<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Satgas Covid-19 Minta Pemda Terus Pantau Stok Vaksin, Harus Dipastikan Cukup</title><description>Menurut Wiku, saat ini pemerintah terus berupaya memperbanyak stok vaksin untuk memenuhi kebutuhan secara nasional</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/10/337/2469574/satgas-covid-19-minta-pemda-terus-pantau-stok-vaksin-harus-dipastikan-cukup</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/09/10/337/2469574/satgas-covid-19-minta-pemda-terus-pantau-stok-vaksin-harus-dipastikan-cukup"/><item><title>Satgas Covid-19 Minta Pemda Terus Pantau Stok Vaksin, Harus Dipastikan Cukup</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/10/337/2469574/satgas-covid-19-minta-pemda-terus-pantau-stok-vaksin-harus-dipastikan-cukup</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/09/10/337/2469574/satgas-covid-19-minta-pemda-terus-pantau-stok-vaksin-harus-dipastikan-cukup</guid><pubDate>Jum'at 10 September 2021 21:24 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/10/337/2469574/satgas-covid-19-minta-pemda-terus-pantau-stok-vaksin-harus-dipastikan-cukup-saBy4DoGBf.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Jubir Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito (Foto: Satgas Covid-19)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/10/337/2469574/satgas-covid-19-minta-pemda-terus-pantau-stok-vaksin-harus-dipastikan-cukup-saBy4DoGBf.jpeg</image><title>Jubir Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito (Foto: Satgas Covid-19)</title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp; - Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito meminta seluruh gubernur untuk memastikan ketersediaan stok vaksin COVID-19 di daerahnya masing-masing, guna mengantisipasi ketimpangan distribusi vaksin secara nasional.

&quot;Gubernur pun diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan pimpinan daerah wilayah administratif di bawahnya, untuk memastikan kebutuhan dosis vaksin di daerahnya,&quot; katanya dalam konferensi pers yang dipantau dari Jakarta, Jumat.

Pernyataan itu disampaikan Wiku menanggapi pertanyaan perihal distribusi vaksin yang belum merata di sejumlah daerah, utamanya jika dibandingkan dengan DKI Jakarta.

Bahkan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menyatakan tidak pernah ada laporan yang menyebutkan kekosongan vaksin COVID-19 di sentra vaksinasi di tingkat Kelurahan di Jakarta.

Menurut Wiku, saat ini pemerintah terus berupaya memperbanyak stok vaksin untuk memenuhi kebutuhan secara nasional dari berbagai skema.

Namun, kata dia, untuk melakukan percepatan vaksinasi perlu adanya upaya proaktif antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjamin keberadaan stok vaksin mencukupi, khususnya di tiap kabupaten dan kota.

Ia berharap para bupati dan wali kota aktif berkoordinasi dengan gubernur setempat yang menjadi penerima pertama setelah vaksin dikirimkan dari pusat.

&quot;Hal ini juga akan menjadi input berarti bagi Kementerian Kesehatan  termasuk perbaikan mekanisme distribusi dan logistik untuk segera  ditindak lanjuti,&quot; kata dia.

Sebelumnya, hingga Rabu (8/9), Indonesia telah menerima dukungan  vaksin AstraZeneca sebanyak 500 ribu dosis melalui mekanisme berbagi  vaksin (dose-sharing) bilateral dari Pemerintah Australia dalam  kedatangan vaksin tahap ke-51.

Dengan kedatangan vaksin ini, secara keseluruhan Indonesia telah  menerima sebanyak 225,9 juta dosis vaksin dari berbagai merk, baik yang  masih dalam bentuk curah (bulk) atau vaksin jadi.

Vaksin yang sudah diterima itu terdiri dari vaksin Sinovac dalam  bentuk jadi sebanyak 33 juta dosis dan dalam bentuk bulk sebanyak 153,9  juta, AstraZeneca 20 juta dosis, Moderna 8 juta dosis, Pfizer 2,75 juta  dosis, dan Sinopharm sebanyak 8,25 juta dosis.
</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp; - Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito meminta seluruh gubernur untuk memastikan ketersediaan stok vaksin COVID-19 di daerahnya masing-masing, guna mengantisipasi ketimpangan distribusi vaksin secara nasional.

&quot;Gubernur pun diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan pimpinan daerah wilayah administratif di bawahnya, untuk memastikan kebutuhan dosis vaksin di daerahnya,&quot; katanya dalam konferensi pers yang dipantau dari Jakarta, Jumat.

Pernyataan itu disampaikan Wiku menanggapi pertanyaan perihal distribusi vaksin yang belum merata di sejumlah daerah, utamanya jika dibandingkan dengan DKI Jakarta.

Bahkan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menyatakan tidak pernah ada laporan yang menyebutkan kekosongan vaksin COVID-19 di sentra vaksinasi di tingkat Kelurahan di Jakarta.

Menurut Wiku, saat ini pemerintah terus berupaya memperbanyak stok vaksin untuk memenuhi kebutuhan secara nasional dari berbagai skema.

Namun, kata dia, untuk melakukan percepatan vaksinasi perlu adanya upaya proaktif antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjamin keberadaan stok vaksin mencukupi, khususnya di tiap kabupaten dan kota.

Ia berharap para bupati dan wali kota aktif berkoordinasi dengan gubernur setempat yang menjadi penerima pertama setelah vaksin dikirimkan dari pusat.

&quot;Hal ini juga akan menjadi input berarti bagi Kementerian Kesehatan  termasuk perbaikan mekanisme distribusi dan logistik untuk segera  ditindak lanjuti,&quot; kata dia.

Sebelumnya, hingga Rabu (8/9), Indonesia telah menerima dukungan  vaksin AstraZeneca sebanyak 500 ribu dosis melalui mekanisme berbagi  vaksin (dose-sharing) bilateral dari Pemerintah Australia dalam  kedatangan vaksin tahap ke-51.

Dengan kedatangan vaksin ini, secara keseluruhan Indonesia telah  menerima sebanyak 225,9 juta dosis vaksin dari berbagai merk, baik yang  masih dalam bentuk curah (bulk) atau vaksin jadi.

Vaksin yang sudah diterima itu terdiri dari vaksin Sinovac dalam  bentuk jadi sebanyak 33 juta dosis dan dalam bentuk bulk sebanyak 153,9  juta, AstraZeneca 20 juta dosis, Moderna 8 juta dosis, Pfizer 2,75 juta  dosis, dan Sinopharm sebanyak 8,25 juta dosis.
</content:encoded></item></channel></rss>
