<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pembunuhan Ibu-Anak di Subang, Polisi: Keterangan Saksi Berbelit-belit dan Tidak Sinkron</title><description>Lebih dari dua pekan berlalu, polisi belum mengungkap siapa pelaku pembunuhan terhadap Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23)</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/06/525/2467133/pembunuhan-ibu-anak-di-subang-polisi-keterangan-saksi-berbelit-belit-dan-tidak-sinkron</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/09/06/525/2467133/pembunuhan-ibu-anak-di-subang-polisi-keterangan-saksi-berbelit-belit-dan-tidak-sinkron"/><item><title>Pembunuhan Ibu-Anak di Subang, Polisi: Keterangan Saksi Berbelit-belit dan Tidak Sinkron</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/06/525/2467133/pembunuhan-ibu-anak-di-subang-polisi-keterangan-saksi-berbelit-belit-dan-tidak-sinkron</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/09/06/525/2467133/pembunuhan-ibu-anak-di-subang-polisi-keterangan-saksi-berbelit-belit-dan-tidak-sinkron</guid><pubDate>Senin 06 September 2021 22:01 WIB</pubDate><dc:creator>Agung Bakti Sarasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/06/525/2467133/pembunuhan-ibu-anak-di-subang-polisi-keterangan-saksi-berbelit-belit-dan-tidak-sinkron-Q27HEKlMtn.JPG" expression="full" type="image/jpeg">TKP pembunuan ibu-anak di Subang (Foto: iNews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/06/525/2467133/pembunuhan-ibu-anak-di-subang-polisi-keterangan-saksi-berbelit-belit-dan-tidak-sinkron-Q27HEKlMtn.JPG</image><title>TKP pembunuan ibu-anak di Subang (Foto: iNews)</title></images><description>BANDUNG - Pihak kepolisian terus berupaya keras mengungkap pelaku pembunuhan ibu dan anak gadisnya di Kampung Ciseuti, Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Rabu (18/8/2021) pagi lalu.

Diketahui, lebih dari dua pekan berlalu, polisi belum mengungkap siapa pelaku pembunuhan terhadap Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) yang jasadnya ditemukan dj bagasi mobil Alphard yang terparkir di rumahnya itu.

Meski begitu, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi A Chaniago menyatakan bahwa kecurigaan terhadap pelaku pembunuhan sadis itu kini telah mengerucut dan pihaknya berharap, dalam waktu dekat, pelaku pembunuhan tersebut dapat diungkap ke publik.

&quot;Memang kita sekarang sudah mengerucut terhadap beberapa orang yang sudah kita curigai, namun kembali lagi bahwa kita tidak mengejar pengakuan,&quot; tegas Erdi, Senin (6/9/2021).

Kecurigaan tersebut, lanjut Erdi, salah satunya diperoleh saat pihaknya tengah melakukan proses pengumpulan bukti dari proses pemeriksaan terhadap saksi. Menurutnya, ada saksi yang memberikan keterangan yang berbelit-belit.

&quot;Memang ada juga keterangan-keterangan yang berbelit-belit, yang tidak singkron, sehingga terus kita gali lagi,&quot; ungkapnya.

&quot;Memang wajar ketika kita dipanggil polisi walaupun hanya diminta keterangan ketakutan ada. Mungkin pada saat itu ada yang menyampaikan secara murni atau mengada-ngada. Nah, itu pun butuh kesabaran penyidik untuk menggali,&quot; jelasnya.

Oleh karenanya, Erdi kembali menekankan bahwa dalam kasus ini, pihaknya tidak membutuhkan pengakuan dari orang yang dicurigai sebagai pelaku pembunuhan. Artinya, kata Erdi, penyidik akan melakukan pembuktian.

&quot;Penyidil mencari bukti-bukti, mencari petunjuk-petunjuk supaya kasus yang ditangani saat ini terang benderang,&quot; tegasnya.

Saat disinggung kembali soal lamanya proses pengungkapan kasus ini, Erdi pun kembali menyatakan bahwa pihaknya membutuhkan kehati-hatian dalam mengungkap pembunuhan yang penuh misteri ini.

&quot;Ini kasus memang perlu kehati-hatian yang akan dilakukan penyidik,  khususnya dari Polres Subang dimana ini menyangkut masalah meninggalnyaa  dua orang di satu tempat, yaitu mobil,&quot; ucap Erdi.

Apalagi, di waktu yang bersamaan, pihaknya pun mendapatkan sejumlah  keterangan terkait masalah suami korban dan berbagai petunjuk yang  didapatkan, baik dari keterangan saksi maupun kamera pengawas (CCTV).

&quot;Ini yang perlu kita hati-hati untuk menjelaskan secara utuh dalam  artian siapa berbuat apa, kemudian tempusnya bagaimana. Nah keterangan  ini akan kita rangkai dalam rangkaian penyelidikan untuk kemudian dapat  mengungkap siapa pelakunya,&quot; tandas Erdi.

Sebelumnya, Erdi menerangkan bahwa tempat kejadian perkara (TKP)  pembunuhan tersebut sangat minim penerangan. Bahkan, kata Erdi, pihakny  perlu menggandeng pihak lain, seperti Dinas Perhubungan (Dishub) untuk  menganalisa kamera pengawas atau CCTV yang diduga merekam orang-orang  yang berada di TKP saat peristiwa itu terjadi, tak terkecuali pelaku  pembunuhan itu.

Selain proses yang membutuhkan waktu tersebut, Erdi mengakui bahwa  TKP pembunuhan memang sangat rapi. Erdi tak mengelak jika kondisi  tersebut menjadi salah satu penyebab belum terungkapnya pelaku  pembunuhan.

&quot;Jadi kita memang sangat membutuhkan waktu karena di TKP sendiri kita  akui kejadian itu sangat rapi. Tentunya kita mencari pembuktian bukan  di TKP saja, tapi kita akan menarik mundur perkiraan perkiraan waktu  berdasarkan kematian kedua korban tersebut,&quot; katanya.

Diketahui, Warga Kampung Ciseuti, Desa Jalancagak, Kecamatan  Jalancagak, Kabupaten Subang digegerkan penemuan mayat ibu dan anak di  dalam bagasi mobil di rumahnya, Rabu (18/8/2021).

Pihak kepolisian yang mendapatkan laporan langsung datang ke lokasi  kejadian. Polisi yang datang ke TKP langsung menuju mobil Alphard tempat  ditemukannya korban.

Saat bagasi mobil dibuka, ternyata di dalamnya terdapat dua korban  yang merupakan ibu dan anak perempuannya dengan kondisi tak berbusana  dan luka parah di bagian kepala.

Keluarga korban yang datang ke lokasi kejadian pun histeris saat  polisi mengevakuasi kedua korban. Kedua korban tersebut, yaitu Tuti  Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23).
</description><content:encoded>BANDUNG - Pihak kepolisian terus berupaya keras mengungkap pelaku pembunuhan ibu dan anak gadisnya di Kampung Ciseuti, Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Rabu (18/8/2021) pagi lalu.

Diketahui, lebih dari dua pekan berlalu, polisi belum mengungkap siapa pelaku pembunuhan terhadap Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) yang jasadnya ditemukan dj bagasi mobil Alphard yang terparkir di rumahnya itu.

Meski begitu, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi A Chaniago menyatakan bahwa kecurigaan terhadap pelaku pembunuhan sadis itu kini telah mengerucut dan pihaknya berharap, dalam waktu dekat, pelaku pembunuhan tersebut dapat diungkap ke publik.

&quot;Memang kita sekarang sudah mengerucut terhadap beberapa orang yang sudah kita curigai, namun kembali lagi bahwa kita tidak mengejar pengakuan,&quot; tegas Erdi, Senin (6/9/2021).

Kecurigaan tersebut, lanjut Erdi, salah satunya diperoleh saat pihaknya tengah melakukan proses pengumpulan bukti dari proses pemeriksaan terhadap saksi. Menurutnya, ada saksi yang memberikan keterangan yang berbelit-belit.

&quot;Memang ada juga keterangan-keterangan yang berbelit-belit, yang tidak singkron, sehingga terus kita gali lagi,&quot; ungkapnya.

&quot;Memang wajar ketika kita dipanggil polisi walaupun hanya diminta keterangan ketakutan ada. Mungkin pada saat itu ada yang menyampaikan secara murni atau mengada-ngada. Nah, itu pun butuh kesabaran penyidik untuk menggali,&quot; jelasnya.

Oleh karenanya, Erdi kembali menekankan bahwa dalam kasus ini, pihaknya tidak membutuhkan pengakuan dari orang yang dicurigai sebagai pelaku pembunuhan. Artinya, kata Erdi, penyidik akan melakukan pembuktian.

&quot;Penyidil mencari bukti-bukti, mencari petunjuk-petunjuk supaya kasus yang ditangani saat ini terang benderang,&quot; tegasnya.

Saat disinggung kembali soal lamanya proses pengungkapan kasus ini, Erdi pun kembali menyatakan bahwa pihaknya membutuhkan kehati-hatian dalam mengungkap pembunuhan yang penuh misteri ini.

&quot;Ini kasus memang perlu kehati-hatian yang akan dilakukan penyidik,  khususnya dari Polres Subang dimana ini menyangkut masalah meninggalnyaa  dua orang di satu tempat, yaitu mobil,&quot; ucap Erdi.

Apalagi, di waktu yang bersamaan, pihaknya pun mendapatkan sejumlah  keterangan terkait masalah suami korban dan berbagai petunjuk yang  didapatkan, baik dari keterangan saksi maupun kamera pengawas (CCTV).

&quot;Ini yang perlu kita hati-hati untuk menjelaskan secara utuh dalam  artian siapa berbuat apa, kemudian tempusnya bagaimana. Nah keterangan  ini akan kita rangkai dalam rangkaian penyelidikan untuk kemudian dapat  mengungkap siapa pelakunya,&quot; tandas Erdi.

Sebelumnya, Erdi menerangkan bahwa tempat kejadian perkara (TKP)  pembunuhan tersebut sangat minim penerangan. Bahkan, kata Erdi, pihakny  perlu menggandeng pihak lain, seperti Dinas Perhubungan (Dishub) untuk  menganalisa kamera pengawas atau CCTV yang diduga merekam orang-orang  yang berada di TKP saat peristiwa itu terjadi, tak terkecuali pelaku  pembunuhan itu.

Selain proses yang membutuhkan waktu tersebut, Erdi mengakui bahwa  TKP pembunuhan memang sangat rapi. Erdi tak mengelak jika kondisi  tersebut menjadi salah satu penyebab belum terungkapnya pelaku  pembunuhan.

&quot;Jadi kita memang sangat membutuhkan waktu karena di TKP sendiri kita  akui kejadian itu sangat rapi. Tentunya kita mencari pembuktian bukan  di TKP saja, tapi kita akan menarik mundur perkiraan perkiraan waktu  berdasarkan kematian kedua korban tersebut,&quot; katanya.

Diketahui, Warga Kampung Ciseuti, Desa Jalancagak, Kecamatan  Jalancagak, Kabupaten Subang digegerkan penemuan mayat ibu dan anak di  dalam bagasi mobil di rumahnya, Rabu (18/8/2021).

Pihak kepolisian yang mendapatkan laporan langsung datang ke lokasi  kejadian. Polisi yang datang ke TKP langsung menuju mobil Alphard tempat  ditemukannya korban.

Saat bagasi mobil dibuka, ternyata di dalamnya terdapat dua korban  yang merupakan ibu dan anak perempuannya dengan kondisi tak berbusana  dan luka parah di bagian kepala.

Keluarga korban yang datang ke lokasi kejadian pun histeris saat  polisi mengevakuasi kedua korban. Kedua korban tersebut, yaitu Tuti  Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23).
</content:encoded></item></channel></rss>
