<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hadiri Konferensi Penyiaran Indonesia, Sandiaga Uno Dorong Kolaborasi Semua Pihak Ciptakan Generasi Berakhlak Mulia</title><description>Sandiaga Salahuddin Uno, berpesan kepada seluruh industri media dan komunikasi serta industri penyiaran untuk menciptakan pemikiran luhur</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/15/337/2471687/hadiri-konferensi-penyiaran-indonesia-sandiaga-uno-dorong-kolaborasi-semua-pihak-ciptakan-generasi-berakhlak-mulia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/09/15/337/2471687/hadiri-konferensi-penyiaran-indonesia-sandiaga-uno-dorong-kolaborasi-semua-pihak-ciptakan-generasi-berakhlak-mulia"/><item><title>Hadiri Konferensi Penyiaran Indonesia, Sandiaga Uno Dorong Kolaborasi Semua Pihak Ciptakan Generasi Berakhlak Mulia</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/15/337/2471687/hadiri-konferensi-penyiaran-indonesia-sandiaga-uno-dorong-kolaborasi-semua-pihak-ciptakan-generasi-berakhlak-mulia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/09/15/337/2471687/hadiri-konferensi-penyiaran-indonesia-sandiaga-uno-dorong-kolaborasi-semua-pihak-ciptakan-generasi-berakhlak-mulia</guid><pubDate>Rabu 15 September 2021 13:11 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/15/337/2471687/hadiri-konferensi-penyiaran-indonesia-sandiaga-uno-dorong-kolaborasi-semua-pihak-ciptakan-generasi-berakhlak-mulia-ewXitvDwFB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sandiaga Uno hadiri konferensi penyiaran Indonesia (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/15/337/2471687/hadiri-konferensi-penyiaran-indonesia-sandiaga-uno-dorong-kolaborasi-semua-pihak-ciptakan-generasi-berakhlak-mulia-ewXitvDwFB.jpg</image><title>Sandiaga Uno hadiri konferensi penyiaran Indonesia (Foto: Ist)</title></images><description>MAKASSAR - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno, berpesan kepada seluruh industri media dan komunikasi serta industri penyiaran untuk terus berkolaborasi menciptakan pemikiran luhur guna menghasilkan generasi penerus yang berkahlakul kharimah (berakhlak mulia), menjunjung tinggi semangat fatonah, amanah, siddiq dan tabliq.

Hal ini disampaikan Sandi secara daring ketika menjadi pembicara kunci Konferensi Penyiaran Indonesia yang diselenggarakan Universitas Hasanuddin (Unhas) bekerjasama dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Rabu (15/9/2021).

&amp;ldquo;Soal tablig ini harus menyampaikan hal-hal yang baik-baik saja dan juga menyampaikan yang akurat dan membangun bangsa dengan bingkai Bhinneka Tunggal Ika serta tentunya dengan landasan Pancasila,&amp;rdquo; tambah dia.

Sandi menambahkan pada akhirnya harus diciptakan konten kreatif yang dapat mempersatukan bangsa ini dengan balutan informasi yang akurat, terverifikasi dalam bingkai inovasi. Informasi tersebut harus sesuai dengan nila-nilai luhur bangsa ini. &amp;ldquo;Penyiaran juga harus mempersatukan ukuwah watoniah kita yaitu persatuan kita yakni persatuan kebangsaan kita,&amp;rdquo; tuturnya.

Di awal paparannya, Sandi menjabarkan kondisi sektor pariwisata di Indonesia. Meskipun mengalami keterpurukan akibat pandemi Covid-19, masih ada satu sektor lain yang justru masih dapat diharapkan yakni sektor ekonomi kreatif khususnya di sub sektor TV dan radio. Menurutnya, sub sektor ini justru menunjukan perkembangan yang luar biasa.

&amp;ldquo;Jumlah tenaga kerja memang terkendala dari segi penyerapan tetapi ternyata sektor ini mengalami reliable. Semangat untuk bangkit menghinggapi lebih dari 34 juta pekerja parekraf. Dimana kita terapkan strategi inovasi, adaptasi dan kolaborasi,&amp;rdquo; katanya.

Dalam kesempatan itu, Sandi berharap konferensi penyiaran yang melibatkan unsur perguruan tinggi ini dapat menghasilkan pemikiran kreatif dan inovatif yang bisa disumbangkan sebagai pemikiran terbaik.

&amp;ldquo;Rencana KPI dan 12 perguruan bisa dikolaborasi dengan kami di Menparekraf. Karena salah satu sub sektor yang kami bina adalah sub sektor penyiaran ini. Sehingga motto Indonesia tangguh dan Indonesia tumbuh bisa kita wujudkan. Saya ucapkan terimakasih, bangkit disaat sulit, menang melawan covid dan together with KPI, yes we can do it,&amp;rdquo; tandasnya.

Sementara itu, pada sambutan awal acara, Komisioner KPI Pusat  sekaligus PIC Konferensi Penyiaran Indonesia, Yuliandre Darwis,  menegaskan situasi komunikasi di ruang publik semakin kompleks, dinamis  dan cepat. Hal ini sangat berbeda dengan kondisi sebelumnya sebagai  dampak dari kemajuan teknologi informasi pada akhirnya ketersediaan  informasi saat ini sangat melimpah.

&amp;ldquo;Media penyiaran salah satu dari media massa dalam melaksanakan  kegiatannya menggunakan frekuensi sebagai ranah publik, sehingga kaidah  penggunaan media massa penyiaran diatur khusus yang mengedepankan  tanggung jawab yang bermartabat,&amp;rdquo; tambahnya.

Melalui konferensi penyiaran ini, kata Andre, publik menaruh harapan  besar semakin banyak para ilmuan di Indonesia yang terus mengembangan  bentuk penelitian-penelitian lain untuk merespon perubahan dunia  komunikasi, media, teknologi termasuk penyiaran. Apalagi pada awal  November 2022, Indonesia akan bermigrasi dari analog ke digital.

&amp;ldquo;Konferensi ini yang mengusung tema &amp;ldquo;Mewujudkan Media Komunikasi dan  Industri Penyiaran yang Sehat, Tangguh dan Berbasis Kemanusiaan&amp;rdquo; hasil  kerja sama KPI dan Universitas Hassanudin diharapkan dapat menciptakan  iklim media dan pola komunikasi yang memiliki tanggung jawab moral dalam  ranah komunikasi dan penyiaran. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari  implementasi Riset Indeks Kualitas Program Siaran Televisi  yang juga  Program Prioritas Nasional bersama Badan Perencanaan Pembangunan  Nasional (Bappenas) yang melibatkan lebih dari 192 orang pakar dari 12  Universitas Negeri se Indonesia untuk mengukur sejauh mana kualitas  konten siaran kita,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>MAKASSAR - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno, berpesan kepada seluruh industri media dan komunikasi serta industri penyiaran untuk terus berkolaborasi menciptakan pemikiran luhur guna menghasilkan generasi penerus yang berkahlakul kharimah (berakhlak mulia), menjunjung tinggi semangat fatonah, amanah, siddiq dan tabliq.

Hal ini disampaikan Sandi secara daring ketika menjadi pembicara kunci Konferensi Penyiaran Indonesia yang diselenggarakan Universitas Hasanuddin (Unhas) bekerjasama dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Rabu (15/9/2021).

&amp;ldquo;Soal tablig ini harus menyampaikan hal-hal yang baik-baik saja dan juga menyampaikan yang akurat dan membangun bangsa dengan bingkai Bhinneka Tunggal Ika serta tentunya dengan landasan Pancasila,&amp;rdquo; tambah dia.

Sandi menambahkan pada akhirnya harus diciptakan konten kreatif yang dapat mempersatukan bangsa ini dengan balutan informasi yang akurat, terverifikasi dalam bingkai inovasi. Informasi tersebut harus sesuai dengan nila-nilai luhur bangsa ini. &amp;ldquo;Penyiaran juga harus mempersatukan ukuwah watoniah kita yaitu persatuan kita yakni persatuan kebangsaan kita,&amp;rdquo; tuturnya.

Di awal paparannya, Sandi menjabarkan kondisi sektor pariwisata di Indonesia. Meskipun mengalami keterpurukan akibat pandemi Covid-19, masih ada satu sektor lain yang justru masih dapat diharapkan yakni sektor ekonomi kreatif khususnya di sub sektor TV dan radio. Menurutnya, sub sektor ini justru menunjukan perkembangan yang luar biasa.

&amp;ldquo;Jumlah tenaga kerja memang terkendala dari segi penyerapan tetapi ternyata sektor ini mengalami reliable. Semangat untuk bangkit menghinggapi lebih dari 34 juta pekerja parekraf. Dimana kita terapkan strategi inovasi, adaptasi dan kolaborasi,&amp;rdquo; katanya.

Dalam kesempatan itu, Sandi berharap konferensi penyiaran yang melibatkan unsur perguruan tinggi ini dapat menghasilkan pemikiran kreatif dan inovatif yang bisa disumbangkan sebagai pemikiran terbaik.

&amp;ldquo;Rencana KPI dan 12 perguruan bisa dikolaborasi dengan kami di Menparekraf. Karena salah satu sub sektor yang kami bina adalah sub sektor penyiaran ini. Sehingga motto Indonesia tangguh dan Indonesia tumbuh bisa kita wujudkan. Saya ucapkan terimakasih, bangkit disaat sulit, menang melawan covid dan together with KPI, yes we can do it,&amp;rdquo; tandasnya.

Sementara itu, pada sambutan awal acara, Komisioner KPI Pusat  sekaligus PIC Konferensi Penyiaran Indonesia, Yuliandre Darwis,  menegaskan situasi komunikasi di ruang publik semakin kompleks, dinamis  dan cepat. Hal ini sangat berbeda dengan kondisi sebelumnya sebagai  dampak dari kemajuan teknologi informasi pada akhirnya ketersediaan  informasi saat ini sangat melimpah.

&amp;ldquo;Media penyiaran salah satu dari media massa dalam melaksanakan  kegiatannya menggunakan frekuensi sebagai ranah publik, sehingga kaidah  penggunaan media massa penyiaran diatur khusus yang mengedepankan  tanggung jawab yang bermartabat,&amp;rdquo; tambahnya.

Melalui konferensi penyiaran ini, kata Andre, publik menaruh harapan  besar semakin banyak para ilmuan di Indonesia yang terus mengembangan  bentuk penelitian-penelitian lain untuk merespon perubahan dunia  komunikasi, media, teknologi termasuk penyiaran. Apalagi pada awal  November 2022, Indonesia akan bermigrasi dari analog ke digital.

&amp;ldquo;Konferensi ini yang mengusung tema &amp;ldquo;Mewujudkan Media Komunikasi dan  Industri Penyiaran yang Sehat, Tangguh dan Berbasis Kemanusiaan&amp;rdquo; hasil  kerja sama KPI dan Universitas Hassanudin diharapkan dapat menciptakan  iklim media dan pola komunikasi yang memiliki tanggung jawab moral dalam  ranah komunikasi dan penyiaran. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari  implementasi Riset Indeks Kualitas Program Siaran Televisi  yang juga  Program Prioritas Nasional bersama Badan Perencanaan Pembangunan  Nasional (Bappenas) yang melibatkan lebih dari 192 orang pakar dari 12  Universitas Negeri se Indonesia untuk mengukur sejauh mana kualitas  konten siaran kita,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
