<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>NTT Wilayah Kepulauan, Ketua DPD Nilai Vaksinasi Terapung Solusi Tepat</title><description>Jajaran Polda NTT sudah menyuntikkan vaksin Covid kepada 2.003 warga pesisir di pulau-pulau terpencil.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/27/337/2462165/ntt-wilayah-kepulauan-ketua-dpd-nilai-vaksinasi-terapung-solusi-tepat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/08/27/337/2462165/ntt-wilayah-kepulauan-ketua-dpd-nilai-vaksinasi-terapung-solusi-tepat"/><item><title>NTT Wilayah Kepulauan, Ketua DPD Nilai Vaksinasi Terapung Solusi Tepat</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/27/337/2462165/ntt-wilayah-kepulauan-ketua-dpd-nilai-vaksinasi-terapung-solusi-tepat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/08/27/337/2462165/ntt-wilayah-kepulauan-ketua-dpd-nilai-vaksinasi-terapung-solusi-tepat</guid><pubDate>Jum'at 27 Agustus 2021 15:28 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/27/337/2462165/ntt-wilayah-kepulauan-ketua-dpd-nilai-vaksinasi-terapung-solusi-tepat-wfKxv2fthS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua DPD, La Nyalla Mattaliti (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/27/337/2462165/ntt-wilayah-kepulauan-ketua-dpd-nilai-vaksinasi-terapung-solusi-tepat-wfKxv2fthS.jpg</image><title>Ketua DPD, La Nyalla Mattaliti (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Vaksinasi terapung yang diterapkan di Nusa Tenggara Timur (NTT), mendapat dukungan dari Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Menurutnya, vaksinasi harus sesuai dengan karakter geografis wilayah.

Vaksinasi terapung dilakukan Polda NTT dengan memanfaatkan kapal milik Direktorat Polisi Air (Ditpolair). Jajaran Polda NTT sudah menyuntikkan vaksin Covid kepada 2.003 warga pesisir di pulau-pulau terpencil.

&amp;ldquo;Langkah Polda NTT melakukan jemput bola kepada masyarakat di pulau-pulau kecil dan terpencil dengan vaksinasi terapung adalah solusi yang tepat,&amp;rdquo; kata LaNyalla, Jumat (27/8/2021).

Menurutnya, program tersebut akan mempercepat program vaksinasi. LaNyalla pun menyebut langkah Polda NTT memberikan vaksinasi terapung kepada warga kepulauan yang umumnya bekerja sebagai nelayan dan petani rumput laut, sebagai bentuk ketepatan sasaran vaksin.

&amp;ldquo;Karena kalau warga yang tinggal di pulau kecil harus mendatangi kota untuk mendapat vaksin, rasanya cukup memberatkan. Sebab mereka terkendala jarak. Untuk sampai ke kota mereka butuh waktu berjam-jam dengan kapal. Jadi memang harus ada pendekatan seperti jemput bola ini,&amp;rdquo; paparnya.

Untuk memaksimalkan program vaksinasi terapung ini, LaNyalla menilai harus ada kerja sama dari berbagai instansi. Sebab semakin banyak gerakan vaksinasi terapung dilakukan, semakin banyak warga pesisir yang terlindungi dari bahaya virus Corona.

&amp;ldquo;Karena armada Polda NTT terbatas, mereka baru bisa mendatangi 11 pulau selama 4 bulan berlayar. Padahal di NTT, ada ratusan pulau-pulau kecil. Jadi memang harus ada kerja sama dengan instansi atau lembaga yang memiliki armada kapal lain seperti TNI, Basarnas, atau unit dari Kementerian Kelautan dan Perikanan,&amp;rdquo; jelas LaNyalla.

Menurut Senator asal Jawa Timur itu, Pemprov NTT dan masing-masing pemda di wilayah ini perlu mewadahi dan mengakomodir kerja sama vaksinasi terapung. LaNyalla mengatakan, kapal-kapal yang berkeliling untuk menyiapkan vaksin bagi warga di pulau kecil dan terpencil juga akan membantu target terciptanya herd immunity.

&amp;ldquo;Dengan kondisi geografis di NTT, vaksinasi keliling dengan  kapal-kapal memang sangat efektif. Dan akan semakin efektif apabila  program vaksinasi terapung ini dibarengi sekaligus dengan penyaluran  bansos dari pemerintah,&amp;rdquo; terang mantan Ketua Umum PSSI tersebut.

LaNyalla menambahkan, pendekatan langsung kepada masyarakat juga  penting sebagai bentuk sosialisasi mengenai penerapan protokol kesehatan  di era pandemi. Program vaksinasi terapung juga diharapkan dilakukan  secara konsisten dan berkelanjutan.

&amp;ldquo;Jika memungkinkan gelar vaksinasi massal di pulau tempat sasaran.  Namun jika memang penduduk di 1 pulau sedikit, mungkin lebih efektif  dengan membawa mereka untuk mendapatkan suntikan vaksin di kapal  vaksinasi terapung,&amp;rdquo; ujar LaNyalla.

&amp;ldquo;Program vaksinasi terapung seperti yang dilakukan di NTT ini harus  diikuti daerah lain yang wilayahnya juga terdiri dari banyak pulau-pulau  kecil,&amp;rdquo; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Vaksinasi terapung yang diterapkan di Nusa Tenggara Timur (NTT), mendapat dukungan dari Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Menurutnya, vaksinasi harus sesuai dengan karakter geografis wilayah.

Vaksinasi terapung dilakukan Polda NTT dengan memanfaatkan kapal milik Direktorat Polisi Air (Ditpolair). Jajaran Polda NTT sudah menyuntikkan vaksin Covid kepada 2.003 warga pesisir di pulau-pulau terpencil.

&amp;ldquo;Langkah Polda NTT melakukan jemput bola kepada masyarakat di pulau-pulau kecil dan terpencil dengan vaksinasi terapung adalah solusi yang tepat,&amp;rdquo; kata LaNyalla, Jumat (27/8/2021).

Menurutnya, program tersebut akan mempercepat program vaksinasi. LaNyalla pun menyebut langkah Polda NTT memberikan vaksinasi terapung kepada warga kepulauan yang umumnya bekerja sebagai nelayan dan petani rumput laut, sebagai bentuk ketepatan sasaran vaksin.

&amp;ldquo;Karena kalau warga yang tinggal di pulau kecil harus mendatangi kota untuk mendapat vaksin, rasanya cukup memberatkan. Sebab mereka terkendala jarak. Untuk sampai ke kota mereka butuh waktu berjam-jam dengan kapal. Jadi memang harus ada pendekatan seperti jemput bola ini,&amp;rdquo; paparnya.

Untuk memaksimalkan program vaksinasi terapung ini, LaNyalla menilai harus ada kerja sama dari berbagai instansi. Sebab semakin banyak gerakan vaksinasi terapung dilakukan, semakin banyak warga pesisir yang terlindungi dari bahaya virus Corona.

&amp;ldquo;Karena armada Polda NTT terbatas, mereka baru bisa mendatangi 11 pulau selama 4 bulan berlayar. Padahal di NTT, ada ratusan pulau-pulau kecil. Jadi memang harus ada kerja sama dengan instansi atau lembaga yang memiliki armada kapal lain seperti TNI, Basarnas, atau unit dari Kementerian Kelautan dan Perikanan,&amp;rdquo; jelas LaNyalla.

Menurut Senator asal Jawa Timur itu, Pemprov NTT dan masing-masing pemda di wilayah ini perlu mewadahi dan mengakomodir kerja sama vaksinasi terapung. LaNyalla mengatakan, kapal-kapal yang berkeliling untuk menyiapkan vaksin bagi warga di pulau kecil dan terpencil juga akan membantu target terciptanya herd immunity.

&amp;ldquo;Dengan kondisi geografis di NTT, vaksinasi keliling dengan  kapal-kapal memang sangat efektif. Dan akan semakin efektif apabila  program vaksinasi terapung ini dibarengi sekaligus dengan penyaluran  bansos dari pemerintah,&amp;rdquo; terang mantan Ketua Umum PSSI tersebut.

LaNyalla menambahkan, pendekatan langsung kepada masyarakat juga  penting sebagai bentuk sosialisasi mengenai penerapan protokol kesehatan  di era pandemi. Program vaksinasi terapung juga diharapkan dilakukan  secara konsisten dan berkelanjutan.

&amp;ldquo;Jika memungkinkan gelar vaksinasi massal di pulau tempat sasaran.  Namun jika memang penduduk di 1 pulau sedikit, mungkin lebih efektif  dengan membawa mereka untuk mendapatkan suntikan vaksin di kapal  vaksinasi terapung,&amp;rdquo; ujar LaNyalla.

&amp;ldquo;Program vaksinasi terapung seperti yang dilakukan di NTT ini harus  diikuti daerah lain yang wilayahnya juga terdiri dari banyak pulau-pulau  kecil,&amp;rdquo; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
