<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> DPR Berharap Publik Tak Berspekulasi soal Kebakaran Lapas Tangerang   </title><description>DPR RI meminta masyarakat tak berspekulasi terkait kebakaran di Lapas Tangerang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/09/337/2468942/dpr-berharap-publik-tak-berspekulasi-soal-kebakaran-lapas-tangerang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/09/09/337/2468942/dpr-berharap-publik-tak-berspekulasi-soal-kebakaran-lapas-tangerang"/><item><title> DPR Berharap Publik Tak Berspekulasi soal Kebakaran Lapas Tangerang   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/09/337/2468942/dpr-berharap-publik-tak-berspekulasi-soal-kebakaran-lapas-tangerang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/09/09/337/2468942/dpr-berharap-publik-tak-berspekulasi-soal-kebakaran-lapas-tangerang</guid><pubDate>Kamis 09 September 2021 20:30 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/09/337/2468942/dpr-berharap-publik-tak-berspekulasi-soal-kebakaran-lapas-tangerang-qgmLTKP6mF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kondisi Lapas Tangerang pasca-terbakar (foto: Dok Polda Metro Jaya)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/09/337/2468942/dpr-berharap-publik-tak-berspekulasi-soal-kebakaran-lapas-tangerang-qgmLTKP6mF.jpg</image><title>Kondisi Lapas Tangerang pasca-terbakar (foto: Dok Polda Metro Jaya)</title></images><description>JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Golkar, Sari Yuliati meminta masyarakat tak berspekulasi terkait kebakaran di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, Banten. Publik diharapkan untuk menunggu hasil resmi investigasi dari pihak kepolisan terkait kebakaran tersebut.

&quot;Saya berharap masyarakat tidak berspekulasi atas kejadian kebakaran ini dan menunggu hasil investigasi,&quot; kata Sari melalui keterangan resminya, Kamis (9/9/2021).
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Kalapas Tangerang: Hujan Deras saat Terjadi Kebakaran
Lebih lanjut, Sari juga mengucapkan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban atas peristiwa kebakaran maut tersebut. Dalam peristiwa ini, sebanyak 44 warga binaan meninggal dunia. Di mana, 41 warga binaan meninggal kemarin, dan tiga orang lainnya hari ini saat dirawat di RSUD Tangerang.

&quot;Saya menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang ditinggalkan atas musibah ini,&quot; ujarnya.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Soal Dugaan Kelalaian Petugas dalam Kebakaran Lapas Tangerang, Ini Tanggapan Komnas HAM
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wOS8wOS8xLzEzODkyOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sari juga menyoroti persoalan kelebihan kapasitas (overcapacity) yang terjadi pada Lapas di Indonesia. Menurutnya, ini merupakan menjadi permasalahan klasik, namun belum juga terurai. Ia berharap ada pembenahan terkait masalah ini mulai dari hulu sampai hilir.

&quot;Permasalahan overcapacity ini kan permasalahan klasik pada Lapas di Indonesia, pembenahan yang serius dari hulu yaitu tentang undang-undang sampai ke hilir dalam bentuk fisik Lapas mutlak dilakukan untuk perbaikan kondisi Lapas ke depannya,&quot; katanya.

Sekadar informasi, kebakaran hebat melanda Lapas Kelas I Tangerang, pada Rabu, 8 September 2020, sekira pukul 01.50 WIB, dini hari. Sebanyak 44 warga binaan menjadi tewas dalam peristiwa kebakaran maut tersebut. Dugaan sementara, kebakaran berawal dari hubungan arus pendek di Blok C2 Lapas Tangerang.

</description><content:encoded>JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Golkar, Sari Yuliati meminta masyarakat tak berspekulasi terkait kebakaran di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, Banten. Publik diharapkan untuk menunggu hasil resmi investigasi dari pihak kepolisan terkait kebakaran tersebut.

&quot;Saya berharap masyarakat tidak berspekulasi atas kejadian kebakaran ini dan menunggu hasil investigasi,&quot; kata Sari melalui keterangan resminya, Kamis (9/9/2021).
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Kalapas Tangerang: Hujan Deras saat Terjadi Kebakaran
Lebih lanjut, Sari juga mengucapkan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban atas peristiwa kebakaran maut tersebut. Dalam peristiwa ini, sebanyak 44 warga binaan meninggal dunia. Di mana, 41 warga binaan meninggal kemarin, dan tiga orang lainnya hari ini saat dirawat di RSUD Tangerang.

&quot;Saya menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang ditinggalkan atas musibah ini,&quot; ujarnya.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Soal Dugaan Kelalaian Petugas dalam Kebakaran Lapas Tangerang, Ini Tanggapan Komnas HAM
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wOS8wOS8xLzEzODkyOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sari juga menyoroti persoalan kelebihan kapasitas (overcapacity) yang terjadi pada Lapas di Indonesia. Menurutnya, ini merupakan menjadi permasalahan klasik, namun belum juga terurai. Ia berharap ada pembenahan terkait masalah ini mulai dari hulu sampai hilir.

&quot;Permasalahan overcapacity ini kan permasalahan klasik pada Lapas di Indonesia, pembenahan yang serius dari hulu yaitu tentang undang-undang sampai ke hilir dalam bentuk fisik Lapas mutlak dilakukan untuk perbaikan kondisi Lapas ke depannya,&quot; katanya.

Sekadar informasi, kebakaran hebat melanda Lapas Kelas I Tangerang, pada Rabu, 8 September 2020, sekira pukul 01.50 WIB, dini hari. Sebanyak 44 warga binaan menjadi tewas dalam peristiwa kebakaran maut tersebut. Dugaan sementara, kebakaran berawal dari hubungan arus pendek di Blok C2 Lapas Tangerang.

</content:encoded></item></channel></rss>
