<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jepang Tarik Vaksin Moderna yang Tercemar</title><description>Moderna dan mitra Jepangnya, Takeda Pharmaceutical, pada Rabu (1/9) menarik vaksin Moderna.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/02/18/2465246/jepang-tarik-vaksin-moderna-yang-tercemar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/09/02/18/2465246/jepang-tarik-vaksin-moderna-yang-tercemar"/><item><title>Jepang Tarik Vaksin Moderna yang Tercemar</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/02/18/2465246/jepang-tarik-vaksin-moderna-yang-tercemar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/09/02/18/2465246/jepang-tarik-vaksin-moderna-yang-tercemar</guid><pubDate>Kamis 02 September 2021 18:08 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/02/18/2465246/jepang-tarik-vaksin-moderna-yang-tercemar-sWsELk8lQD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Vaksin Moderna (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/02/18/2465246/jepang-tarik-vaksin-moderna-yang-tercemar-sWsELk8lQD.jpg</image><title>Vaksin Moderna (Foto: Reuters)</title></images><description>JEPANG - Moderna dan mitra Jepangnya, Takeda Pharmaceutical, pada Rabu (1/9) menarik vaksin Moderna menyusul dibatalkannya pengunaan 1,63 juta dosis vaksin tersebut karena kekhawatiran pencemaran.
Minggu lalu beberapa vial atau botol kecil vaksin itu ditemukan tercemar baja stainless.
Pejabat Jepang pada Rabu (1/9) mengatakan partikel baja stainless itu bukan merupakan ancaman kesehatan. Sedangkan Moderna mengatakan, itu kemungkinan disebabkan oleh keping logam yang bersinggungan dalam mesin.
&amp;ldquo;Baja stainless secara rutin digunakan dalam katup jantung, penggantian sendi, dan jahitan logam, dan stapel. Karena itu, tidak diantisipasi bahwa suntikan partikel ini akan menambah risiko medis,&amp;rdquo; kata Takeda dan Moderna dalam pernyataan bersama.
(Baca juga: Partikel Hitam Ditemukan dalam Botol, Jepang Tangguhkan Penggunaan Vaksin Moderna)
Menurut Taro Kono, Menteri Jepang yang mengawasi vaksinasi, sekitar 500 ribu orang menerima dosis kedua dari kelompok vaksin yang tercemar ini.
Fokus terhadap dosis tercemar ini semakin besar setelah dua orang meninggal beberapa hari setelah menerima dosis kedua dari kelompok vaksin tercemar ini.
Sementara itu kematian mereka masih diselidiki, Moderna dan Takeda mengatakan, tidak ada bukti vaksin berperan dalam kematian mereka.
(Baca juga: 2,6 Juta Vaksin Moderna Terkontaminasi, 2 Orang Meninggal)
</description><content:encoded>JEPANG - Moderna dan mitra Jepangnya, Takeda Pharmaceutical, pada Rabu (1/9) menarik vaksin Moderna menyusul dibatalkannya pengunaan 1,63 juta dosis vaksin tersebut karena kekhawatiran pencemaran.
Minggu lalu beberapa vial atau botol kecil vaksin itu ditemukan tercemar baja stainless.
Pejabat Jepang pada Rabu (1/9) mengatakan partikel baja stainless itu bukan merupakan ancaman kesehatan. Sedangkan Moderna mengatakan, itu kemungkinan disebabkan oleh keping logam yang bersinggungan dalam mesin.
&amp;ldquo;Baja stainless secara rutin digunakan dalam katup jantung, penggantian sendi, dan jahitan logam, dan stapel. Karena itu, tidak diantisipasi bahwa suntikan partikel ini akan menambah risiko medis,&amp;rdquo; kata Takeda dan Moderna dalam pernyataan bersama.
(Baca juga: Partikel Hitam Ditemukan dalam Botol, Jepang Tangguhkan Penggunaan Vaksin Moderna)
Menurut Taro Kono, Menteri Jepang yang mengawasi vaksinasi, sekitar 500 ribu orang menerima dosis kedua dari kelompok vaksin yang tercemar ini.
Fokus terhadap dosis tercemar ini semakin besar setelah dua orang meninggal beberapa hari setelah menerima dosis kedua dari kelompok vaksin tercemar ini.
Sementara itu kematian mereka masih diselidiki, Moderna dan Takeda mengatakan, tidak ada bukti vaksin berperan dalam kematian mereka.
(Baca juga: 2,6 Juta Vaksin Moderna Terkontaminasi, 2 Orang Meninggal)
</content:encoded></item></channel></rss>
