<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Tercemar Limbah Industri, Kali Cilemahabang Cikarang Menghitam   </title><description>Pemerintah Kabupaten Bekasi menelusuri dugaan pencemaran Kali Cilemahabang hingga menyebabkan air sungai menjadi hitam.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/07/338/2467474/tercemar-limbah-industri-kali-cilemahabang-cikarang-menghitam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/09/07/338/2467474/tercemar-limbah-industri-kali-cilemahabang-cikarang-menghitam"/><item><title> Tercemar Limbah Industri, Kali Cilemahabang Cikarang Menghitam   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/07/338/2467474/tercemar-limbah-industri-kali-cilemahabang-cikarang-menghitam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/09/07/338/2467474/tercemar-limbah-industri-kali-cilemahabang-cikarang-menghitam</guid><pubDate>Selasa 07 September 2021 14:40 WIB</pubDate><dc:creator>Abdullah M Surjaya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/07/338/2467474/tercemar-limbah-industri-kali-cilemahabang-cikarang-menghitam-pYGzzmdHSY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Warga Cikarang saat mencuci piring ke Sungai Cilemahabang (foto: MNC Portal/ Abdullah</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/07/338/2467474/tercemar-limbah-industri-kali-cilemahabang-cikarang-menghitam-pYGzzmdHSY.jpg</image><title>Warga Cikarang saat mencuci piring ke Sungai Cilemahabang (foto: MNC Portal/ Abdullah</title></images><description>BEKASI - Pemerintah Kabupaten Bekasi menelusuri dugaan pencemaran Kali Cilemahabang hingga menyebabkan air sungai menjadi hitam di Desa Sukakarya, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi. Menghitamnya sungai tersebut diduga berasal dari pembuangan limbah industri ke aliran sungai tersebut.

&amp;rdquo;Setelah kita lakukan pengecekan, diduga sungai tersebut menghitam akibat industri dari pengelolaan limbah yang diduga membuat sungai ini hitam,&amp;rdquo; kata Penjabat Bupati Bekasi, Dani Ramdan, Selasa (7/9/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Viral! Video Aksi Asusila Gemparkan Warga Bekasi
Saat ini, kata dia, pemerintah akan memanggil sejumlah perusahaan yang diduga telah mencemari aliran Kali Cilemahabang.

&amp;rdquo;Kapolres dengan jajarannya sudah melakukan pengamatan, sekarang akan kita coba panggil dan kita tunjukkan dampak dari kegiatan mereka membuang limbah,&amp;rdquo; ungkapnya.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;611 SD Negeri dan Swasta Kota Bekasi Mulai Sekolah Tatap Muka Hari Ini
Pemerintah daerah, kata dia, juga akan membuat satuan tugas yang melibatkan unsur masyarakat guna optimalisasi pemantauan terhadap pencemaran lingkungan.

Dani bahkan tidak segan untuk memberikan sanksi tegas terhadap perusahaan yang terbukti mencemari aliran Kali Cilemahabang sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

&amp;rdquo;Bisa saja kami tutup operasional perusahaan tersebut kalau memang terbukti dengan sengaja melakukan pencemaran sungai,&amp;rdquo; ungkapnya.

Dia menyebut aliran Kali Cilemahabang hingga kini masih dipergunakan warga sekitar sebagai sarana pemenuhan kebutuhan air bersih sehari-hari. Apalagi, kata dia, masyarakat masih mencuci baju, beras, perabotan rumah tangga, bahkan mandi di sungai ini karena memang sumber air utama warga di Cikarang.

Sementara warga Kampung Cabang Desa Sukaraya Kecamatan Karang Bahagia, terpaksa memanfaatkan air dari aliran Sungai Cilemah Abang yang tercemar limbah perusahaan untuk kebutuhan sehari-hari mereka. Seperti untuk mandi, mencuci piring, pakaian, dan untuk kebutuhan lainya.

Sejumlah warga terlihat sedang asik mandi di aliran Sungai Cilemah Abang dengan kondisi airnya hitam dan berminyak. Tidak hanya itu, aliran sungai juga dipenuhi oleh sampah.

&amp;rdquo;Kami setiap hari mandi di aliran sungai ini, termasuk mencuci piring maupun pakaian. Sebab tidak ada sumur,&amp;rdquo; kata Manyai (85), warga sekitar.

Menurut dia, kondisi air yang berwarna hitam pekat dan dipenuhi sampah ini sudah terjadi sejak lama. Namun kata Manyai, saat hujan turun air akan terlihat bening dan terkadang mengeluarkan aroma tidak sedap. Bahkan, jika terkena mata sangat perih.

&amp;rdquo;Kami berharap air dari saluran Sungai Cilemahabang ini bisa bersih tanpa adanya limbah,&amp;rdquo; ucapnya.
</description><content:encoded>BEKASI - Pemerintah Kabupaten Bekasi menelusuri dugaan pencemaran Kali Cilemahabang hingga menyebabkan air sungai menjadi hitam di Desa Sukakarya, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi. Menghitamnya sungai tersebut diduga berasal dari pembuangan limbah industri ke aliran sungai tersebut.

&amp;rdquo;Setelah kita lakukan pengecekan, diduga sungai tersebut menghitam akibat industri dari pengelolaan limbah yang diduga membuat sungai ini hitam,&amp;rdquo; kata Penjabat Bupati Bekasi, Dani Ramdan, Selasa (7/9/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Viral! Video Aksi Asusila Gemparkan Warga Bekasi
Saat ini, kata dia, pemerintah akan memanggil sejumlah perusahaan yang diduga telah mencemari aliran Kali Cilemahabang.

&amp;rdquo;Kapolres dengan jajarannya sudah melakukan pengamatan, sekarang akan kita coba panggil dan kita tunjukkan dampak dari kegiatan mereka membuang limbah,&amp;rdquo; ungkapnya.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;611 SD Negeri dan Swasta Kota Bekasi Mulai Sekolah Tatap Muka Hari Ini
Pemerintah daerah, kata dia, juga akan membuat satuan tugas yang melibatkan unsur masyarakat guna optimalisasi pemantauan terhadap pencemaran lingkungan.

Dani bahkan tidak segan untuk memberikan sanksi tegas terhadap perusahaan yang terbukti mencemari aliran Kali Cilemahabang sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

&amp;rdquo;Bisa saja kami tutup operasional perusahaan tersebut kalau memang terbukti dengan sengaja melakukan pencemaran sungai,&amp;rdquo; ungkapnya.

Dia menyebut aliran Kali Cilemahabang hingga kini masih dipergunakan warga sekitar sebagai sarana pemenuhan kebutuhan air bersih sehari-hari. Apalagi, kata dia, masyarakat masih mencuci baju, beras, perabotan rumah tangga, bahkan mandi di sungai ini karena memang sumber air utama warga di Cikarang.

Sementara warga Kampung Cabang Desa Sukaraya Kecamatan Karang Bahagia, terpaksa memanfaatkan air dari aliran Sungai Cilemah Abang yang tercemar limbah perusahaan untuk kebutuhan sehari-hari mereka. Seperti untuk mandi, mencuci piring, pakaian, dan untuk kebutuhan lainya.

Sejumlah warga terlihat sedang asik mandi di aliran Sungai Cilemah Abang dengan kondisi airnya hitam dan berminyak. Tidak hanya itu, aliran sungai juga dipenuhi oleh sampah.

&amp;rdquo;Kami setiap hari mandi di aliran sungai ini, termasuk mencuci piring maupun pakaian. Sebab tidak ada sumur,&amp;rdquo; kata Manyai (85), warga sekitar.

Menurut dia, kondisi air yang berwarna hitam pekat dan dipenuhi sampah ini sudah terjadi sejak lama. Namun kata Manyai, saat hujan turun air akan terlihat bening dan terkadang mengeluarkan aroma tidak sedap. Bahkan, jika terkena mata sangat perih.

&amp;rdquo;Kami berharap air dari saluran Sungai Cilemahabang ini bisa bersih tanpa adanya limbah,&amp;rdquo; ucapnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
