<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Humor Gus Dur: Buto Cakil dan Demonstran</title><description>Gus Dur sempat bercanda mengenai demonstran dan mengaitkannya dengan tokoh perwayangan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/15/337/2471297/humor-gus-dur-buto-cakil-dan-demonstran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/09/15/337/2471297/humor-gus-dur-buto-cakil-dan-demonstran"/><item><title>Humor Gus Dur: Buto Cakil dan Demonstran</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/15/337/2471297/humor-gus-dur-buto-cakil-dan-demonstran</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/09/15/337/2471297/humor-gus-dur-buto-cakil-dan-demonstran</guid><pubDate>Rabu 15 September 2021 06:21 WIB</pubDate><dc:creator>Mohammad Adrianto S</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/14/337/2471297/humor-gus-dur-buto-cakil-dan-demonstran-SHE3021Oc2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gus Dur (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/14/337/2471297/humor-gus-dur-buto-cakil-dan-demonstran-SHE3021Oc2.jpg</image><title>Gus Dur (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kala waktu senggang, Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menyempatkan diri mendengar atau menonton atraksi wayang. Pengetahuannya mengenai dunia perwayangan, membuat dirinya sesekali melayangkan guyonan terkait wayang.&amp;nbsp;
Mengutip dari buku Mati Tertawa Bareng Gus Dur, dia sempat bercanda mengenai demonstran dan mengaitkannya dengan tokoh perwayangan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Rahasia Atlet Suriah Raih Medali Emas
Punakawan selalu digambarkan sebagai kesatria. Musuhnya jelek-jelek semua, misalnya Buto Cakil. Punakawan sering diculik, dibawa berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Tapi, menurut Ki Tedjo, sekarang semuanya serba tak jelas. Perilaku kesatria pun tak jelas. Yang jadi Punakawan pun tak jelas. Yang disebut istana pun tak jelas. Sebab, saat ini masih banyak istana, ada yang di Cendana, ada yang di sana, pokoknya di mana-mana.

&quot;Supaya rakyat tentram, mbok ya (para elite politik) itu kalau berantem caranya yang cerdas lah. Rakyat seperti kita ini kan juga perlu tahu. Bukan begitu, Gus?&quot;

&quot;Sebelum tahu istananya, harus tahu dulu siapa demonstrannya,&quot; jawab Gus Dur

&quot;Ya sebelum tahu demonstrannya, harus tahu dulu siapa yang membayari.&quot;
Baca Juga:&amp;nbsp;Humor Gus Dur : Demo di Singapura

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kala waktu senggang, Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menyempatkan diri mendengar atau menonton atraksi wayang. Pengetahuannya mengenai dunia perwayangan, membuat dirinya sesekali melayangkan guyonan terkait wayang.&amp;nbsp;
Mengutip dari buku Mati Tertawa Bareng Gus Dur, dia sempat bercanda mengenai demonstran dan mengaitkannya dengan tokoh perwayangan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Rahasia Atlet Suriah Raih Medali Emas
Punakawan selalu digambarkan sebagai kesatria. Musuhnya jelek-jelek semua, misalnya Buto Cakil. Punakawan sering diculik, dibawa berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Tapi, menurut Ki Tedjo, sekarang semuanya serba tak jelas. Perilaku kesatria pun tak jelas. Yang jadi Punakawan pun tak jelas. Yang disebut istana pun tak jelas. Sebab, saat ini masih banyak istana, ada yang di Cendana, ada yang di sana, pokoknya di mana-mana.

&quot;Supaya rakyat tentram, mbok ya (para elite politik) itu kalau berantem caranya yang cerdas lah. Rakyat seperti kita ini kan juga perlu tahu. Bukan begitu, Gus?&quot;

&quot;Sebelum tahu istananya, harus tahu dulu siapa demonstrannya,&quot; jawab Gus Dur

&quot;Ya sebelum tahu demonstrannya, harus tahu dulu siapa yang membayari.&quot;
Baca Juga:&amp;nbsp;Humor Gus Dur : Demo di Singapura

</content:encoded></item></channel></rss>
