<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kebijakan Pemerintah soal Covid-19 Dianggap Berubah-ubah, Ini Penjelasan Menko PMK</title><description>Muhadjir Effendy mengatakan, kebijakan pemerintah bersifat elastis atau berubah-ubah karena menyesuaikan perilaku virus corona</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/01/337/2464719/kebijakan-pemerintah-soal-covid-19-dianggap-berubah-ubah-ini-penjelasan-menko-pmk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/09/01/337/2464719/kebijakan-pemerintah-soal-covid-19-dianggap-berubah-ubah-ini-penjelasan-menko-pmk"/><item><title>Kebijakan Pemerintah soal Covid-19 Dianggap Berubah-ubah, Ini Penjelasan Menko PMK</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/01/337/2464719/kebijakan-pemerintah-soal-covid-19-dianggap-berubah-ubah-ini-penjelasan-menko-pmk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/09/01/337/2464719/kebijakan-pemerintah-soal-covid-19-dianggap-berubah-ubah-ini-penjelasan-menko-pmk</guid><pubDate>Rabu 01 September 2021 20:23 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/01/337/2464719/kebijakan-pemerintah-soal-covid-19-dianggap-berubah-ubah-ini-penjelasan-menko-pmk-eLqAUZpMEM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko PMK, Muhadjir Effendy (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/01/337/2464719/kebijakan-pemerintah-soal-covid-19-dianggap-berubah-ubah-ini-penjelasan-menko-pmk-eLqAUZpMEM.jpg</image><title>Menko PMK, Muhadjir Effendy (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, kebijakan pemerintah bersifat elastis atau berubah-ubah karena menyesuaikan perilaku virus corona atau Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan Muhadjir saat menjadi narasumber dalam acara Round Table Discussion soal pemanfaatan media sosial yang diselenggarakan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) secara daring.

&quot;Bahwa kebijakan-kebijakan pemerintah, kenapa harus selalu elastis dan disesuaikan keadaan. Di  dalam kacamata orang dianggap selalu berubah-ubah. Sebenarnya ini tidak lepas dari keadaan perilaku dari Covid-19,&amp;rdquo; ujar Muhadjir dikutip dari keterangan resminya, Rabu (1/9/2021).

Muhadjir mengakui banyak asumsi kesehatan yang sudah dibangun untuk penanganan Covid-19, namun akibat perilaku virus yang berubah-ubah akhirnya turut berdampak pada perubahan kebijakan pemerintah.

Misalnya, ibu hamil yang semula diasumsikan tidak akan mudah terkena Covid-19 terbantahkan oleh banyaknya ibu hamil yang terinfeksi Covid-19, bahkan tidak jarang anak yang dilahirkan pun terpapar Covid-19.

Begitu juga remaja yang dinilai memiliki imunitas sangat bagus semakin hari kian banyak yang terjangkit Covid-19. Termasuk, konsep herd immunity atau kekebalan kelompok yang diasumsikan apabila sudah mencapai 70% maka akan mampu melindungi masyarakat dari bahaya Covid-19.

&amp;ldquo;Asumsi kita kalau semua sudah divaksin lebih dari 70% maka mereka yang belum divaksin akan terpagari oleh mereka yang sudah terjangkit maupun yang divaksin. Kenyataannya jangankan yang belum divaksin, yang sudah vaksin pun bisa terserang Covid-19,&amp;rdquo; kata Menko PMK.

Menurut Muhadjir, hal itu menunjukkan teori herd immunity yang telah terbukti ampuh dalam penanganan wabah-wabah sebelumnya kini terpatahkan oleh Covid-19. Oleh karenanya, semua pihak harus betul-betul diberikan penyadaran dan pemahaman mengenai pentingya kebijakan yang tepat terkait penanganan Covid-19.

&amp;ldquo;Kita harus menyadari Covid-19 ini telah menyadarkan banyak hal kepada kita, termasuk infrastruktur kesehatan kita yang masih kurang baik justru dengan Covid-19 ini kita bisa bergegas untuk membangun infrastruktur kesehatan kita agar betul-betul bisa lebih andal di masa depan,&amp;rdquo; pungkas Menko PMK.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, kebijakan pemerintah bersifat elastis atau berubah-ubah karena menyesuaikan perilaku virus corona atau Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan Muhadjir saat menjadi narasumber dalam acara Round Table Discussion soal pemanfaatan media sosial yang diselenggarakan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) secara daring.

&quot;Bahwa kebijakan-kebijakan pemerintah, kenapa harus selalu elastis dan disesuaikan keadaan. Di  dalam kacamata orang dianggap selalu berubah-ubah. Sebenarnya ini tidak lepas dari keadaan perilaku dari Covid-19,&amp;rdquo; ujar Muhadjir dikutip dari keterangan resminya, Rabu (1/9/2021).

Muhadjir mengakui banyak asumsi kesehatan yang sudah dibangun untuk penanganan Covid-19, namun akibat perilaku virus yang berubah-ubah akhirnya turut berdampak pada perubahan kebijakan pemerintah.

Misalnya, ibu hamil yang semula diasumsikan tidak akan mudah terkena Covid-19 terbantahkan oleh banyaknya ibu hamil yang terinfeksi Covid-19, bahkan tidak jarang anak yang dilahirkan pun terpapar Covid-19.

Begitu juga remaja yang dinilai memiliki imunitas sangat bagus semakin hari kian banyak yang terjangkit Covid-19. Termasuk, konsep herd immunity atau kekebalan kelompok yang diasumsikan apabila sudah mencapai 70% maka akan mampu melindungi masyarakat dari bahaya Covid-19.

&amp;ldquo;Asumsi kita kalau semua sudah divaksin lebih dari 70% maka mereka yang belum divaksin akan terpagari oleh mereka yang sudah terjangkit maupun yang divaksin. Kenyataannya jangankan yang belum divaksin, yang sudah vaksin pun bisa terserang Covid-19,&amp;rdquo; kata Menko PMK.

Menurut Muhadjir, hal itu menunjukkan teori herd immunity yang telah terbukti ampuh dalam penanganan wabah-wabah sebelumnya kini terpatahkan oleh Covid-19. Oleh karenanya, semua pihak harus betul-betul diberikan penyadaran dan pemahaman mengenai pentingya kebijakan yang tepat terkait penanganan Covid-19.

&amp;ldquo;Kita harus menyadari Covid-19 ini telah menyadarkan banyak hal kepada kita, termasuk infrastruktur kesehatan kita yang masih kurang baik justru dengan Covid-19 ini kita bisa bergegas untuk membangun infrastruktur kesehatan kita agar betul-betul bisa lebih andal di masa depan,&amp;rdquo; pungkas Menko PMK.
</content:encoded></item></channel></rss>
