<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Humor Gus Dur: Sesama Setan Jangan Saling Lempar</title><description>Presiden Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur melontarkan celotehannya yang jenaka.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/01/337/2464120/humor-gus-dur-sesama-setan-jangan-saling-lempar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/09/01/337/2464120/humor-gus-dur-sesama-setan-jangan-saling-lempar"/><item><title>Humor Gus Dur: Sesama Setan Jangan Saling Lempar</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/01/337/2464120/humor-gus-dur-sesama-setan-jangan-saling-lempar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/09/01/337/2464120/humor-gus-dur-sesama-setan-jangan-saling-lempar</guid><pubDate>Rabu 01 September 2021 06:15 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/31/337/2464120/humor-gus-dur-sesama-setan-jangan-saling-lempar-3fY4dpRa57.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gus Dur (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/31/337/2464120/humor-gus-dur-sesama-setan-jangan-saling-lempar-3fY4dpRa57.jpg</image><title>Gus Dur (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur melontarkan celotehannya yang jenaka. Tak heran hingga kini, humor Gus Dur masih membuat orang terbahak-bahak saat mengenangnya.
Suatu ketika, Gus Dur menceritakan bahwa dirinya berangkat ke Makkah, Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji di masa pemerintahan Orde Baru. Ia pergi bersama Soeharto, yang kala itu menjabat presiden beserta sejumlah menteri.
Sejumlah ritual haji dilewati hingga ke tahap lempar jumrah. Rombongan Soeharto pun melakukan lempar jumrah sebagai simbol mengusir setan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Tiga Kandidat Presiden Amerika Serikat
Lempar jumrah dilakukan dengan cara melempar batu ke tiang mirip patung. Harmoko, Menteri Penerangan kala itu yang paling rajin meminta petunjuk.
Namun, kesialan dialami Harmoko saat melempar jumrah. Beberapa kali batu yang dilemparnya berbalik menghantam jidatnya. &amp;ldquo;Wah kenapa jadi begini ya,&amp;rdquo; cerita Gus Dur.
Harmoko yang merasa takut dan gemetar langsung berpindah posisi. Hasilnya sama saja, setiap batu yang dilemparnya kembali berbalik menghantam dirinya.
Harmoko terus melakukan jumrah, setelah tujuh kali masih selalu sama. Harmoko pun celingak-celinguk mencari posisi presiden dengan maksud meminta petunjuk. Setelah  ketemu, ia  tergopoh-gopoh  menghampiri Bapak Presiden.
Namun, sebelum sampai  di hadapan Soeharto, ia  turut  mendengar bisikan &quot;Hai  manuia, sesama setan jangan saling lempar.&quot;
Baca Juga:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Cari Merek TV di Glodok</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur melontarkan celotehannya yang jenaka. Tak heran hingga kini, humor Gus Dur masih membuat orang terbahak-bahak saat mengenangnya.
Suatu ketika, Gus Dur menceritakan bahwa dirinya berangkat ke Makkah, Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji di masa pemerintahan Orde Baru. Ia pergi bersama Soeharto, yang kala itu menjabat presiden beserta sejumlah menteri.
Sejumlah ritual haji dilewati hingga ke tahap lempar jumrah. Rombongan Soeharto pun melakukan lempar jumrah sebagai simbol mengusir setan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Tiga Kandidat Presiden Amerika Serikat
Lempar jumrah dilakukan dengan cara melempar batu ke tiang mirip patung. Harmoko, Menteri Penerangan kala itu yang paling rajin meminta petunjuk.
Namun, kesialan dialami Harmoko saat melempar jumrah. Beberapa kali batu yang dilemparnya berbalik menghantam jidatnya. &amp;ldquo;Wah kenapa jadi begini ya,&amp;rdquo; cerita Gus Dur.
Harmoko yang merasa takut dan gemetar langsung berpindah posisi. Hasilnya sama saja, setiap batu yang dilemparnya kembali berbalik menghantam dirinya.
Harmoko terus melakukan jumrah, setelah tujuh kali masih selalu sama. Harmoko pun celingak-celinguk mencari posisi presiden dengan maksud meminta petunjuk. Setelah  ketemu, ia  tergopoh-gopoh  menghampiri Bapak Presiden.
Namun, sebelum sampai  di hadapan Soeharto, ia  turut  mendengar bisikan &quot;Hai  manuia, sesama setan jangan saling lempar.&quot;
Baca Juga:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Cari Merek TV di Glodok</content:encoded></item></channel></rss>
