<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Idjon Djanbi, Pendiri Kopassus yang Lihai Pisahkan Dunia Sipil dan Militer</title><description>Sosok tentara sangat kental dengan sikap militernya yang disiplin dan terkesan kaku bila bergaul dengan masyarakat sipil.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/03/337/2465686/kisah-idjon-djanbi-pendiri-kopassus-yang-lihai-pisahkan-dunia-sipil-dan-militer</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/09/03/337/2465686/kisah-idjon-djanbi-pendiri-kopassus-yang-lihai-pisahkan-dunia-sipil-dan-militer"/><item><title>Kisah Idjon Djanbi, Pendiri Kopassus yang Lihai Pisahkan Dunia Sipil dan Militer</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/03/337/2465686/kisah-idjon-djanbi-pendiri-kopassus-yang-lihai-pisahkan-dunia-sipil-dan-militer</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/09/03/337/2465686/kisah-idjon-djanbi-pendiri-kopassus-yang-lihai-pisahkan-dunia-sipil-dan-militer</guid><pubDate>Jum'at 03 September 2021 14:45 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/03/337/2465686/kisah-idjon-djanbi-pendiri-kopassus-yang-lihai-pisahkan-dunia-sipil-dan-militer-ji57rS3y9S.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Idjon Djanbi (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/03/337/2465686/kisah-idjon-djanbi-pendiri-kopassus-yang-lihai-pisahkan-dunia-sipil-dan-militer-ji57rS3y9S.jpg</image><title>Idjon Djanbi (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Sosok tentara sangat kental dengan sikap militernya yang disiplin dan terkesan kaku bila bergaul dengan masyarakat sipil. Namun, itu tidak bagi Letkol Inf (Purn) Mochammad Idjon Djanbi.
Salah satu tokoh yang ikut andil dalam berdirinya Komando Pasukan Khusus (Kopassus) itu kerap berbaur dengan masyarakat. Dirinya lihai memisahkan dunia sipil dengan militer saat bersama masyarakat.
Hal tersebut pun masih dikenang oleh masyarakat. Seperti masyarakat di kawasan perkebunan di sekitar Cukul, Pangalengan, Bandung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Heru Djanbi, anak kedua Idjon Djanbi menceritakan, kalau dirinya pernah menanyakan kepada masyarakat setempat mengenai sosok ayahnya. Ketika itu dirinya sedang ke Cukul untuk menengok rumah.
Baca Juga:&amp;nbsp;Gunakan Hercules, TNI Kirim Oksigen Generator ke Wamena Papua Barat
Masyarakat setempat ternyata masih mengingat ayahnya. Hubungan juga masih terjalin baik hingga sekarang.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya tanya sama penduduk, dia masih ingat dengan Pak Idjon. Artinya kan dulu ada kesan tertentu,&quot; ujarnya saat berbincang Okezone beberapa waktu lalu.
Heru meyakini hubungan yang baik itu bisa terjalin karena memang ayahnya lihat memposisikan diri saat bersama teman-temannya di militer atau ketika sedang bersama masyarakat sipil.
&quot;Ternyata memang dulu sering tuh, para pemetik teh di sana dikasih jas hujan sama bapak. Sama penduduk sipil, katanya penduduk situ, bapak orangnya santai, cuek, enggak ada militer-militernya sama sekali,&amp;rdquo; tuturnya.
Idjon Djanbi merupakan perwira instruktur Korps Speciale Troepen (KST) atau Pasukan Khusus Belanda. Dia direkrut Panglima Komando Tentara Teritorium III/Siliwangi (kini Kodam III/Siliwangi) Kolonel Alexander Evert Kawilarang, untuk membentuk satu unit pasukan khusus.
Baca Juga:&amp;nbsp;6 Bulan Jaga Perbatasan Indonesia, TNI Amankan 100 Senpi dan Bahan Peledak
Idjon Djanbi tetap dianggap &amp;ldquo;orang asing&amp;rdquo; buat pemerintah. Kendati sudah mengubah kewarganegaraan dan menikahi wanita Indonesia. Bahkan, menjadi mualaf dan mengubah namanya dari Rokus Bernardus Visser menjadi M Idjon Djanbi.</description><content:encoded>JAKARTA - Sosok tentara sangat kental dengan sikap militernya yang disiplin dan terkesan kaku bila bergaul dengan masyarakat sipil. Namun, itu tidak bagi Letkol Inf (Purn) Mochammad Idjon Djanbi.
Salah satu tokoh yang ikut andil dalam berdirinya Komando Pasukan Khusus (Kopassus) itu kerap berbaur dengan masyarakat. Dirinya lihai memisahkan dunia sipil dengan militer saat bersama masyarakat.
Hal tersebut pun masih dikenang oleh masyarakat. Seperti masyarakat di kawasan perkebunan di sekitar Cukul, Pangalengan, Bandung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Heru Djanbi, anak kedua Idjon Djanbi menceritakan, kalau dirinya pernah menanyakan kepada masyarakat setempat mengenai sosok ayahnya. Ketika itu dirinya sedang ke Cukul untuk menengok rumah.
Baca Juga:&amp;nbsp;Gunakan Hercules, TNI Kirim Oksigen Generator ke Wamena Papua Barat
Masyarakat setempat ternyata masih mengingat ayahnya. Hubungan juga masih terjalin baik hingga sekarang.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya tanya sama penduduk, dia masih ingat dengan Pak Idjon. Artinya kan dulu ada kesan tertentu,&quot; ujarnya saat berbincang Okezone beberapa waktu lalu.
Heru meyakini hubungan yang baik itu bisa terjalin karena memang ayahnya lihat memposisikan diri saat bersama teman-temannya di militer atau ketika sedang bersama masyarakat sipil.
&quot;Ternyata memang dulu sering tuh, para pemetik teh di sana dikasih jas hujan sama bapak. Sama penduduk sipil, katanya penduduk situ, bapak orangnya santai, cuek, enggak ada militer-militernya sama sekali,&amp;rdquo; tuturnya.
Idjon Djanbi merupakan perwira instruktur Korps Speciale Troepen (KST) atau Pasukan Khusus Belanda. Dia direkrut Panglima Komando Tentara Teritorium III/Siliwangi (kini Kodam III/Siliwangi) Kolonel Alexander Evert Kawilarang, untuk membentuk satu unit pasukan khusus.
Baca Juga:&amp;nbsp;6 Bulan Jaga Perbatasan Indonesia, TNI Amankan 100 Senpi dan Bahan Peledak
Idjon Djanbi tetap dianggap &amp;ldquo;orang asing&amp;rdquo; buat pemerintah. Kendati sudah mengubah kewarganegaraan dan menikahi wanita Indonesia. Bahkan, menjadi mualaf dan mengubah namanya dari Rokus Bernardus Visser menjadi M Idjon Djanbi.</content:encoded></item></channel></rss>
