<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Agar Ingat Pandemi Covid-19, Papa Muda Tato Permanen Barcode Vaksin   </title><description>Seorang papa muda di Gunungkidul, Yogyakarta ini nekat mentato permanen tangan kanannya menggunakan barcode.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/03/510/2465550/agar-ingat-pandemi-covid-19-papa-muda-tato-permanen-barcode-vaksin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/09/03/510/2465550/agar-ingat-pandemi-covid-19-papa-muda-tato-permanen-barcode-vaksin"/><item><title> Agar Ingat Pandemi Covid-19, Papa Muda Tato Permanen Barcode Vaksin   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/03/510/2465550/agar-ingat-pandemi-covid-19-papa-muda-tato-permanen-barcode-vaksin</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/09/03/510/2465550/agar-ingat-pandemi-covid-19-papa-muda-tato-permanen-barcode-vaksin</guid><pubDate>Jum'at 03 September 2021 10:59 WIB</pubDate><dc:creator>Kismaya Wibowo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/03/510/2465550/agar-ingat-pandemi-covid-19-papa-muda-tato-permanen-barcode-vaksin-cNKiBfYnCJ.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Warga saat divaksin Covid-19 (foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/03/510/2465550/agar-ingat-pandemi-covid-19-papa-muda-tato-permanen-barcode-vaksin-cNKiBfYnCJ.jfif</image><title>Warga saat divaksin Covid-19 (foto: Dok Okezone)</title></images><description>GUNUNGKIDUL - Seorang papa muda di Gunungkidul, Yogyakarta ini nekat mentato permanen tangan kanannya menggunakan barcode vaksin usai dirinya sukses vaksin.

Hal tersebut dilakukan sebagai ucapan rasa syukur atas program vaksin yang sukses dijalaninya serta sebagai upaya pecut semangat, agar pariwisata segera dibuka mengingat pekerjaan sang bapak muda beranak satu ini merupakan pemandu obyek wisata snorkeling
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Pemerintah Target 2,3 Juta Suntikan Vaksin Covid-19 per Hari Tercapai Bulan Ini
Yusuf Aditya, papa muda asal Kelurahan Baleharjo, tengah menjadi pembicaraan hangat dikalangan netizen di Gunungkidul, bukan tanpa alasan yang tidak jelas. Pria kelahiran 1992 ini jadi pembicaraan lantaran nekat mentato permanen tangan kanannya menggunakan bar code vaksin.

Adit mengaku sempat menolak program vaksin yang direncanakan program pemerintah untuk melihat berbagai kabar miring tentang vaksinasi. Namun, seiring dengan berjalannya waktu serta banyaknya teman - teman yang sudah berhasil menjalani vaksin, akhirnya adit memutuskan untuk menjalani vaksinasi dan berjalan dengan sukses.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Efek Samping Usai Vaksinasi Covid-19 Hal Lumrah
Keinginannya semakin mengkuat, usai kebijakan Provinsi DIY yang mengatakan jika pariwisata Gunungkidul akan kembali dibuka jika angka vaksinasi sudah menembus angka 80% membuat dirinya tergugah untuk segera vaksinasi. Maklum saja, bapak satu anak ini sebelumnya merupakan seorang pemandu dan pengusaha penyewaaan jasa snorkeling di Pantai Nglmabor Gunungkidul yang harus tutup dan kini aktif menjadi youtuber.

Pemilik chanel youtuber &quot;adhitya putratama&quot; dengan subscriber mencapai 5,6 ribu ini tak menyangka, aksi dirinya mentato bar code vaksin menjadi viral dan menjadi bahan omongan di media sosial.

Ia pun berharap masyarakat khususnya pelaku wisata segera melakukan vaksinasi agar sektor pariwisata segera bergeliat kembali seperti pada awalnya, pasalnya jika pariwisata ditutup terus semakin membuat pelaku wisata terpuruk.

&amp;ldquo;Ingin ada pengingat bahwa sempat anti vaksin dan akhirnya melakukan vaksinasi,&amp;rdquo; kata Adit.

Selain itu, pemilihan tato tersebut juga untuk memudahkan pengecekan bukti vaksinasi yang saat ini mulai diterapkan di pusat perbelanjaan dan ke depannya sebagai syarat pelaku ekonomi kreatif (ekraf) untuk berkegiatan.


</description><content:encoded>GUNUNGKIDUL - Seorang papa muda di Gunungkidul, Yogyakarta ini nekat mentato permanen tangan kanannya menggunakan barcode vaksin usai dirinya sukses vaksin.

Hal tersebut dilakukan sebagai ucapan rasa syukur atas program vaksin yang sukses dijalaninya serta sebagai upaya pecut semangat, agar pariwisata segera dibuka mengingat pekerjaan sang bapak muda beranak satu ini merupakan pemandu obyek wisata snorkeling
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Pemerintah Target 2,3 Juta Suntikan Vaksin Covid-19 per Hari Tercapai Bulan Ini
Yusuf Aditya, papa muda asal Kelurahan Baleharjo, tengah menjadi pembicaraan hangat dikalangan netizen di Gunungkidul, bukan tanpa alasan yang tidak jelas. Pria kelahiran 1992 ini jadi pembicaraan lantaran nekat mentato permanen tangan kanannya menggunakan bar code vaksin.

Adit mengaku sempat menolak program vaksin yang direncanakan program pemerintah untuk melihat berbagai kabar miring tentang vaksinasi. Namun, seiring dengan berjalannya waktu serta banyaknya teman - teman yang sudah berhasil menjalani vaksin, akhirnya adit memutuskan untuk menjalani vaksinasi dan berjalan dengan sukses.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Efek Samping Usai Vaksinasi Covid-19 Hal Lumrah
Keinginannya semakin mengkuat, usai kebijakan Provinsi DIY yang mengatakan jika pariwisata Gunungkidul akan kembali dibuka jika angka vaksinasi sudah menembus angka 80% membuat dirinya tergugah untuk segera vaksinasi. Maklum saja, bapak satu anak ini sebelumnya merupakan seorang pemandu dan pengusaha penyewaaan jasa snorkeling di Pantai Nglmabor Gunungkidul yang harus tutup dan kini aktif menjadi youtuber.

Pemilik chanel youtuber &quot;adhitya putratama&quot; dengan subscriber mencapai 5,6 ribu ini tak menyangka, aksi dirinya mentato bar code vaksin menjadi viral dan menjadi bahan omongan di media sosial.

Ia pun berharap masyarakat khususnya pelaku wisata segera melakukan vaksinasi agar sektor pariwisata segera bergeliat kembali seperti pada awalnya, pasalnya jika pariwisata ditutup terus semakin membuat pelaku wisata terpuruk.

&amp;ldquo;Ingin ada pengingat bahwa sempat anti vaksin dan akhirnya melakukan vaksinasi,&amp;rdquo; kata Adit.

Selain itu, pemilihan tato tersebut juga untuk memudahkan pengecekan bukti vaksinasi yang saat ini mulai diterapkan di pusat perbelanjaan dan ke depannya sebagai syarat pelaku ekonomi kreatif (ekraf) untuk berkegiatan.


</content:encoded></item></channel></rss>
