<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wanita Ini Ajukan Gugatan Usai Tertukar Saat Bayi 19 Tahun Lalu, Tuntut Ganti Rugi Rp51 Miliar</title><description>Seorang wanita menuntut kompensasi dari otoritas kesehatan di Spanyol utara.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/08/18/2468029/wanita-ini-ajukan-gugatan-usai-tertukar-saat-bayi-19-tahun-lalu-tuntut-ganti-rugi-rp51-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/09/08/18/2468029/wanita-ini-ajukan-gugatan-usai-tertukar-saat-bayi-19-tahun-lalu-tuntut-ganti-rugi-rp51-miliar"/><item><title>Wanita Ini Ajukan Gugatan Usai Tertukar Saat Bayi 19 Tahun Lalu, Tuntut Ganti Rugi Rp51 Miliar</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/08/18/2468029/wanita-ini-ajukan-gugatan-usai-tertukar-saat-bayi-19-tahun-lalu-tuntut-ganti-rugi-rp51-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/09/08/18/2468029/wanita-ini-ajukan-gugatan-usai-tertukar-saat-bayi-19-tahun-lalu-tuntut-ganti-rugi-rp51-miliar</guid><pubDate>Rabu 08 September 2021 13:00 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/08/18/2468029/wanita-ini-ajukan-gugatan-usai-tertukar-saat-bayi-19-tahun-lalu-tuntut-ganti-rugi-rp51-miliar-ZJxLMONT9q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi bayi (Foto: iStock &amp; Mums Grape Vine)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/08/18/2468029/wanita-ini-ajukan-gugatan-usai-tertukar-saat-bayi-19-tahun-lalu-tuntut-ganti-rugi-rp51-miliar-ZJxLMONT9q.jpg</image><title>Ilustrasi bayi (Foto: iStock &amp; Mums Grape Vine)</title></images><description>SPANYOL - Seorang wanita menuntut kompensasi atau ganti rugi dari otoritas kesehatan di Spanyol utara setelah mengetahui bahwa dia ditukar saat lahir dengan bayi lain pada 19 tahun lalu.
Menurut laporan lokal, wanita itu bercampur dengan bayi yang lahir pada hari yang sama pada 2002 di sebuah rumah sakit di Logro&amp;ntilde;o, selatan Bilbao.
Kedua bayi itu dimasukkan ke dalam inkubator sebelum diserahkan kepada orang tua yang salah.
Pemerintah daerah telah mengakui kasus itu dan  menyalahkan &quot;kesalahan manusia&quot;.
Pada Selasa (7/9) Menteri Kesehatan untuk pemerintah La Rioja, Sara Alba, mengatakan tidak mungkin untuk menyimpulkan siapa yang melakukan kesalahan.
Menteri mengatakan tidak mungkin hal seperti ini terjadi lagi hari ini karena prosedur untuk mengidentifikasi bayi aman dan dapat diandalkan.
(Baca juga: Kasus Pertukaran Bayi, Departemen Kesehatan Lakukan Penyelidikan Internal)
Alba mengatakan pemerintah daerah akan menghormati proses hukum dan menawarkan dukungan apa pun yang mereka butuhkan kepada keluarga.
Kasus ini pertama kali dilaporkan oleh surat kabar La Rioja, yang mengatakan salah satu wanita itu meminta ganti rugi sebesar 3 juta euro (Rp51 miliar) dari kementerian kesehatan wilayah tersebut. Kementerian hanya menawarkan kompensasi sebesar 215.000 euro (Rp3,6 miliar).
Surat kabar El Pa&amp;iacute;s melaporkan wanita lain yang terlibat telah diberitahu tentang situasi tersebut tetapi belum mengajukan keluhan.
Pelapor, yang tidak disebutkan namanya, dibesarkan oleh seorang wanita yang dia yakini sebagai neneknya.
(Baca juga: Spanyol: Pengadilan Tinggi Putuskan 'Lockdown' Tidak Konstitusional)
Ketika sang nenek menggugat sang ayah atas pengasuhan anak pada 2017, pengadilan memerintahkan tes DNA. Hasil tes menunjukan pria itu bukan ayah biologis anak itu, dan tes selanjutnya mengungkapkan dugaan ibunya juga tidak memiliki  hubungan genetik.
Pada usia 16 tahun, gadis itu meminta bantuan dari pengacara, yang mendesak otoritas kesehatan untuk menyelidiki keadaan kelahirannya.
Penyelidikan menunjukkan hanya ada satu bayi yang bisa ditukar dengan gadis itu.
Saat ini, wanita berusia 19 tahun itu sedang menunggu hasil tes DNA untuk mengkonfirmasi identitas orang tua kandungnya saat jaksa menyelidiki kasus tersebut.
</description><content:encoded>SPANYOL - Seorang wanita menuntut kompensasi atau ganti rugi dari otoritas kesehatan di Spanyol utara setelah mengetahui bahwa dia ditukar saat lahir dengan bayi lain pada 19 tahun lalu.
Menurut laporan lokal, wanita itu bercampur dengan bayi yang lahir pada hari yang sama pada 2002 di sebuah rumah sakit di Logro&amp;ntilde;o, selatan Bilbao.
Kedua bayi itu dimasukkan ke dalam inkubator sebelum diserahkan kepada orang tua yang salah.
Pemerintah daerah telah mengakui kasus itu dan  menyalahkan &quot;kesalahan manusia&quot;.
Pada Selasa (7/9) Menteri Kesehatan untuk pemerintah La Rioja, Sara Alba, mengatakan tidak mungkin untuk menyimpulkan siapa yang melakukan kesalahan.
Menteri mengatakan tidak mungkin hal seperti ini terjadi lagi hari ini karena prosedur untuk mengidentifikasi bayi aman dan dapat diandalkan.
(Baca juga: Kasus Pertukaran Bayi, Departemen Kesehatan Lakukan Penyelidikan Internal)
Alba mengatakan pemerintah daerah akan menghormati proses hukum dan menawarkan dukungan apa pun yang mereka butuhkan kepada keluarga.
Kasus ini pertama kali dilaporkan oleh surat kabar La Rioja, yang mengatakan salah satu wanita itu meminta ganti rugi sebesar 3 juta euro (Rp51 miliar) dari kementerian kesehatan wilayah tersebut. Kementerian hanya menawarkan kompensasi sebesar 215.000 euro (Rp3,6 miliar).
Surat kabar El Pa&amp;iacute;s melaporkan wanita lain yang terlibat telah diberitahu tentang situasi tersebut tetapi belum mengajukan keluhan.
Pelapor, yang tidak disebutkan namanya, dibesarkan oleh seorang wanita yang dia yakini sebagai neneknya.
(Baca juga: Spanyol: Pengadilan Tinggi Putuskan 'Lockdown' Tidak Konstitusional)
Ketika sang nenek menggugat sang ayah atas pengasuhan anak pada 2017, pengadilan memerintahkan tes DNA. Hasil tes menunjukan pria itu bukan ayah biologis anak itu, dan tes selanjutnya mengungkapkan dugaan ibunya juga tidak memiliki  hubungan genetik.
Pada usia 16 tahun, gadis itu meminta bantuan dari pengacara, yang mendesak otoritas kesehatan untuk menyelidiki keadaan kelahirannya.
Penyelidikan menunjukkan hanya ada satu bayi yang bisa ditukar dengan gadis itu.
Saat ini, wanita berusia 19 tahun itu sedang menunggu hasil tes DNA untuk mengkonfirmasi identitas orang tua kandungnya saat jaksa menyelidiki kasus tersebut.
</content:encoded></item></channel></rss>
