<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terkait Varian Mu Covid-19, Kemenkes Konsultasi ke WHO</title><description>Kami terus berkonsultasi dengan WHO untuk terus memperbarui informasi terkait varian Mu dan varian-varian lain.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/09/337/2468497/terkait-varian-mu-covid-19-kemenkes-konsultasi-ke-who</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/09/09/337/2468497/terkait-varian-mu-covid-19-kemenkes-konsultasi-ke-who"/><item><title>Terkait Varian Mu Covid-19, Kemenkes Konsultasi ke WHO</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/09/337/2468497/terkait-varian-mu-covid-19-kemenkes-konsultasi-ke-who</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/09/09/337/2468497/terkait-varian-mu-covid-19-kemenkes-konsultasi-ke-who</guid><pubDate>Kamis 09 September 2021 08:30 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/09/337/2468497/terkait-varian-mu-covid-19-kemenkes-konsultasi-ke-who-384JAvccD2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto : Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/09/337/2468497/terkait-varian-mu-covid-19-kemenkes-konsultasi-ke-who-384JAvccD2.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto : Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Virus Covid-19 terus melakukan mutasi salah satunya varian Mu yang menyebar pertama kali di Kolombia pada Januari lalu. Mewaspadai potensi masuknya varian Mu ke Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus melakukan konsultasi dengan World Health Organization (WHO) untuk mengantisipasi varian tersebut.

&amp;ldquo;Kami terus berkonsultasi dengan WHO untuk terus memperbarui informasi terkait varian Mu dan varian-varian lain yang berpotensi menyebar di Indonesia,&amp;rdquo; ungkap Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers secara virtual, dikutip Kamis (9/9/2021).

Selain itu, Nadia menegaskan pemerintah terus melakukan pengawasan pintu-pintu masuk ke Indonesia terutama dengan Imigrasi. Dia mengatakan Kemenkes terus melakukan koordinasi dengan petugas Imigrasi untuk menyusun kebijakan mengantisipasi masuknya varian Mu ini.

&amp;ldquo;Kami juga melakukan pemantauan terhadap varian Mu yang saat ini menyebar di 46 negara. Kami terus berkoordinasi dengan petugas-petugas di pintu-pintu masuk negara untuk menyusun kebijakan mengantisipasi kemungkinan masuknya varian yang dikatakan memiliki kekebalan atau efek terhadap vaksinasi,&amp;rdquo; paparnya.

Baca Juga :&amp;nbsp;Covid-19 Menurun, Kemenkes Ingatkan Pentingnya Pembaruan Data Kasus Aktif

Nadia mengatakan salah satu upaya yang juga dilakukan yakni melalui pengetatan kebijakan karantina pelaku perjalanan Internasional.

&amp;ldquo;Ini melalui pengetatan kebijakan karantina Internasional, entry dan exit testing serta persyaratan vaksinasi,&amp;rdquo; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Virus Covid-19 terus melakukan mutasi salah satunya varian Mu yang menyebar pertama kali di Kolombia pada Januari lalu. Mewaspadai potensi masuknya varian Mu ke Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus melakukan konsultasi dengan World Health Organization (WHO) untuk mengantisipasi varian tersebut.

&amp;ldquo;Kami terus berkonsultasi dengan WHO untuk terus memperbarui informasi terkait varian Mu dan varian-varian lain yang berpotensi menyebar di Indonesia,&amp;rdquo; ungkap Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers secara virtual, dikutip Kamis (9/9/2021).

Selain itu, Nadia menegaskan pemerintah terus melakukan pengawasan pintu-pintu masuk ke Indonesia terutama dengan Imigrasi. Dia mengatakan Kemenkes terus melakukan koordinasi dengan petugas Imigrasi untuk menyusun kebijakan mengantisipasi masuknya varian Mu ini.

&amp;ldquo;Kami juga melakukan pemantauan terhadap varian Mu yang saat ini menyebar di 46 negara. Kami terus berkoordinasi dengan petugas-petugas di pintu-pintu masuk negara untuk menyusun kebijakan mengantisipasi kemungkinan masuknya varian yang dikatakan memiliki kekebalan atau efek terhadap vaksinasi,&amp;rdquo; paparnya.

Baca Juga :&amp;nbsp;Covid-19 Menurun, Kemenkes Ingatkan Pentingnya Pembaruan Data Kasus Aktif

Nadia mengatakan salah satu upaya yang juga dilakukan yakni melalui pengetatan kebijakan karantina pelaku perjalanan Internasional.

&amp;ldquo;Ini melalui pengetatan kebijakan karantina Internasional, entry dan exit testing serta persyaratan vaksinasi,&amp;rdquo; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
