<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kelompok Teroris Manfaatkan Badan Amal untuk Cari Dana</title><description>Begitu banyak kami menemukan mereka membangun badan amal.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/31/337/2463935/kelompok-teroris-manfaatkan-badan-amal-untuk-cari-dana</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/08/31/337/2463935/kelompok-teroris-manfaatkan-badan-amal-untuk-cari-dana"/><item><title>Kelompok Teroris Manfaatkan Badan Amal untuk Cari Dana</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/31/337/2463935/kelompok-teroris-manfaatkan-badan-amal-untuk-cari-dana</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/08/31/337/2463935/kelompok-teroris-manfaatkan-badan-amal-untuk-cari-dana</guid><pubDate>Selasa 31 Agustus 2021 15:34 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Nalom</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/31/337/2463935/kelompok-teroris-manfaatkan-badan-amal-untuk-cari-dana-IBaSAryHzq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto : Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/31/337/2463935/kelompok-teroris-manfaatkan-badan-amal-untuk-cari-dana-IBaSAryHzq.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto : Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Densus 88 Anti Teror Polri, Irjen Pol Martinus Hukom mengungkapkan pendanaan oleh kelompok terorisme dilakukan dengan membentuk badan amal. Hal tersebut ditemukan pada aksi terorisme baru-baru ini.

&amp;ldquo;Beberapa hari terakhir ini kita menangkap, terutama tahun-tahun terakhir, begitu banyak kita menemukan mereka membangun badan amal,&amp;rdquo; kata Kepala Densus 88 Anti Teror Polri, Irjen Pol Martinus Hukom Focus Group Discussion yang disiarkan dalam kanal Youtube Divisi Humas Polri, Selasa (31/8/2021)

Martinus menambahkan, nantinya badan amal  yang dibangun tersebut akan ditawarkan kembali ke masyarakat. Adapun modus ini digunakan untuk menargetkan  warga-warga yang mempunyai jiwa sosial yang tinggi.

&amp;ldquo;Sehingga masyarakat kita yang mempunyai jiwa sosial yang tinggi ini mendonasikan uang ke badan amal tersebut. Tanpa sadar masyarakat kita untuk melakukan itu,&amp;rdquo; sambungnya.

Dalam kesempatan tersebut Martinus juga mengatakan masih terdapat beberapa metode pendanaan untuk aksi terorisme. Bahkan, pendanaan kerap datang dari negara luar negeri.

&amp;ldquo;Selama ini yang kita ikuti, mereka menggunakan istilah &amp;lsquo;faid&amp;rsquo; itu nomenklatur yang mereka gunakan, yang sebenarnya upaya untuk melegitimasi apa yang mereka lakukan yaitu pencurian atau kejahatan perampokan dan lain-lain,&amp;rdquo; tuturnya.

&amp;ldquo;Mereka juga pernah ditemukan menggunakan cyber crime, lalu ada infaq dari anggota, kemudian badan amal, begitu juga ada datang dari luar negeri, begitu pula dari simpatisan mereka sendiri.&amp;rdquo; imbuhnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Densus 88 Anti Teror Polri, Irjen Pol Martinus Hukom mengungkapkan pendanaan oleh kelompok terorisme dilakukan dengan membentuk badan amal. Hal tersebut ditemukan pada aksi terorisme baru-baru ini.

&amp;ldquo;Beberapa hari terakhir ini kita menangkap, terutama tahun-tahun terakhir, begitu banyak kita menemukan mereka membangun badan amal,&amp;rdquo; kata Kepala Densus 88 Anti Teror Polri, Irjen Pol Martinus Hukom Focus Group Discussion yang disiarkan dalam kanal Youtube Divisi Humas Polri, Selasa (31/8/2021)

Martinus menambahkan, nantinya badan amal  yang dibangun tersebut akan ditawarkan kembali ke masyarakat. Adapun modus ini digunakan untuk menargetkan  warga-warga yang mempunyai jiwa sosial yang tinggi.

&amp;ldquo;Sehingga masyarakat kita yang mempunyai jiwa sosial yang tinggi ini mendonasikan uang ke badan amal tersebut. Tanpa sadar masyarakat kita untuk melakukan itu,&amp;rdquo; sambungnya.

Dalam kesempatan tersebut Martinus juga mengatakan masih terdapat beberapa metode pendanaan untuk aksi terorisme. Bahkan, pendanaan kerap datang dari negara luar negeri.

&amp;ldquo;Selama ini yang kita ikuti, mereka menggunakan istilah &amp;lsquo;faid&amp;rsquo; itu nomenklatur yang mereka gunakan, yang sebenarnya upaya untuk melegitimasi apa yang mereka lakukan yaitu pencurian atau kejahatan perampokan dan lain-lain,&amp;rdquo; tuturnya.

&amp;ldquo;Mereka juga pernah ditemukan menggunakan cyber crime, lalu ada infaq dari anggota, kemudian badan amal, begitu juga ada datang dari luar negeri, begitu pula dari simpatisan mereka sendiri.&amp;rdquo; imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
