<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mahfud MD Gelar Dialog dengan Tokoh Senior hingga Masyarakat Sipil</title><description>Dialog ini adalah kelanjutan dari rangkaian pertemuan Menko Polhukam dengan berbagai unsur masyarakat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/27/337/2462081/mahfud-md-gelar-dialog-dengan-tokoh-senior-hingga-masyarakat-sipil</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/08/27/337/2462081/mahfud-md-gelar-dialog-dengan-tokoh-senior-hingga-masyarakat-sipil"/><item><title>Mahfud MD Gelar Dialog dengan Tokoh Senior hingga Masyarakat Sipil</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/27/337/2462081/mahfud-md-gelar-dialog-dengan-tokoh-senior-hingga-masyarakat-sipil</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/08/27/337/2462081/mahfud-md-gelar-dialog-dengan-tokoh-senior-hingga-masyarakat-sipil</guid><pubDate>Jum'at 27 Agustus 2021 13:42 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/27/337/2462081/mahfud-md-gelar-dialog-dengan-tokoh-senior-hingga-masyarakat-sipil-kyNJEUROSl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mahfud MD gelar dialog bersama tokoh bangsa (Foto: Humas Kemenko Polhukam)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/27/337/2462081/mahfud-md-gelar-dialog-dengan-tokoh-senior-hingga-masyarakat-sipil-kyNJEUROSl.jpg</image><title>Mahfud MD gelar dialog bersama tokoh bangsa (Foto: Humas Kemenko Polhukam)</title></images><description>JAKARTA - Sejumlah tokoh senior dari kalangan intelektual, mantan pejabat, dan aktivis masyarakat sipil memenuhi undangan Menko Polhukam Mahfud MD untuk berdialog secara virtual pada Kamis 26 Agustus 2021 malam.
Para tokoh yang hadir tersebut antara lain Emil Salim, Kuntoro Mangkusubroto, Goenawan Mohamad, Abdillah Toha, Bagir Manan, Faisal Basri, dan Laode M. Syarief. Hadir pula Erry Riyana Hardjapamekas, Muhammad Nuh, Rhenald Kasali, Halim Alamsyah, Alwi Shihab, Nadirsyah Hosen, Al Hilal Hamdi, Khairil Anwar Notodiputro, dan Hikmahanto Juwana.
Dialog ini adalah kelanjutan dari rangkaian pertemuan Menko Polhukam dengan berbagai unsur masyarakat untuk mendengarkan masukan sekaligus menjelaskan pilihan kebijakan yang ditempuh pemerintah, khususnya di bidang politik, hukum, dan keamanan.
&amp;ldquo;Saya tahu para senior dan sahabat semua adalah orang-orang yang sikapnya jelas terhadap upaya perbaikan bangsa, karena itu saya ingin banyak mendengar tentang apa saja yang perlu menjadi catatan penting saya, baik terkait penegakan hukum, politik, maupun masalah keamanan, dan masalah-masalah lain yang mungkin perlu ditangani pemerintah,&amp;rdquo; ujar Mahfud dalam keterangannya, Jumat (27/8/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;Mahfud MD Minta Hakim Tegakkan Keadilan, Bukan Cuma Hukum
Para tokoh secara bergantian menyampaikan pandangan sekaligus masukan kepada pemerintah melalui Menko Mahfud MD. Emil Salim mempertanyakan sikap pemerintah yang merencanakan anggaran besar untuk persenjataan dan pemindahan ibu Kota di saat keuangan negara sedang mengalami tekanan yang berat.
&amp;ldquo;Saya berempati dengan Menteri Keuangan yang pusing kepala, tetapi banyak dari teman-teman kita di departemen kurang paham bahwa pengeluaran menjadi terbatas sehingga berbagai pengeluaran seperti pembelian senjata, Ibu Kota negara dan macam-macam, berjalan seolah-olah keuangan itu tersedia banyak, padahal tidak,&quot; ujarnya.
&quot;Ini bakal menyulitkan pengelolaan keuangan negara,&amp;rdquo; imbuh ekonom senior dan Guru Besar UI itu.
Baca juga:&amp;nbsp;Cerita Mahfud MD saat Gus Dur Jadi Presiden: Indonesia Hebat Bisa BersatuMantan anggota DPR Abdillah Toha yang selama ini dikenal sebagai pendukung Presiden Jokowi mengkritik berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai tidak pro rakyat.
&amp;ldquo;Periode kedua ini banyak hal yang menjadi tanda tanya besar. Saya ingin kasih contoh satu, KPK. Kita bingung orang-orang yang berprestasi luar biasa di KPK itu tetap diberhentikan, dan tidak ada tindak lanjut dari Presiden,&amp;rdquo; ujar politisi senior yang juga salah satu pendiri Partai Amanat Nasional ini.
Masukan soal penanganan pandemi disampaikan oleh mantan Menteri Pertambangan dan Energi, Kuntoro Mangkusubroto. Menurutnya, hasil yang dicapai dalam penanganan pandemi sejauh ini cukup baik, namun tidak dilakukan secara sistem melalui pendekatan organisasi yang benar.
Baca juga:&amp;nbsp;Mahfud MD Sebut Pelengseran Gus Dur Tidak Sah Secara Hukum
&amp;ldquo;Cara kerja yang organized, yang sudah disiapkan pendahulu sebelumnya ditinggalkan, atas nama kecepatan. Bagus, tapi governancenya tidak. Saat pandemi ini puncaknya, tidak ada satu organisasi yang permanen untuk menangani, padahal masalahnya makin serius. Akumulasi informasi yang menjadi pengetahuan, tidak akan terjadi kalau tidak ada organisasi,&amp;rdquo; ujar mantan Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan itu.
Sedangkan pengamat ekonomi, Faisal Basri menyoroti beberapa persoalan hukum di bidang ekonomi. Menurutnya, ekonomi akan survive kalau penegakan hukumnya baik.
Baca juga:&amp;nbsp;Mahfud MD Tegaskan Islam Perjuangan Substansi, Bukan Formal Simbolik
&amp;ldquo;Saya terkejut dengan misalnya dibebaskannya kewajiban membangun kebun untuk gula rafinasi, sehingga kita mendengar keluhan dari industri makanan minuman, mereka sangat terganggu. Di Jawa Timur, tidak ada pabrik yang memproduksi gula rafinasi, kita menunggu kehancuran pabrik gula nasional,&amp;rdquo; kritik Faisal.



Mantan komisioner KPK, Laode M. Syarief menambahkan bahwa ada kecenderungan ruang publik menjadi menyempit dan sulit menyampaikan aspirasi ke pemerintah.
&amp;ldquo;Teman-teman yang seharusnya ada di pemerintahan, aksesnya mejadi sangat terbatas. Yang sering berkomunikasi dengan publik hanya Professor Mahfud, yang lain tidak pernah membuka komunikasi. Dulu, kita bisa bersilaturahmi menyampaikan kalau merasa kurang nyaman terhadap suatu kebijakan,&amp;rdquo; ujar Laode.
Baca juga:&amp;nbsp;Mahfud MD Sebut Kemerdekaan Pers Pasca-Reformasi Makin Kuat, Ini Penyebabnya
Semua yang hadir dalam dialog ini menyampaikan pandangannya, kemudian satu per satu direspons oleh Menko Polhukam di akhir acara.
&amp;ldquo;Apa yang disampaikan, baik itu kritik, keluhan, atau masukan, pada umumnya senada, dan sebagian besar sudah diketahui pemerintah. Masalahnya sekarang, kita harus menemukan peta jalan untuk mengurai dan membenahi semua masalah itu, dan untuk itu kontribusi dari bapak-bapak sangat diperlukan&amp;rdquo; ujar Mahfud MD.
Baca juga:&amp;nbsp;Dorong Indonesia Masuk ke Anggota FATF, Mahfud MD: Agar Sejajar dengan Negara Maju</description><content:encoded>JAKARTA - Sejumlah tokoh senior dari kalangan intelektual, mantan pejabat, dan aktivis masyarakat sipil memenuhi undangan Menko Polhukam Mahfud MD untuk berdialog secara virtual pada Kamis 26 Agustus 2021 malam.
Para tokoh yang hadir tersebut antara lain Emil Salim, Kuntoro Mangkusubroto, Goenawan Mohamad, Abdillah Toha, Bagir Manan, Faisal Basri, dan Laode M. Syarief. Hadir pula Erry Riyana Hardjapamekas, Muhammad Nuh, Rhenald Kasali, Halim Alamsyah, Alwi Shihab, Nadirsyah Hosen, Al Hilal Hamdi, Khairil Anwar Notodiputro, dan Hikmahanto Juwana.
Dialog ini adalah kelanjutan dari rangkaian pertemuan Menko Polhukam dengan berbagai unsur masyarakat untuk mendengarkan masukan sekaligus menjelaskan pilihan kebijakan yang ditempuh pemerintah, khususnya di bidang politik, hukum, dan keamanan.
&amp;ldquo;Saya tahu para senior dan sahabat semua adalah orang-orang yang sikapnya jelas terhadap upaya perbaikan bangsa, karena itu saya ingin banyak mendengar tentang apa saja yang perlu menjadi catatan penting saya, baik terkait penegakan hukum, politik, maupun masalah keamanan, dan masalah-masalah lain yang mungkin perlu ditangani pemerintah,&amp;rdquo; ujar Mahfud dalam keterangannya, Jumat (27/8/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;Mahfud MD Minta Hakim Tegakkan Keadilan, Bukan Cuma Hukum
Para tokoh secara bergantian menyampaikan pandangan sekaligus masukan kepada pemerintah melalui Menko Mahfud MD. Emil Salim mempertanyakan sikap pemerintah yang merencanakan anggaran besar untuk persenjataan dan pemindahan ibu Kota di saat keuangan negara sedang mengalami tekanan yang berat.
&amp;ldquo;Saya berempati dengan Menteri Keuangan yang pusing kepala, tetapi banyak dari teman-teman kita di departemen kurang paham bahwa pengeluaran menjadi terbatas sehingga berbagai pengeluaran seperti pembelian senjata, Ibu Kota negara dan macam-macam, berjalan seolah-olah keuangan itu tersedia banyak, padahal tidak,&quot; ujarnya.
&quot;Ini bakal menyulitkan pengelolaan keuangan negara,&amp;rdquo; imbuh ekonom senior dan Guru Besar UI itu.
Baca juga:&amp;nbsp;Cerita Mahfud MD saat Gus Dur Jadi Presiden: Indonesia Hebat Bisa BersatuMantan anggota DPR Abdillah Toha yang selama ini dikenal sebagai pendukung Presiden Jokowi mengkritik berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai tidak pro rakyat.
&amp;ldquo;Periode kedua ini banyak hal yang menjadi tanda tanya besar. Saya ingin kasih contoh satu, KPK. Kita bingung orang-orang yang berprestasi luar biasa di KPK itu tetap diberhentikan, dan tidak ada tindak lanjut dari Presiden,&amp;rdquo; ujar politisi senior yang juga salah satu pendiri Partai Amanat Nasional ini.
Masukan soal penanganan pandemi disampaikan oleh mantan Menteri Pertambangan dan Energi, Kuntoro Mangkusubroto. Menurutnya, hasil yang dicapai dalam penanganan pandemi sejauh ini cukup baik, namun tidak dilakukan secara sistem melalui pendekatan organisasi yang benar.
Baca juga:&amp;nbsp;Mahfud MD Sebut Pelengseran Gus Dur Tidak Sah Secara Hukum
&amp;ldquo;Cara kerja yang organized, yang sudah disiapkan pendahulu sebelumnya ditinggalkan, atas nama kecepatan. Bagus, tapi governancenya tidak. Saat pandemi ini puncaknya, tidak ada satu organisasi yang permanen untuk menangani, padahal masalahnya makin serius. Akumulasi informasi yang menjadi pengetahuan, tidak akan terjadi kalau tidak ada organisasi,&amp;rdquo; ujar mantan Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan itu.
Sedangkan pengamat ekonomi, Faisal Basri menyoroti beberapa persoalan hukum di bidang ekonomi. Menurutnya, ekonomi akan survive kalau penegakan hukumnya baik.
Baca juga:&amp;nbsp;Mahfud MD Tegaskan Islam Perjuangan Substansi, Bukan Formal Simbolik
&amp;ldquo;Saya terkejut dengan misalnya dibebaskannya kewajiban membangun kebun untuk gula rafinasi, sehingga kita mendengar keluhan dari industri makanan minuman, mereka sangat terganggu. Di Jawa Timur, tidak ada pabrik yang memproduksi gula rafinasi, kita menunggu kehancuran pabrik gula nasional,&amp;rdquo; kritik Faisal.



Mantan komisioner KPK, Laode M. Syarief menambahkan bahwa ada kecenderungan ruang publik menjadi menyempit dan sulit menyampaikan aspirasi ke pemerintah.
&amp;ldquo;Teman-teman yang seharusnya ada di pemerintahan, aksesnya mejadi sangat terbatas. Yang sering berkomunikasi dengan publik hanya Professor Mahfud, yang lain tidak pernah membuka komunikasi. Dulu, kita bisa bersilaturahmi menyampaikan kalau merasa kurang nyaman terhadap suatu kebijakan,&amp;rdquo; ujar Laode.
Baca juga:&amp;nbsp;Mahfud MD Sebut Kemerdekaan Pers Pasca-Reformasi Makin Kuat, Ini Penyebabnya
Semua yang hadir dalam dialog ini menyampaikan pandangannya, kemudian satu per satu direspons oleh Menko Polhukam di akhir acara.
&amp;ldquo;Apa yang disampaikan, baik itu kritik, keluhan, atau masukan, pada umumnya senada, dan sebagian besar sudah diketahui pemerintah. Masalahnya sekarang, kita harus menemukan peta jalan untuk mengurai dan membenahi semua masalah itu, dan untuk itu kontribusi dari bapak-bapak sangat diperlukan&amp;rdquo; ujar Mahfud MD.
Baca juga:&amp;nbsp;Dorong Indonesia Masuk ke Anggota FATF, Mahfud MD: Agar Sejajar dengan Negara Maju</content:encoded></item></channel></rss>
