<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pungli Bansos Covid-19 di Tangerang hingga Rp200 Ribu, Modusnya Banyak</title><description>Sudah ada 15 sampe 20 orang yang dimintai keterangan, sabar dulu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/27/338/2462039/pungli-bansos-covid-19-di-tangerang-hingga-rp200-ribu-modusnya-banyak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/08/27/338/2462039/pungli-bansos-covid-19-di-tangerang-hingga-rp200-ribu-modusnya-banyak"/><item><title>Pungli Bansos Covid-19 di Tangerang hingga Rp200 Ribu, Modusnya Banyak</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/27/338/2462039/pungli-bansos-covid-19-di-tangerang-hingga-rp200-ribu-modusnya-banyak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/08/27/338/2462039/pungli-bansos-covid-19-di-tangerang-hingga-rp200-ribu-modusnya-banyak</guid><pubDate>Jum'at 27 Agustus 2021 12:49 WIB</pubDate><dc:creator>Hasan Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/27/338/2462039/pungli-bansos-covid-19-di-tangerang-hingga-rp200-ribu-modusnya-banyak-C1zgaRFsBv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto : Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/27/338/2462039/pungli-bansos-covid-19-di-tangerang-hingga-rp200-ribu-modusnya-banyak-C1zgaRFsBv.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto : Okezone.com)</title></images><description>TANGERANG - Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, I Dewa Gede Wirajana mengatakan, pihak masih melakukan pemeriksaan sejumlah saksi terkait pungli bansos Covid-19 di Kota Tangerang.

Dari pemeriksaan itu, dia mengatakan, ada banyak modus yang digunakan untuk pungli bansos Covid-19. Di antaranya, mulai dari potongan langsung sebesar Rp50 ribu, operasi batok Rp50 ribu, hingga Rp200 ribu.

&quot;Masih berlangsung, Kasi Intel dan tim masih menyelesaikan tugas-tugasnya. Sudah ada 15 sampe 20 orang yang dimintai keterangan, sabar dulu,&quot; katanya, kepada Sindonews, Jumat (27/8/2021).

Dilanjutkan dia, pihaknya pun berharap pengungkapan kasus pungli ini dapat segera diselesaikan. Namun, melihat wilayah Kota Tangerang yang luas dan pelakunya yang cukup banyak, dirinya tidak bisa buru-buru.

Baca Juga :&amp;nbsp;Cek Perbedaan Data Kematian Covid-19 di Lampung, Ini Temuan KSP

&quot;Saya minta secepatnya. Karena saya tidak mau berlama-lama untuk menyelesaikan kasus itu. Cepat selesai, segera kita limpahkan. Karena kan di sini masyarakatnya banyak ya, jadi satu-satu dikuliti,&quot; sambungnya.

Tantangan lain yang dihadapi, lanjut dia, banyak saksi yang tidak mau memenuhi panggilan petugas untuk dilakukan pemeriksaan. Hal ini menjadi persoalan tersendiri dalam pengungkapan kasus tersebut.</description><content:encoded>TANGERANG - Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, I Dewa Gede Wirajana mengatakan, pihak masih melakukan pemeriksaan sejumlah saksi terkait pungli bansos Covid-19 di Kota Tangerang.

Dari pemeriksaan itu, dia mengatakan, ada banyak modus yang digunakan untuk pungli bansos Covid-19. Di antaranya, mulai dari potongan langsung sebesar Rp50 ribu, operasi batok Rp50 ribu, hingga Rp200 ribu.

&quot;Masih berlangsung, Kasi Intel dan tim masih menyelesaikan tugas-tugasnya. Sudah ada 15 sampe 20 orang yang dimintai keterangan, sabar dulu,&quot; katanya, kepada Sindonews, Jumat (27/8/2021).

Dilanjutkan dia, pihaknya pun berharap pengungkapan kasus pungli ini dapat segera diselesaikan. Namun, melihat wilayah Kota Tangerang yang luas dan pelakunya yang cukup banyak, dirinya tidak bisa buru-buru.

Baca Juga :&amp;nbsp;Cek Perbedaan Data Kematian Covid-19 di Lampung, Ini Temuan KSP

&quot;Saya minta secepatnya. Karena saya tidak mau berlama-lama untuk menyelesaikan kasus itu. Cepat selesai, segera kita limpahkan. Karena kan di sini masyarakatnya banyak ya, jadi satu-satu dikuliti,&quot; sambungnya.

Tantangan lain yang dihadapi, lanjut dia, banyak saksi yang tidak mau memenuhi panggilan petugas untuk dilakukan pemeriksaan. Hal ini menjadi persoalan tersendiri dalam pengungkapan kasus tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
