<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Kerajaan di Banten, Raja-rajanya Keturunan Sunan Gunung Jati</title><description>Sunan Gunung Jati turut berperan dalam pemindahan ibu kota Kesultanan Banten ke Surosowan Banten.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/29/337/2462700/kisah-kerajaan-di-banten-raja-rajanya-keturunan-sunan-gunung-jati</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/08/29/337/2462700/kisah-kerajaan-di-banten-raja-rajanya-keturunan-sunan-gunung-jati"/><item><title>Kisah Kerajaan di Banten, Raja-rajanya Keturunan Sunan Gunung Jati</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/29/337/2462700/kisah-kerajaan-di-banten-raja-rajanya-keturunan-sunan-gunung-jati</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/08/29/337/2462700/kisah-kerajaan-di-banten-raja-rajanya-keturunan-sunan-gunung-jati</guid><pubDate>Minggu 29 Agustus 2021 07:30 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/28/337/2462700/kisah-kerajaan-di-banten-raja-rajanya-keturunan-sunan-gunung-jati-lslCAvr8qV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Masjid Agung Kesultanan Banten. (Foto: ist.)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/28/337/2462700/kisah-kerajaan-di-banten-raja-rajanya-keturunan-sunan-gunung-jati-lslCAvr8qV.jpg</image><title>Masjid Agung Kesultanan Banten. (Foto: ist.)</title></images><description>SEBELUM abad ke-XVI, berita-berita tentang Banten tidak banyak tercatat dalam sejarah. Konon pada mulanya Banten masih merupakan bagian dari kekuasaan Kerajaan Sunda. Penguasa Banten pada saat itu adalah Prabu Pucuk Umum, Putera dari Prabu Sidaraja Pajajaran.
Adapun pusat Pemerintahannya bertempat di Banten Girang, sekitar 3 km di selatan Kota Serang. Pada abad ke-VI, Islam mulai masuk ke Banten di bawa oleh Sunan Gunung Jati atau Syech Syarif Hidayatullah yang secara berangsur-angsur mengembangkan Agama Islam di Banten dan sekitarnya serta dapat menaklukan pemerintahan Prabu Pucuk Umum (Tahun 1524-1525  M).
BACA JUGA:&amp;nbsp;Ketika Kompeni Belanda Minta 500 Ekor Kerbau dan 1.500 Sapi kepada Sultan Banten&amp;nbsp;
Selanjutnya Beliau mendirikan Kerajaan atau Kesultanan Islam di Banten dengan mengangkat puteranya bernama Maulana Hasanuddin menjadi raja atau sultan Banten yang pertama yang berkuasa  sekitar 18 tahun, yakni tahun 1552-1570 M.
Atas prakarsa Sunan Gunung Jati, pusat pemerintahan yang semula bertempat di Banten Girang dipindahkan ke Surosowan Banten lama (Banten lor) yang terletak  sekira 10 km di sebelah utara Kota Serang. Demikian dilansir dari serangkab.go.id.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Kerajaan Banten Miliki Kampung Internasional untuk Pedagang Arab, Mesir, hingga Turki&amp;nbsp;
Setelah Sultan Hasanuddin wafat (Tahun 1570), digantikan oleh puteranya yang bernama Maulana Yusuf sebagai Raja Banten yang kedua, tahun 1570-1580 M.
Selanjutnya, posisi itu diganti oleh raja atau sultan yang ketiga, keempat dan seterusnya sampai dengan terakhir Sultan yang ke-21 (Dua Puluh Satu) yaitu Sultan Muhammad Rafiudin yang berkuasa pada Tahun 1809 sampai dengan 1816.
Jadi periode Kesultanan atau Kerajaan Islam di Banten berjalan selama kurun waktu kurang lebih 264 tahun yaitu dari 1552 hingga 1816.</description><content:encoded>SEBELUM abad ke-XVI, berita-berita tentang Banten tidak banyak tercatat dalam sejarah. Konon pada mulanya Banten masih merupakan bagian dari kekuasaan Kerajaan Sunda. Penguasa Banten pada saat itu adalah Prabu Pucuk Umum, Putera dari Prabu Sidaraja Pajajaran.
Adapun pusat Pemerintahannya bertempat di Banten Girang, sekitar 3 km di selatan Kota Serang. Pada abad ke-VI, Islam mulai masuk ke Banten di bawa oleh Sunan Gunung Jati atau Syech Syarif Hidayatullah yang secara berangsur-angsur mengembangkan Agama Islam di Banten dan sekitarnya serta dapat menaklukan pemerintahan Prabu Pucuk Umum (Tahun 1524-1525  M).
BACA JUGA:&amp;nbsp;Ketika Kompeni Belanda Minta 500 Ekor Kerbau dan 1.500 Sapi kepada Sultan Banten&amp;nbsp;
Selanjutnya Beliau mendirikan Kerajaan atau Kesultanan Islam di Banten dengan mengangkat puteranya bernama Maulana Hasanuddin menjadi raja atau sultan Banten yang pertama yang berkuasa  sekitar 18 tahun, yakni tahun 1552-1570 M.
Atas prakarsa Sunan Gunung Jati, pusat pemerintahan yang semula bertempat di Banten Girang dipindahkan ke Surosowan Banten lama (Banten lor) yang terletak  sekira 10 km di sebelah utara Kota Serang. Demikian dilansir dari serangkab.go.id.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Kerajaan Banten Miliki Kampung Internasional untuk Pedagang Arab, Mesir, hingga Turki&amp;nbsp;
Setelah Sultan Hasanuddin wafat (Tahun 1570), digantikan oleh puteranya yang bernama Maulana Yusuf sebagai Raja Banten yang kedua, tahun 1570-1580 M.
Selanjutnya, posisi itu diganti oleh raja atau sultan yang ketiga, keempat dan seterusnya sampai dengan terakhir Sultan yang ke-21 (Dua Puluh Satu) yaitu Sultan Muhammad Rafiudin yang berkuasa pada Tahun 1809 sampai dengan 1816.
Jadi periode Kesultanan atau Kerajaan Islam di Banten berjalan selama kurun waktu kurang lebih 264 tahun yaitu dari 1552 hingga 1816.</content:encoded></item></channel></rss>
