<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Brebes Kembali PPKM Level 4, Bupati Panggil 14 Direktur Rumah Sakit</title><description>Bupati Brebes Idza Priyanti memanggil 14 direktur rumah sakit (RS) di wilayahnya ke Pendopo Kabupaten, Selasa (14/9) sore</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/15/512/2471501/brebes-kembali-ppkm-level-4-bupati-panggil-14-direktur-rumah-sakit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/09/15/512/2471501/brebes-kembali-ppkm-level-4-bupati-panggil-14-direktur-rumah-sakit"/><item><title>Brebes Kembali PPKM Level 4, Bupati Panggil 14 Direktur Rumah Sakit</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/15/512/2471501/brebes-kembali-ppkm-level-4-bupati-panggil-14-direktur-rumah-sakit</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/09/15/512/2471501/brebes-kembali-ppkm-level-4-bupati-panggil-14-direktur-rumah-sakit</guid><pubDate>Rabu 15 September 2021 08:11 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/15/512/2471501/brebes-kembali-ppkm-level-4-bupati-panggil-14-direktur-rumah-sakit-cTTIF3nBHf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bupati Brebes, Idza Priyanti. (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/15/512/2471501/brebes-kembali-ppkm-level-4-bupati-panggil-14-direktur-rumah-sakit-cTTIF3nBHf.jpg</image><title>Bupati Brebes, Idza Priyanti. (Foto: Istimewa)</title></images><description>BREBES&amp;nbsp;- Bupati Brebes Idza Priyanti memanggil 14 direktur rumah sakit (RS) di wilayahnya ke Pendopo Kabupaten, Selasa (14/9) sore. Hal itu berkaitan dengan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Brebes yang naik dari Level 3 ke Level 4.
Menurut Idza Priyanti, status PPKM Level 4 tak lepas karena keterlambatan (delay) input data laporan harian kasus Covid-19. Untuk itu, dia meminta kepada seluruh petuga pengentri data untuk memperbarui data setiap hari.
Bahkan, Idza menyebut data tersebut delay berbulan-bulan. Artinya, data yang seharusnya dilaporkan Juni, Juli dan Agustus baru dimasukkan pada September.
Bupati pun minta jaminan kesanggupan para direktur rumah sakit untuk tertib memasukkan data kasus Covid-19 setiap hari.
Baca juga:&amp;nbsp;Syarat Pelaku Perjalanan di Dalam Negeri Masih Sama, Berikut Rinciannya
Sementara itu, Direktur RSUD Brebes dr Rasipin mengakui adanya keterlambatan dalam mengentri data karena tenaga operatornya menjalani isolasi mandiri.
&amp;ldquo;Ini tidak hanya terjadi di Brebes. Hampir seluruh daerah mengalami hal yang sama, karena memang banyak tenaga operator yang terpapar virus Corona,&amp;rdquo; terang Rasipin, dilansir dari Solopos.com.Penyebab Brebes PPKM Level 4 Rasipin menerangkan pada Juni dan Juli lalu banyak tenaga kesehatan di rumah sakitnya yang terkonfirmasi Covid-19, termasuk petugas entri data.
Oleh karenanya terjadi keterlambatan entri data harian. Selain menjalani isoman, tenaga kesehatan yang bertugas disebut kewalahan menangani pasien Covid.
&amp;ldquo;Entri data sempat sedikit terbengkalai karena tenaga kesehatan fokus pada penanganan pasien. Jadi seolah-olah dalam dua minggu ini terjadi peningkatan kasus. Padahal riilnya, terus terjadi penurunan,&amp;rdquo; jelas Rasipin.</description><content:encoded>BREBES&amp;nbsp;- Bupati Brebes Idza Priyanti memanggil 14 direktur rumah sakit (RS) di wilayahnya ke Pendopo Kabupaten, Selasa (14/9) sore. Hal itu berkaitan dengan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Brebes yang naik dari Level 3 ke Level 4.
Menurut Idza Priyanti, status PPKM Level 4 tak lepas karena keterlambatan (delay) input data laporan harian kasus Covid-19. Untuk itu, dia meminta kepada seluruh petuga pengentri data untuk memperbarui data setiap hari.
Bahkan, Idza menyebut data tersebut delay berbulan-bulan. Artinya, data yang seharusnya dilaporkan Juni, Juli dan Agustus baru dimasukkan pada September.
Bupati pun minta jaminan kesanggupan para direktur rumah sakit untuk tertib memasukkan data kasus Covid-19 setiap hari.
Baca juga:&amp;nbsp;Syarat Pelaku Perjalanan di Dalam Negeri Masih Sama, Berikut Rinciannya
Sementara itu, Direktur RSUD Brebes dr Rasipin mengakui adanya keterlambatan dalam mengentri data karena tenaga operatornya menjalani isolasi mandiri.
&amp;ldquo;Ini tidak hanya terjadi di Brebes. Hampir seluruh daerah mengalami hal yang sama, karena memang banyak tenaga operator yang terpapar virus Corona,&amp;rdquo; terang Rasipin, dilansir dari Solopos.com.Penyebab Brebes PPKM Level 4 Rasipin menerangkan pada Juni dan Juli lalu banyak tenaga kesehatan di rumah sakitnya yang terkonfirmasi Covid-19, termasuk petugas entri data.
Oleh karenanya terjadi keterlambatan entri data harian. Selain menjalani isoman, tenaga kesehatan yang bertugas disebut kewalahan menangani pasien Covid.
&amp;ldquo;Entri data sempat sedikit terbengkalai karena tenaga kesehatan fokus pada penanganan pasien. Jadi seolah-olah dalam dua minggu ini terjadi peningkatan kasus. Padahal riilnya, terus terjadi penurunan,&amp;rdquo; jelas Rasipin.</content:encoded></item></channel></rss>
