<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dua Pekan Buka Mal di Kota Bogor Masih Sepi, Penyebabnya Pembatasan Usia</title><description>Hal itu disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya pembatasan usia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/17/338/2473130/dua-pekan-buka-mal-di-kota-bogor-masih-sepi-penyebabnya-pembatasan-usia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/09/17/338/2473130/dua-pekan-buka-mal-di-kota-bogor-masih-sepi-penyebabnya-pembatasan-usia"/><item><title>Dua Pekan Buka Mal di Kota Bogor Masih Sepi, Penyebabnya Pembatasan Usia</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/17/338/2473130/dua-pekan-buka-mal-di-kota-bogor-masih-sepi-penyebabnya-pembatasan-usia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/09/17/338/2473130/dua-pekan-buka-mal-di-kota-bogor-masih-sepi-penyebabnya-pembatasan-usia</guid><pubDate>Jum'at 17 September 2021 21:30 WIB</pubDate><dc:creator>Putra Ramadhani Astyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/17/338/2473130/dua-pekan-buka-mal-di-kota-bogor-masih-sepi-penyebabnya-pembatasan-usia-95Rb9ruhRx.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Pengunjung mal di masa pandemi. (Foto: Arif J/Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/17/338/2473130/dua-pekan-buka-mal-di-kota-bogor-masih-sepi-penyebabnya-pembatasan-usia-95Rb9ruhRx.jpeg</image><title>Pengunjung mal di masa pandemi. (Foto: Arif J/Okezone.com)</title></images><description>BOGOR&amp;nbsp;-&amp;nbsp;Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag)&amp;nbsp;Kota&amp;nbsp;Bogor&amp;nbsp;menyebut tingkat&amp;nbsp;kunjungan&amp;nbsp;mal&amp;nbsp;masih&amp;nbsp;sepi. Hal itu disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya pembatasan usia.
Kadisperindag&amp;nbsp;Kota&amp;nbsp;Bogor&amp;nbsp;Ganjar Gunawan menyebut dari 15 pusat perbelanjaan dan 7&amp;nbsp;di&amp;nbsp;antaranya&amp;nbsp;mal&amp;nbsp;besar, rata-rata tingkat&amp;nbsp;kunjungan&amp;nbsp;hanya 30 persen. Padahal, pembukaan sudah berjalan&amp;nbsp;dua&amp;nbsp;pekan.&amp;nbsp;
&quot;Saya bilang pusat perbelanjaan dan&amp;nbsp;mal&amp;nbsp;ini&amp;nbsp;masih&amp;nbsp;menjerit, belum ada peningkatan signifikan. Sekarang 30 persen,&quot; kata Ganjar, Jumat (17/8/2021).&amp;nbsp;
Adapun faktor yang menyebabkan&amp;nbsp;masih&amp;nbsp;minimnya&amp;nbsp;kunjungan&amp;nbsp;masyarakat&amp;nbsp;di&amp;nbsp;antaranya terkendala pembatasan usia&amp;nbsp;di&amp;nbsp;bawah 12 tahun tidak boleh masuk. Pada dasarnya, lanjut Ganjar, pengunjung&amp;nbsp;mal&amp;nbsp;adalah keluarga yang mayoritas memiliki anak kecil.&amp;nbsp;
Baca juga:&amp;nbsp;Aturan Baru Belanja di Mal Selama PPKM Berlevel
&quot;Konsep&amp;nbsp;mal&amp;nbsp;itu salah satu destinasi keluarga. Sehingga ketika, ada anak yang tidak pergi maka satu keluarga tidak jadi pergi,&quot; ungkapnya.&amp;nbsp;
Kemudian, terkait penggunaan aplikasi Peduli Lindungi. Pada&amp;nbsp;mal&amp;nbsp;dengan sasaran menengah ke bawah, tidak sedikit pengunjung terkendala aturan tersebut karena keterbatasan teknologi atau ponsel hingga kuota internet.&quot;Kita lagi tunggu kebijakan dari kementerian, dengar-dengar mungkin seminggu atau&amp;nbsp;dua&amp;nbsp;minggu ke depan anak 12 tahun sudah bisa masuk,&quot; tambah Ganjar.
Masih&amp;nbsp;sepinya&amp;nbsp;pengunjung tentu berpengaruh pada omset tenant. Hal itu juga membuat pengelola kesulitan lantaran biaya operasional lebih tinggi ketimbang pemasukan.
&quot;Pengelola&amp;nbsp;mal&amp;nbsp;bingung, tenant bingung karena embeli sedikit,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>BOGOR&amp;nbsp;-&amp;nbsp;Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag)&amp;nbsp;Kota&amp;nbsp;Bogor&amp;nbsp;menyebut tingkat&amp;nbsp;kunjungan&amp;nbsp;mal&amp;nbsp;masih&amp;nbsp;sepi. Hal itu disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya pembatasan usia.
Kadisperindag&amp;nbsp;Kota&amp;nbsp;Bogor&amp;nbsp;Ganjar Gunawan menyebut dari 15 pusat perbelanjaan dan 7&amp;nbsp;di&amp;nbsp;antaranya&amp;nbsp;mal&amp;nbsp;besar, rata-rata tingkat&amp;nbsp;kunjungan&amp;nbsp;hanya 30 persen. Padahal, pembukaan sudah berjalan&amp;nbsp;dua&amp;nbsp;pekan.&amp;nbsp;
&quot;Saya bilang pusat perbelanjaan dan&amp;nbsp;mal&amp;nbsp;ini&amp;nbsp;masih&amp;nbsp;menjerit, belum ada peningkatan signifikan. Sekarang 30 persen,&quot; kata Ganjar, Jumat (17/8/2021).&amp;nbsp;
Adapun faktor yang menyebabkan&amp;nbsp;masih&amp;nbsp;minimnya&amp;nbsp;kunjungan&amp;nbsp;masyarakat&amp;nbsp;di&amp;nbsp;antaranya terkendala pembatasan usia&amp;nbsp;di&amp;nbsp;bawah 12 tahun tidak boleh masuk. Pada dasarnya, lanjut Ganjar, pengunjung&amp;nbsp;mal&amp;nbsp;adalah keluarga yang mayoritas memiliki anak kecil.&amp;nbsp;
Baca juga:&amp;nbsp;Aturan Baru Belanja di Mal Selama PPKM Berlevel
&quot;Konsep&amp;nbsp;mal&amp;nbsp;itu salah satu destinasi keluarga. Sehingga ketika, ada anak yang tidak pergi maka satu keluarga tidak jadi pergi,&quot; ungkapnya.&amp;nbsp;
Kemudian, terkait penggunaan aplikasi Peduli Lindungi. Pada&amp;nbsp;mal&amp;nbsp;dengan sasaran menengah ke bawah, tidak sedikit pengunjung terkendala aturan tersebut karena keterbatasan teknologi atau ponsel hingga kuota internet.&quot;Kita lagi tunggu kebijakan dari kementerian, dengar-dengar mungkin seminggu atau&amp;nbsp;dua&amp;nbsp;minggu ke depan anak 12 tahun sudah bisa masuk,&quot; tambah Ganjar.
Masih&amp;nbsp;sepinya&amp;nbsp;pengunjung tentu berpengaruh pada omset tenant. Hal itu juga membuat pengelola kesulitan lantaran biaya operasional lebih tinggi ketimbang pemasukan.
&quot;Pengelola&amp;nbsp;mal&amp;nbsp;bingung, tenant bingung karena embeli sedikit,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
