<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Humor Gus Dur : Kualat karena Jelek-Jelekkan Gus Dur</title><description>Gus Dur mengungkapkan kisah saat kiai menjelek-jelekkannya ketika berpidato.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/26/337/2461272/humor-gus-dur-kualat-karena-jelek-jelekkan-gus-dur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/08/26/337/2461272/humor-gus-dur-kualat-karena-jelek-jelekkan-gus-dur"/><item><title>Humor Gus Dur : Kualat karena Jelek-Jelekkan Gus Dur</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/26/337/2461272/humor-gus-dur-kualat-karena-jelek-jelekkan-gus-dur</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/08/26/337/2461272/humor-gus-dur-kualat-karena-jelek-jelekkan-gus-dur</guid><pubDate>Kamis 26 Agustus 2021 07:37 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/26/337/2461272/humor-gus-dur-kualat-karena-jelek-jelekkan-gus-dur-ZF3wl0FM8J.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gus Dur (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/26/337/2461272/humor-gus-dur-kualat-karena-jelek-jelekkan-gus-dur-ZF3wl0FM8J.jpg</image><title>Gus Dur (Ist)</title></images><description>ALMARHUM KH Bukhori Masruri mengungkapkan pernah memberikan nasihat kepada KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang saat itu tengah mnjabat sebagai presiden. Nasihat itu diungkapkannya saat mereka berbuka puasa.

&amp;ldquo;Gus&amp;hellip;!&amp;rdquo; kata mantan Ketua PWNU Jawa Tengah itu, tetap memanggil
&amp;ldquo;Gus&amp;rdquo; meski yang dipanggilnya adalah seorang presiden, mengutip nu.or.id, Kamis (26/8/2021).

&amp;ldquo;Ada apa, Mas Bukhori?&amp;rdquo; jawab Gus Dur.

&amp;ldquo;Anda sekarang jadi bapak manusia se-Indonesia. Dulu hanya menjadi bapak orang NU, sekarang jadi bapak rakyat se-Indonesia. Saya minta dadanya tambah dilapangkan. Kalau ada orang menjelek-jelekkan Anda, entah minta maaf, entah tidak meminta maaf, Anda mesti memaafkan,&amp;rdquo; kata yang juga pencipta lagu-lagu Nasida Ria itu.

&amp;ldquo;Lho, Anda kok punya saran begitu itu bagaimana?&amp;rdquo; jawab Gus Dur.

&amp;ldquo;Sebab ada orang yang menjelek-jelekkan Anda, setelah mengolok-olok Anda, itu terus jatuh, sakit dan mati,&amp;rdquo; katanya.


Kiai Bukhori melanjutkan, ketika menjelek-jelekkan belum selesai, orang itu terjatuh, lalu sakit dan kemudian meninggal dunia. Hal ini membuatnya khawatir jika kemudian kejadian itu terjadi terus menerus.


&amp;ldquo;Pokoknya Anda harus lapangkan dadanya,&amp;rdquo; kata KH Bukhori.

Baca Juga : Kisah Gus Dur : Murid Berbakat yang Ditolak Kuliah di Belanda

Namun, apa jawab Gus Dur?

&amp;ldquo;Oh, ada lagi, Mas Bukhori,&amp;rdquo; sahutnya.

&amp;ldquo;Lho, malah cerita. Orang saya nasihati malah (balik) cerita,&amp;rdquo; ucapnya sambil terkekeh atas kelakuan sahabatnya.

Kiai Bukhori pun kini gantian mendengarkan kisahnya.

&amp;ldquo;Di Purwokerto, ada kiai pidato menjelek-jelekkan saya,&amp;rdquo; kata Gus Dur. Orang-orang pun tertawa.

Menurut kiai yang berpidato, orang-orang pada tertawa karena pidatonya. Padahal karena sarung kiai itu lepas di atas panggung, dan terlihat celananya yang panjang sampai lutut.
</description><content:encoded>ALMARHUM KH Bukhori Masruri mengungkapkan pernah memberikan nasihat kepada KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang saat itu tengah mnjabat sebagai presiden. Nasihat itu diungkapkannya saat mereka berbuka puasa.

&amp;ldquo;Gus&amp;hellip;!&amp;rdquo; kata mantan Ketua PWNU Jawa Tengah itu, tetap memanggil
&amp;ldquo;Gus&amp;rdquo; meski yang dipanggilnya adalah seorang presiden, mengutip nu.or.id, Kamis (26/8/2021).

&amp;ldquo;Ada apa, Mas Bukhori?&amp;rdquo; jawab Gus Dur.

&amp;ldquo;Anda sekarang jadi bapak manusia se-Indonesia. Dulu hanya menjadi bapak orang NU, sekarang jadi bapak rakyat se-Indonesia. Saya minta dadanya tambah dilapangkan. Kalau ada orang menjelek-jelekkan Anda, entah minta maaf, entah tidak meminta maaf, Anda mesti memaafkan,&amp;rdquo; kata yang juga pencipta lagu-lagu Nasida Ria itu.

&amp;ldquo;Lho, Anda kok punya saran begitu itu bagaimana?&amp;rdquo; jawab Gus Dur.

&amp;ldquo;Sebab ada orang yang menjelek-jelekkan Anda, setelah mengolok-olok Anda, itu terus jatuh, sakit dan mati,&amp;rdquo; katanya.


Kiai Bukhori melanjutkan, ketika menjelek-jelekkan belum selesai, orang itu terjatuh, lalu sakit dan kemudian meninggal dunia. Hal ini membuatnya khawatir jika kemudian kejadian itu terjadi terus menerus.


&amp;ldquo;Pokoknya Anda harus lapangkan dadanya,&amp;rdquo; kata KH Bukhori.

Baca Juga : Kisah Gus Dur : Murid Berbakat yang Ditolak Kuliah di Belanda

Namun, apa jawab Gus Dur?

&amp;ldquo;Oh, ada lagi, Mas Bukhori,&amp;rdquo; sahutnya.

&amp;ldquo;Lho, malah cerita. Orang saya nasihati malah (balik) cerita,&amp;rdquo; ucapnya sambil terkekeh atas kelakuan sahabatnya.

Kiai Bukhori pun kini gantian mendengarkan kisahnya.

&amp;ldquo;Di Purwokerto, ada kiai pidato menjelek-jelekkan saya,&amp;rdquo; kata Gus Dur. Orang-orang pun tertawa.

Menurut kiai yang berpidato, orang-orang pada tertawa karena pidatonya. Padahal karena sarung kiai itu lepas di atas panggung, dan terlihat celananya yang panjang sampai lutut.
</content:encoded></item></channel></rss>
