<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Utusan ASEAN dan Junta Myanmar Bahas Soal Suu Kyi</title><description>Utusan khusus untuk Myanmar masih bernegosiasi dengan pihak junta militer.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/06/18/2466630/utusan-asean-dan-junta-myanmar-bahas-soal-suu-kyi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/09/06/18/2466630/utusan-asean-dan-junta-myanmar-bahas-soal-suu-kyi"/><item><title>Utusan ASEAN dan Junta Myanmar Bahas Soal Suu Kyi</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/06/18/2466630/utusan-asean-dan-junta-myanmar-bahas-soal-suu-kyi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/09/06/18/2466630/utusan-asean-dan-junta-myanmar-bahas-soal-suu-kyi</guid><pubDate>Senin 06 September 2021 05:48 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/06/18/2466630/utusan-asean-dan-junta-myanmar-bahas-soal-suu-kyi-OXeU1DR2RG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Utusan khusus ASEAN untuk Myanmar Erywan Yusof (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/06/18/2466630/utusan-asean-dan-junta-myanmar-bahas-soal-suu-kyi-OXeU1DR2RG.jpg</image><title>Utusan khusus ASEAN untuk Myanmar Erywan Yusof (Foto: Reuters)</title></images><description>MYANMAR - Diplomat Brunei yang ditunjuk oleh ASEAN sebagai utusan khusus untuk Myanmar pada Sabtu (4/9) mengatakan dirinya  masih bernegosiasi dengan pihak junta militer mengenai persyaratan kunjungan. Ia juga telah mencari akses ke pemimpin yang dikudeta&amp;nbsp;Aung San Suu Kyi.
ASEAN telah berusaha untuk mengakhiri kekerasan di Myanmar dan membuka dialog antara penguasa militer dan lawan-lawan mereka setelah penggulingan Suu Kyi pada Februari.
ASEAN menugaskan Erywan Yusof, Menteri Luar Negeri kedua Brunei, bulan lalu untuk memimpin upaya ini.
&quot;Ada kebutuhan mendesak untuk pergi ke Myanmar sekarang. Tapi saya pikir sebelum semua itu, saya perlu memiliki jaminan,&quot; kata Erywan kepada Reuters.
(Baca juga: Menlu Brunei Ditunjuk Sebagai Utusan ASEAN untuk Myanmar)
&quot;Saya harus dapat memiliki gambaran yang jelas tentang apa yang harus saya lakukan, apa yang akan mereka izinkan untuk saya lakukan ketika saya berkunjung,&amp;rdquo; lanjutnya.
Erywan ingin berkunjung sebelum akhir Oktober ketika para pemimpin ASEAN akan bertemu, tetapi mengatakan belum ada tanggal final terkait kunjungan tersebut.
Erywan mengatakan permintaan untuk mendapat akses ke Suu Kyi telah diajukan ke Dewan Administrasi Negara, yang diketuai oleh pemimpin junta Min Aung Hlaing. Namun akses tersebut bukanlah persyaratan di bawah konsensus lima poin yang dicapai oleh ASEAN pada bulan April.
(Baca juga: PBB: Bebaskan Aung San Suu Kyi Sekarang)
Konsensus tersebut termasuk diakhirinya kekerasan dan dimulainya pembicaraan damai di antara semua pihak.
Erywan mengatakan konsultasinya dengan junta dan pihak lain di lapangan &quot;berkembang cukup baik.&amp;rdquo;
Dia mengatakan sedang berusaha untuk membentuk tim penasihat guna mendukung perannya sebagai utusan. Tim tersebut dapat mencakup tetangga Myanmar, termasuk India dan Bangladesh.
</description><content:encoded>MYANMAR - Diplomat Brunei yang ditunjuk oleh ASEAN sebagai utusan khusus untuk Myanmar pada Sabtu (4/9) mengatakan dirinya  masih bernegosiasi dengan pihak junta militer mengenai persyaratan kunjungan. Ia juga telah mencari akses ke pemimpin yang dikudeta&amp;nbsp;Aung San Suu Kyi.
ASEAN telah berusaha untuk mengakhiri kekerasan di Myanmar dan membuka dialog antara penguasa militer dan lawan-lawan mereka setelah penggulingan Suu Kyi pada Februari.
ASEAN menugaskan Erywan Yusof, Menteri Luar Negeri kedua Brunei, bulan lalu untuk memimpin upaya ini.
&quot;Ada kebutuhan mendesak untuk pergi ke Myanmar sekarang. Tapi saya pikir sebelum semua itu, saya perlu memiliki jaminan,&quot; kata Erywan kepada Reuters.
(Baca juga: Menlu Brunei Ditunjuk Sebagai Utusan ASEAN untuk Myanmar)
&quot;Saya harus dapat memiliki gambaran yang jelas tentang apa yang harus saya lakukan, apa yang akan mereka izinkan untuk saya lakukan ketika saya berkunjung,&amp;rdquo; lanjutnya.
Erywan ingin berkunjung sebelum akhir Oktober ketika para pemimpin ASEAN akan bertemu, tetapi mengatakan belum ada tanggal final terkait kunjungan tersebut.
Erywan mengatakan permintaan untuk mendapat akses ke Suu Kyi telah diajukan ke Dewan Administrasi Negara, yang diketuai oleh pemimpin junta Min Aung Hlaing. Namun akses tersebut bukanlah persyaratan di bawah konsensus lima poin yang dicapai oleh ASEAN pada bulan April.
(Baca juga: PBB: Bebaskan Aung San Suu Kyi Sekarang)
Konsensus tersebut termasuk diakhirinya kekerasan dan dimulainya pembicaraan damai di antara semua pihak.
Erywan mengatakan konsultasinya dengan junta dan pihak lain di lapangan &quot;berkembang cukup baik.&amp;rdquo;
Dia mengatakan sedang berusaha untuk membentuk tim penasihat guna mendukung perannya sebagai utusan. Tim tersebut dapat mencakup tetangga Myanmar, termasuk India dan Bangladesh.
</content:encoded></item></channel></rss>
