<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini 5 Topik yang Dibahas Jokowi dan Parpol Koalisi, dari Covid-19 hingga Ibu Kota Negara</title><description>Ada 5 topik utama yang disampaikan oleh Jokowi dan ditanggapi positif oleh para ketum dan sekjen.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/25/337/2461136/ini-5-topik-yang-dibahas-jokowi-dan-parpol-koalisi-dari-covid-19-hingga-ibu-kota-negara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/08/25/337/2461136/ini-5-topik-yang-dibahas-jokowi-dan-parpol-koalisi-dari-covid-19-hingga-ibu-kota-negara"/><item><title>Ini 5 Topik yang Dibahas Jokowi dan Parpol Koalisi, dari Covid-19 hingga Ibu Kota Negara</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/25/337/2461136/ini-5-topik-yang-dibahas-jokowi-dan-parpol-koalisi-dari-covid-19-hingga-ibu-kota-negara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/08/25/337/2461136/ini-5-topik-yang-dibahas-jokowi-dan-parpol-koalisi-dari-covid-19-hingga-ibu-kota-negara</guid><pubDate>Rabu 25 Agustus 2021 20:05 WIB</pubDate><dc:creator>Kiswondari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/25/337/2461136/ini-5-topik-yang-dibahas-jokowi-dan-parpol-koalisi-dari-covid-19-hingga-ibu-kota-negara-3EliuIcpQ6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Joko Widodo (Foto: Biro Pers Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/25/337/2461136/ini-5-topik-yang-dibahas-jokowi-dan-parpol-koalisi-dari-covid-19-hingga-ibu-kota-negara-3EliuIcpQ6.jpg</image><title>Presiden Joko Widodo (Foto: Biro Pers Setpres)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja mengumpulkan ketua umum (Ketum) dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) parpol koalisi pemerintah di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam pertemuan itu, ada 5 topik utama yang disampaikan oleh Jokowi dan ditanggapi positif oleh para ketum dan sekjen.

&amp;ldquo;Pertemuan dibuka oleh bapak Presiden, diawali pengantar bapak presiden yang menyampaikan fokus-fokus pembicaraan. Pertemuan dilakukan dengan penuh keakraban namun dengan penuh fokus. Dengan lima topik pembicaraan,&amp;rdquo; kata Sekjen Partai Nasdem Johnny Plate dalam konferensi pers secara daring seusia pertemuan di rumah dinas di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Rabu (25/8/2021).

Pertama, kata Johnny, terkait perkembangan dan evaluasi penaganan Covid-19, tantangan-tantangannya, benchmark yang dilakukan pemerintah. Pihaknya bersyukur melalui penanganan pandemi dan kerja bersama seluruh komponen masyarakat, capaian-capaian menunjukkan tanda-tanda positif dan menggembirakan.

&amp;ldquo;Tugas kita menjaga capaian tersebut dan berusaha mengakhiri pandemi Covid-19 yang memasuki babak-babak baru penaganan c19, baik itu pandemi apalagi segera masuk ke endemik,&amp;rdquo; ujarnya.

Kedua, Johnny melanjutkan, terkait perekonomian nasional, pencapaian dan tantangan makro ekonomi nasional. Melalui kerja keras keras di tahun 2021 terlihat tanda-tanda penanganan ekpnomi Indonesia yang meskipun pada kuartal-1 ada kontraksi 0,7% tapi kuartal-2 tumbuh 7,7%. Hrapannya pertumbuhan bisa dipertahankan di kuartal-3 dan kuartal-4 namun tetap memperhatikan penularan varian delta dan PPKM.

Ketiga, sambung dia, strategi ekonomi dan bisnis negara. Presiden menyampaikan melalui rapat itu, pendukung koalisi kompak agar kebijakan perekonomian Indonesia bisa beranjak ke ekonomi yang berbasis produksi dan produktif. Mendorong untuk menghasilkan nilai tambah yang lebih, secara khusus melalui proses-proses pengolahan di dalam negeri bisa dilakukan.

&amp;ldquo;Khususnya di sketor pertambangan, pertanian dan sektor ekonomi hijau. Melalui hilirisasi dan digitalisasi,&amp;rdquo; imbuh mantan Anggota DPR ini.

Keempat, sambung Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) ini, terkait dengan ketatanegaraan, otonomi daerah (otda) dan sistem pemerintah sebagai dampak dari Covid-19 di mana dibutuhkan sekali kecepatan-kecepatan pengambilan keputusan, tantangan-tantangan dari kebijakan-kebijakan sistem pemerintahan dan otda yang saat ini di masa pandemi.


Dia menjelaskan, dibutuhkan evaluasi meneyeluruh agar Indonesia dalam  tata kelola pemerintahan pusat, pemerintah daerah (pemda) dan sistem  pemerintahan nasional dapat melakukan pengambilan keputsuan yang cepat  dan tepat. Otda dan sistem perundang-undangan saat ini cukup menyulitkan  dalam pengambilan keputusan, ini merupakan kendala yang harsu diatasi.

&amp;ldquo;Setelah 23 tahun otda diterapkan perlu dilakukan evaluasi  menyeluruh, agar kita mempunyai sistem desentralisasi kekuasaan yang  lebih efektif dan cocok dalam pengambilan keputsuan yang cepat khususnya  pada situasi-situasi kedaruratan seperti ini. Kita perlu mereview  secara menyeluruh,&amp;rdquo; papar Johnny.

Dan kelima, dia menambahkan, terkait ibu kota negara (IKN), pihaknya  menyadari bahwa Indonesia masih dalam tahap pandemi Covid-19 dan  tantangan ekonomi yang besar. Namun, pemerintah tetap perlu memikirkan  IKN baru dengan memperhatikan IKN saat ini yakni Jakarta dengan segala  tantangan dan problematika yang sangat kompleks dan juga berbagai  masukan.

&amp;ldquo;Perpindahan IKN tidak akan berlangsung hari ini, yang dilakukan  pertama tentu kesiapan legislasi yang memadai, pembangunan IKN yang  cocok yang dilakuakan bersama-sama dengan partai koalisi,&amp;rdquo; terangnya.

&amp;ldquo;Bapak Presiden menyampaikan pengantar direspons ketum-ketum parpol  dimulai ibu Megawati dan ditutup Ketum Nasdem Surya Paloh. Yang pada  intinya memberikan apresaisi yang sangat tinggi atas kinerja pemerintah  yakni presiden, anggota kabinet, kinerja pemda, kinerja aparat dan  masyarakat sehingga kita bisa sejauh ini menanganai Covid-19 lebih  baik,&amp;rdquo; tambahnya.

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja mengumpulkan ketua umum (Ketum) dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) parpol koalisi pemerintah di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam pertemuan itu, ada 5 topik utama yang disampaikan oleh Jokowi dan ditanggapi positif oleh para ketum dan sekjen.

&amp;ldquo;Pertemuan dibuka oleh bapak Presiden, diawali pengantar bapak presiden yang menyampaikan fokus-fokus pembicaraan. Pertemuan dilakukan dengan penuh keakraban namun dengan penuh fokus. Dengan lima topik pembicaraan,&amp;rdquo; kata Sekjen Partai Nasdem Johnny Plate dalam konferensi pers secara daring seusia pertemuan di rumah dinas di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Rabu (25/8/2021).

Pertama, kata Johnny, terkait perkembangan dan evaluasi penaganan Covid-19, tantangan-tantangannya, benchmark yang dilakukan pemerintah. Pihaknya bersyukur melalui penanganan pandemi dan kerja bersama seluruh komponen masyarakat, capaian-capaian menunjukkan tanda-tanda positif dan menggembirakan.

&amp;ldquo;Tugas kita menjaga capaian tersebut dan berusaha mengakhiri pandemi Covid-19 yang memasuki babak-babak baru penaganan c19, baik itu pandemi apalagi segera masuk ke endemik,&amp;rdquo; ujarnya.

Kedua, Johnny melanjutkan, terkait perekonomian nasional, pencapaian dan tantangan makro ekonomi nasional. Melalui kerja keras keras di tahun 2021 terlihat tanda-tanda penanganan ekpnomi Indonesia yang meskipun pada kuartal-1 ada kontraksi 0,7% tapi kuartal-2 tumbuh 7,7%. Hrapannya pertumbuhan bisa dipertahankan di kuartal-3 dan kuartal-4 namun tetap memperhatikan penularan varian delta dan PPKM.

Ketiga, sambung dia, strategi ekonomi dan bisnis negara. Presiden menyampaikan melalui rapat itu, pendukung koalisi kompak agar kebijakan perekonomian Indonesia bisa beranjak ke ekonomi yang berbasis produksi dan produktif. Mendorong untuk menghasilkan nilai tambah yang lebih, secara khusus melalui proses-proses pengolahan di dalam negeri bisa dilakukan.

&amp;ldquo;Khususnya di sketor pertambangan, pertanian dan sektor ekonomi hijau. Melalui hilirisasi dan digitalisasi,&amp;rdquo; imbuh mantan Anggota DPR ini.

Keempat, sambung Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) ini, terkait dengan ketatanegaraan, otonomi daerah (otda) dan sistem pemerintah sebagai dampak dari Covid-19 di mana dibutuhkan sekali kecepatan-kecepatan pengambilan keputusan, tantangan-tantangan dari kebijakan-kebijakan sistem pemerintahan dan otda yang saat ini di masa pandemi.


Dia menjelaskan, dibutuhkan evaluasi meneyeluruh agar Indonesia dalam  tata kelola pemerintahan pusat, pemerintah daerah (pemda) dan sistem  pemerintahan nasional dapat melakukan pengambilan keputsuan yang cepat  dan tepat. Otda dan sistem perundang-undangan saat ini cukup menyulitkan  dalam pengambilan keputusan, ini merupakan kendala yang harsu diatasi.

&amp;ldquo;Setelah 23 tahun otda diterapkan perlu dilakukan evaluasi  menyeluruh, agar kita mempunyai sistem desentralisasi kekuasaan yang  lebih efektif dan cocok dalam pengambilan keputsuan yang cepat khususnya  pada situasi-situasi kedaruratan seperti ini. Kita perlu mereview  secara menyeluruh,&amp;rdquo; papar Johnny.

Dan kelima, dia menambahkan, terkait ibu kota negara (IKN), pihaknya  menyadari bahwa Indonesia masih dalam tahap pandemi Covid-19 dan  tantangan ekonomi yang besar. Namun, pemerintah tetap perlu memikirkan  IKN baru dengan memperhatikan IKN saat ini yakni Jakarta dengan segala  tantangan dan problematika yang sangat kompleks dan juga berbagai  masukan.

&amp;ldquo;Perpindahan IKN tidak akan berlangsung hari ini, yang dilakukan  pertama tentu kesiapan legislasi yang memadai, pembangunan IKN yang  cocok yang dilakuakan bersama-sama dengan partai koalisi,&amp;rdquo; terangnya.

&amp;ldquo;Bapak Presiden menyampaikan pengantar direspons ketum-ketum parpol  dimulai ibu Megawati dan ditutup Ketum Nasdem Surya Paloh. Yang pada  intinya memberikan apresaisi yang sangat tinggi atas kinerja pemerintah  yakni presiden, anggota kabinet, kinerja pemda, kinerja aparat dan  masyarakat sehingga kita bisa sejauh ini menanganai Covid-19 lebih  baik,&amp;rdquo; tambahnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
