ada 18,3% data kasus aktif di daerah yang belum diperbaharui. Dan datanya ini merupakan data yang lebih dari 21 hari. Jumlahnya sekitar 49.000 kasus yang belum diperbaharui,&amp;rdquo; ungkap Nadia dalam Konferensi Pers PPKM secara virtual, Rabu (25/8/2021).

Pemerintah dalam hal ini Kemenkes, tegas Nadia, terus menghimbau pemerintah daerah untuk memperbarui data tersebut. &amp;ldquo;Dan, kami menghimbau agar pemerintah daerah segera memperbarui data tersebut. Data ini terus bergerak jumlahnya mengingat masih ada data yang disampaikan yang merupakan data yang sudah lama.&amp;rdquo;

Nadia mengatakan bahwa data yang belum diperbarui oleh daerah ini akan dirilis oleh Kemenkes berdasarkan tanggal kejadian. &amp;ldquo;Kasus-kasus yang baru terilis ini akan kami rilis berdasarkan tanggal kejadian sehingga tidak akan mempengaruhi level situasi pandemi,&amp;rdquo; katanya.

&amp;ldquo;Dan tentunya Kementerian Kesehatan terus bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk melakukan update dan sinkronisasi data kasus aktif yang belum terupdate statusnya itu apakah sudah sembuh atau meninggal,&amp;rdquo; papar Nadia.

Saat ini, kata Nadia, masih tersisa 19.000 kasus atau kurang dari setengah dibandingkan dengan minggu lalu. &amp;ldquo;Kami sampaikan masih ada tersisa sekitar 19.000 kasus yang artinya kurang dari setengah dibandingkan minggu yang lalu,&amp;rdquo; paparnya.</content:encoded></item></channel></rss>
