<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Rusia dan Presiden China Sepakat Perangi Ancaman Usai Taliban Kuasai Afghanistan</title><description>Putin dan&amp;nbsp; Jinping, telah sepakat bahwa mereka akan bekerjasama.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/26/18/2461234/presiden-rusia-dan-presiden-china-sepakat-perangi-ancaman-usai-taliban-kuasai-afghanistan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/08/26/18/2461234/presiden-rusia-dan-presiden-china-sepakat-perangi-ancaman-usai-taliban-kuasai-afghanistan"/><item><title>Presiden Rusia dan Presiden China Sepakat Perangi Ancaman Usai Taliban Kuasai Afghanistan</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/26/18/2461234/presiden-rusia-dan-presiden-china-sepakat-perangi-ancaman-usai-taliban-kuasai-afghanistan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/08/26/18/2461234/presiden-rusia-dan-presiden-china-sepakat-perangi-ancaman-usai-taliban-kuasai-afghanistan</guid><pubDate>Kamis 26 Agustus 2021 05:20 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/26/18/2461234/presiden-rusia-dan-presiden-china-sepakat-perangi-ancaman-usai-taliban-kuasai-afghanistan-0BeVOJiimT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping (Foto: AP via VOA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/26/18/2461234/presiden-rusia-dan-presiden-china-sepakat-perangi-ancaman-usai-taliban-kuasai-afghanistan-0BeVOJiimT.jpg</image><title>Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping (Foto: AP via VOA)</title></images><description>RUSIA - Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping, telah sepakat bahwa mereka akan meningkatkan upaya untuk melawan &quot;ancaman&quot; yang muncul dari Afghanistan setelah Taliban mengambil alih kekuasaan.
Melalui pernyataannya, Kremlin mengatakan, dalam percakapan telepon, kedua pemimpin &quot;menyatakan kesiapan untuk meningkatkan upaya memerangi ancaman terorisme dan perdagangan narkoba yang datang dari wilayah Afghanistan,&quot;
Mereka juga membicarakan tentang &quot;pentingnya upaya membangun perdamaian&quot; di Afghanistan dan &quot;mencegah penyebaran ketidakstabilan ke wilayah-wilayah yang berdekatan&quot;.
Putin dan Xi &quot;sepakat mengintensifkan kontak bilateral&quot; dan &quot;memanfaatkan potensi&quot; Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO) yang akan mengadakan pertemuan puncak di Tajikistan bulan depan.
Beberapa negara pecahan Uni Soviet di Asia Tengah di mana terdapat pangkalan militer Rusia, berbatasan dengan China dan Afghanistan.
(Baca juga: Digeledah Taliban, Upaya Evakuasi Wartawan di Afghanistan Diintensifkan)
Meskipun Rusia optimistis namun berhati-hati atas kepemimpinan baru di Afghanistan, Putin memperingatkan akan kemungkinan militan Afghanistan memasuki negara-negara tetangga sebagai pengungsi.
Putin juga mengkritik keterlibatan pihak luar dalam urusan dalam negeri Afghanistan. Ia menyatakan bahwa Moskow telah &quot;belajar dari pengalaman&quot; Uni Soviet menginvasi negara itu selama satu dekade.
(Baca juga: Bantuan Tertahan, Afghanistan Terancam Hadapi Krisis Kemanusiaan)
Setelah Taliban berkuasa pada 15 Agustus, China menyatakan siap untuk memperdalam &quot;hubungan persahabatan dan kerja sama&quot; dengan Afghanistan.
</description><content:encoded>RUSIA - Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping, telah sepakat bahwa mereka akan meningkatkan upaya untuk melawan &quot;ancaman&quot; yang muncul dari Afghanistan setelah Taliban mengambil alih kekuasaan.
Melalui pernyataannya, Kremlin mengatakan, dalam percakapan telepon, kedua pemimpin &quot;menyatakan kesiapan untuk meningkatkan upaya memerangi ancaman terorisme dan perdagangan narkoba yang datang dari wilayah Afghanistan,&quot;
Mereka juga membicarakan tentang &quot;pentingnya upaya membangun perdamaian&quot; di Afghanistan dan &quot;mencegah penyebaran ketidakstabilan ke wilayah-wilayah yang berdekatan&quot;.
Putin dan Xi &quot;sepakat mengintensifkan kontak bilateral&quot; dan &quot;memanfaatkan potensi&quot; Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO) yang akan mengadakan pertemuan puncak di Tajikistan bulan depan.
Beberapa negara pecahan Uni Soviet di Asia Tengah di mana terdapat pangkalan militer Rusia, berbatasan dengan China dan Afghanistan.
(Baca juga: Digeledah Taliban, Upaya Evakuasi Wartawan di Afghanistan Diintensifkan)
Meskipun Rusia optimistis namun berhati-hati atas kepemimpinan baru di Afghanistan, Putin memperingatkan akan kemungkinan militan Afghanistan memasuki negara-negara tetangga sebagai pengungsi.
Putin juga mengkritik keterlibatan pihak luar dalam urusan dalam negeri Afghanistan. Ia menyatakan bahwa Moskow telah &quot;belajar dari pengalaman&quot; Uni Soviet menginvasi negara itu selama satu dekade.
(Baca juga: Bantuan Tertahan, Afghanistan Terancam Hadapi Krisis Kemanusiaan)
Setelah Taliban berkuasa pada 15 Agustus, China menyatakan siap untuk memperdalam &quot;hubungan persahabatan dan kerja sama&quot; dengan Afghanistan.
</content:encoded></item></channel></rss>
