<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>WHO Desak Negara-Negara Kaya Tunda Suntikan Booster hingga 2022</title><description>penangguhan ini untuk memastikan negara-negara miskin memiliki lebih banyak akses pada vaksin.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/09/18/2468627/who-desak-negara-negara-kaya-tunda-suntikan-booster-hingga-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/09/09/18/2468627/who-desak-negara-negara-kaya-tunda-suntikan-booster-hingga-2022"/><item><title>WHO Desak Negara-Negara Kaya Tunda Suntikan Booster hingga 2022</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/09/18/2468627/who-desak-negara-negara-kaya-tunda-suntikan-booster-hingga-2022</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/09/09/18/2468627/who-desak-negara-negara-kaya-tunda-suntikan-booster-hingga-2022</guid><pubDate>Kamis 09 September 2021 12:26 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/09/18/2468627/who-desak-negara-negara-kaya-tunda-suntikan-booster-hingga-2022-bboeYGpW3b.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dirjen WHO Tedros Ghebreyesus Adhanom (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/09/18/2468627/who-desak-negara-negara-kaya-tunda-suntikan-booster-hingga-2022-bboeYGpW3b.jpg</image><title>Dirjen WHO Tedros Ghebreyesus Adhanom (Foto: Reuters)</title></images><description>JENEWA - Pemimpin Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada Rabu (8/9), meminta negara-negara kaya untuk menangguhkan suntikan penguat (booster) vaksin Covid-19 selama sisa tahun ini untuk memastikan negara-negara miskin memiliki lebih banyak akses pada vaksin.
&amp;nbsp;Sejauh ini, seruan seperti itu diabaikan. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan &amp;ldquo;terkejut&amp;rdquo; karena produsen vaksin mengatakan memiliki cukup pasokan untuk memenuhi kedua permintaan tersebut.
(Baca juga: WHO: Ratusan Pusat Medis di Afghanistan Terancam Ditutup)
&quot;Saya tidak akan tinggal diam ketika perusahaan dan negara yang mengendalikan pasokan vaksin global beranggapan bahwa warga miskin dunia harus puas dengan sisa vaksin,&quot; terangnya.
&quot;Dosis ketiga mungkin diperlukan untuk populasi yang paling berisiko, di mana ada bukti berkurangnya kekebalan. Tetapi untuk saat ini, kita tidak ingin melihat penggunaan booster secara luas untuk orang sehat&amp;rdquo;,&quot; lanjutnya.
(Baca juga: WHO Identifikasi Covid-19 Varian 'Mu', Lebih Kebal Vaksin dan Menyebar ke 43 Negara)
Tedros sebelumnya meminta negara-negara kaya untuk tidak memberikan booster hingga September ini.</description><content:encoded>JENEWA - Pemimpin Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada Rabu (8/9), meminta negara-negara kaya untuk menangguhkan suntikan penguat (booster) vaksin Covid-19 selama sisa tahun ini untuk memastikan negara-negara miskin memiliki lebih banyak akses pada vaksin.
&amp;nbsp;Sejauh ini, seruan seperti itu diabaikan. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan &amp;ldquo;terkejut&amp;rdquo; karena produsen vaksin mengatakan memiliki cukup pasokan untuk memenuhi kedua permintaan tersebut.
(Baca juga: WHO: Ratusan Pusat Medis di Afghanistan Terancam Ditutup)
&quot;Saya tidak akan tinggal diam ketika perusahaan dan negara yang mengendalikan pasokan vaksin global beranggapan bahwa warga miskin dunia harus puas dengan sisa vaksin,&quot; terangnya.
&quot;Dosis ketiga mungkin diperlukan untuk populasi yang paling berisiko, di mana ada bukti berkurangnya kekebalan. Tetapi untuk saat ini, kita tidak ingin melihat penggunaan booster secara luas untuk orang sehat&amp;rdquo;,&quot; lanjutnya.
(Baca juga: WHO Identifikasi Covid-19 Varian 'Mu', Lebih Kebal Vaksin dan Menyebar ke 43 Negara)
Tedros sebelumnya meminta negara-negara kaya untuk tidak memberikan booster hingga September ini.</content:encoded></item></channel></rss>
