<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dokter Reisa Minta Masyarakat Contoh Semarang yang Berhasil Turun ke PPKM Level 2</title><description>dr. Reisa Broto Asmoro meminta masyarakat contoh kota Semarang, Jawa Tengah</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/01/337/2464756/dokter-reisa-minta-masyarakat-contoh-semarang-yang-berhasil-turun-ke-ppkm-level-2</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/09/01/337/2464756/dokter-reisa-minta-masyarakat-contoh-semarang-yang-berhasil-turun-ke-ppkm-level-2"/><item><title>Dokter Reisa Minta Masyarakat Contoh Semarang yang Berhasil Turun ke PPKM Level 2</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/01/337/2464756/dokter-reisa-minta-masyarakat-contoh-semarang-yang-berhasil-turun-ke-ppkm-level-2</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/09/01/337/2464756/dokter-reisa-minta-masyarakat-contoh-semarang-yang-berhasil-turun-ke-ppkm-level-2</guid><pubDate>Rabu 01 September 2021 22:28 WIB</pubDate><dc:creator>Widya Michella</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/01/337/2464756/dokter-reisa-minta-masyarakat-contoh-semarang-yang-berhasil-turun-ke-ppkm-level-2-Fjh73nxBxj.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Jubir Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro (Foto: Satgas Covid-19)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/01/337/2464756/dokter-reisa-minta-masyarakat-contoh-semarang-yang-berhasil-turun-ke-ppkm-level-2-Fjh73nxBxj.jpeg</image><title>Jubir Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro (Foto: Satgas Covid-19)</title></images><description>JAKARTA - dr. Reisa Broto Asmoro meminta masyarakat contoh kota Semarang, Jawa Tengah dalam upaya menurunkan covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Menurut pantauan dari satgas kota Semarang, garis kepatuhan prokes kota Semarang tinggi mencapai 97% lebih artinya hampir setiap orang Semarang yang berada di ruang publik telah paham perlunya memakai masker, sedangkan untuk menjaga jarak dan kerumunan ada di angka 86%.

&quot;Memang masih perlu perbaikan tapi angka kepatuhan ini cukup tinggi hampir 9 dari 10 orang paham akan jaga jarak dan tidak berkerumun yang membuat diri mereka lebih aman dari resiko penularan covid 19,&quot;jelas dr Reisa dalam siaran pers PPKM secara virtual, Rabu,(01/09/2021)

Ia menambahkan antusiasme masyarakat Semarang untuk divaksinasi juga tinggi hampir 77% telah menerima dosis pertama dan lebih dari 53% sudah menerima dosis kedua. Masyarakat Semarang pun masih menjaga mobilitas mereka meski minggu lalu beberapa aktivitas masyarakat sudah berangsur dibuka.

&quot;Namun hasil pantauan silacak yang dikembangkan kemenkomarves tidak menunjukkan peningkatan drastis di kota Semarang. Peningkatannya masih di bawah 3% bahkan dari pantauan Google Mobility  Google per 25 Agustus 2021 masih di bawah 20%,&quot;urainya.

Walaupun begitu masyarakat Semarang dan Jawa tengah masih banyak bekerja dari rumah/WFH ini meski sudah berada di level 2 dan masih berhati-hati dalam melakukan mobilitas.

&quot;Tidak ada yang aman jika pandemi covid 19 masih ada. Oleh karena kita harus berterima kasih kepada warga Semarang dan penduduk Jateng yang memilah-milah mobilitas mereka,&quot; harapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - dr. Reisa Broto Asmoro meminta masyarakat contoh kota Semarang, Jawa Tengah dalam upaya menurunkan covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Menurut pantauan dari satgas kota Semarang, garis kepatuhan prokes kota Semarang tinggi mencapai 97% lebih artinya hampir setiap orang Semarang yang berada di ruang publik telah paham perlunya memakai masker, sedangkan untuk menjaga jarak dan kerumunan ada di angka 86%.

&quot;Memang masih perlu perbaikan tapi angka kepatuhan ini cukup tinggi hampir 9 dari 10 orang paham akan jaga jarak dan tidak berkerumun yang membuat diri mereka lebih aman dari resiko penularan covid 19,&quot;jelas dr Reisa dalam siaran pers PPKM secara virtual, Rabu,(01/09/2021)

Ia menambahkan antusiasme masyarakat Semarang untuk divaksinasi juga tinggi hampir 77% telah menerima dosis pertama dan lebih dari 53% sudah menerima dosis kedua. Masyarakat Semarang pun masih menjaga mobilitas mereka meski minggu lalu beberapa aktivitas masyarakat sudah berangsur dibuka.

&quot;Namun hasil pantauan silacak yang dikembangkan kemenkomarves tidak menunjukkan peningkatan drastis di kota Semarang. Peningkatannya masih di bawah 3% bahkan dari pantauan Google Mobility  Google per 25 Agustus 2021 masih di bawah 20%,&quot;urainya.

Walaupun begitu masyarakat Semarang dan Jawa tengah masih banyak bekerja dari rumah/WFH ini meski sudah berada di level 2 dan masih berhati-hati dalam melakukan mobilitas.

&quot;Tidak ada yang aman jika pandemi covid 19 masih ada. Oleh karena kita harus berterima kasih kepada warga Semarang dan penduduk Jateng yang memilah-milah mobilitas mereka,&quot; harapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
