<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Usai Hadiri Pesta, 63 Warga Positif Covid-19</title><description>Sedikitnya 63 orang terbukti positif Covid-19 usai menghadiri sebuah pesta dansa.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/15/18/2471882/usai-hadiri-pesta-63-warga-positif-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/09/15/18/2471882/usai-hadiri-pesta-63-warga-positif-covid-19"/><item><title>Usai Hadiri Pesta, 63 Warga Positif Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/15/18/2471882/usai-hadiri-pesta-63-warga-positif-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/09/15/18/2471882/usai-hadiri-pesta-63-warga-positif-covid-19</guid><pubDate>Rabu 15 September 2021 17:27 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/15/18/2471882/usai-hadiri-pesta-63-warga-positif-covid-19-eQJ2R3HYGg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Virus Covid-19 (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/15/18/2471882/usai-hadiri-pesta-63-warga-positif-covid-19-eQJ2R3HYGg.jpg</image><title>Virus Covid-19 (Foto: Reuters)</title></images><description>BERLIN - Sedikitnya 63 orang terbukti positif Covid-19 usai menghadiri sebuah pesta dansa di sebuah kelab di Kota Muenster, Jerman bagian barat.
Media setempat pada Selasa (14/9) mengatakan otoritas dikejutkan dengan tingginya infeksi Covid-19 sebab hanya orang-orang yang sudah menerima vaksin atau telah sembuh --keduanya diyakini memiliki imunitas terhadap penyakit itu-- yang diizinkan untuk menghadiri pesta.
Penyiar WDR mengabarkan selama pesta berlangsung hampir 380 orang berada di kelab tersebut dan sejauh ini 63 orang di antaranya dinyatakan positif Covid-19.
Menurut laporan, banyak di antara mereka yang hanya mengalami gejala ringan.
(Baca juga: Otoritas Meksiko Selamatkan 22 Warga Asing yang Diculik di Hotel)
Sejumlah negara bagian dan kota di Jerman telah melonggarkan pembatasan Covid-19 bulan lalu dan mengizinkan restoran, kafe dan kelab membuka kembali area dalam ruangan mereka. Namun, hanya orang-orang yang menunjukkan bukti vaksinasi atau penyintas Covid-19 yang diperbolehkan masuk.
Aturan masuk yang baru kerap disebut sebagai &quot;aturan 2G&quot;, dari bahasa Jerman Geimpfte (sudah vaksin) dan Genesene (sembuh).
(Baca juga: Selidiki Kasus Pembunuhan Presiden, PM Haiti Malah Perintahkan Jaksa Tinggi Dipecat)
Namun para kritikus mengatakan aturan itu membuat penerima vaksin merasa tidak aman, sebab studi baru-baru ini menunjukkan bahwa individu-individu yang telah menerima vaksinasi masih dapat tertular dan menularkan virus ke yang lain.

</description><content:encoded>BERLIN - Sedikitnya 63 orang terbukti positif Covid-19 usai menghadiri sebuah pesta dansa di sebuah kelab di Kota Muenster, Jerman bagian barat.
Media setempat pada Selasa (14/9) mengatakan otoritas dikejutkan dengan tingginya infeksi Covid-19 sebab hanya orang-orang yang sudah menerima vaksin atau telah sembuh --keduanya diyakini memiliki imunitas terhadap penyakit itu-- yang diizinkan untuk menghadiri pesta.
Penyiar WDR mengabarkan selama pesta berlangsung hampir 380 orang berada di kelab tersebut dan sejauh ini 63 orang di antaranya dinyatakan positif Covid-19.
Menurut laporan, banyak di antara mereka yang hanya mengalami gejala ringan.
(Baca juga: Otoritas Meksiko Selamatkan 22 Warga Asing yang Diculik di Hotel)
Sejumlah negara bagian dan kota di Jerman telah melonggarkan pembatasan Covid-19 bulan lalu dan mengizinkan restoran, kafe dan kelab membuka kembali area dalam ruangan mereka. Namun, hanya orang-orang yang menunjukkan bukti vaksinasi atau penyintas Covid-19 yang diperbolehkan masuk.
Aturan masuk yang baru kerap disebut sebagai &quot;aturan 2G&quot;, dari bahasa Jerman Geimpfte (sudah vaksin) dan Genesene (sembuh).
(Baca juga: Selidiki Kasus Pembunuhan Presiden, PM Haiti Malah Perintahkan Jaksa Tinggi Dipecat)
Namun para kritikus mengatakan aturan itu membuat penerima vaksin merasa tidak aman, sebab studi baru-baru ini menunjukkan bahwa individu-individu yang telah menerima vaksinasi masih dapat tertular dan menularkan virus ke yang lain.

</content:encoded></item></channel></rss>
