<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bengkel Alsintan Keliling Bantu Petani di Jawa Timur Jaga Produktivitas</title><description>Bengkel keliling alsintan merupakan salah satu wujud nyata pemerintah dalam membantu petani menjaga produksi dan produktivitas pertanian.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/20/1/2474305/bengkel-alsintan-keliling-bantu-petani-di-jawa-timur-jaga-produktivitas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/09/20/1/2474305/bengkel-alsintan-keliling-bantu-petani-di-jawa-timur-jaga-produktivitas"/><item><title>Bengkel Alsintan Keliling Bantu Petani di Jawa Timur Jaga Produktivitas</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/20/1/2474305/bengkel-alsintan-keliling-bantu-petani-di-jawa-timur-jaga-produktivitas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/09/20/1/2474305/bengkel-alsintan-keliling-bantu-petani-di-jawa-timur-jaga-produktivitas</guid><pubDate>Senin 20 September 2021 21:41 WIB</pubDate><dc:creator>Agustina Wulandari </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/20/1/2474305/bengkel-alsintan-keliling-bantu-petani-di-jawa-timur-jaga-produktivitas-A1FO2ydp93.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mentan SYL. (Foto: Dok.Kementan RI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/20/1/2474305/bengkel-alsintan-keliling-bantu-petani-di-jawa-timur-jaga-produktivitas-A1FO2ydp93.jpg</image><title>Mentan SYL. (Foto: Dok.Kementan RI)</title></images><description>JAWA TIMUR - Terobosan yang dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur dengan meluncurkan program bengkel keliling alat mesin pertanian (alsintan) merupakan salah satu wujud nyata pemerintah dalam membantu petani menjaga produksi dan produktivitas pertanian.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) menuturkan, saat ini pertanian sudah memasuki era 4.0. Hal ini ditandai dengan penerapan pertanian modern melalui penggunaan alsintan untuk menggenjot produktivitas.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pertanian di Sikka NTT Berkembang Pesat Berkat Penggunaan Alsintan
Untuk itu, kata dia, agar bisa mencukupi kebutuhan pangan masyarakat, pertanian harus terus bergerak dan tidak boleh terganggu dengan hal-hal lain.
&amp;ldquo;Adanya bengkel keliling ini menjadi penting untuk pemeliharaan dan perawatan alsintan bagi pemilik alsintan. Ini juga sebagai sarana untuk meningkatkan kesejahteraan petani,&amp;rdquo; ujar Mentan SYL.
Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) PSP Kementan Ali Jamil menerangkan, bengkel keliling tersebut ditujukan untuk perbaiki dan pemeliharaan alsintan yang penggunaannya telah membantu para petani dalam proses budidaya pertanian.
Dengan adanya fasilitas itu, kata dia, perbengkelan dapat secara sigap memperbaiki alsintan ketika terjadi kerusakan. Dengan begini, produktivitas dan kinerja petani tidak akan terganggu.
&quot;Perbengkelan alsintan ini untuk mengantisipasi kerusakan yang terjadi dan sebagai upaya perawatan. Juga untuk menjaga produktivitas pertanian dan meningkatkan pendapatan petani,&quot; kata Ali.
Ali berujar, program perbengkelan alsintan tersebut sejalan dengan tujuan pembangunan pertanian nasional, yakni menyediakan pangan untuk seluruh rakyat, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menggenjot ekspor.
Menurut penuturannya, sejauh ini Kementan telah menyalurkan alsintan ke berbagai daerah sentra produksi pangan untuk mendukung budidaya pertanian mereka.
Melalui perbengkelan yang ada, alsintan bisa melalui layanan pemeliharaan, perbaikan, dan penyediaan suku cadang. &amp;ldquo;Perlu diingat juga penerapan mekanisasi pertanian tetap memerlukan dukungan perbengkelan yang melibatkan lembaga UPJA,&amp;rdquo; ujarnya.
CM</description><content:encoded>JAWA TIMUR - Terobosan yang dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur dengan meluncurkan program bengkel keliling alat mesin pertanian (alsintan) merupakan salah satu wujud nyata pemerintah dalam membantu petani menjaga produksi dan produktivitas pertanian.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) menuturkan, saat ini pertanian sudah memasuki era 4.0. Hal ini ditandai dengan penerapan pertanian modern melalui penggunaan alsintan untuk menggenjot produktivitas.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pertanian di Sikka NTT Berkembang Pesat Berkat Penggunaan Alsintan
Untuk itu, kata dia, agar bisa mencukupi kebutuhan pangan masyarakat, pertanian harus terus bergerak dan tidak boleh terganggu dengan hal-hal lain.
&amp;ldquo;Adanya bengkel keliling ini menjadi penting untuk pemeliharaan dan perawatan alsintan bagi pemilik alsintan. Ini juga sebagai sarana untuk meningkatkan kesejahteraan petani,&amp;rdquo; ujar Mentan SYL.
Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) PSP Kementan Ali Jamil menerangkan, bengkel keliling tersebut ditujukan untuk perbaiki dan pemeliharaan alsintan yang penggunaannya telah membantu para petani dalam proses budidaya pertanian.
Dengan adanya fasilitas itu, kata dia, perbengkelan dapat secara sigap memperbaiki alsintan ketika terjadi kerusakan. Dengan begini, produktivitas dan kinerja petani tidak akan terganggu.
&quot;Perbengkelan alsintan ini untuk mengantisipasi kerusakan yang terjadi dan sebagai upaya perawatan. Juga untuk menjaga produktivitas pertanian dan meningkatkan pendapatan petani,&quot; kata Ali.
Ali berujar, program perbengkelan alsintan tersebut sejalan dengan tujuan pembangunan pertanian nasional, yakni menyediakan pangan untuk seluruh rakyat, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menggenjot ekspor.
Menurut penuturannya, sejauh ini Kementan telah menyalurkan alsintan ke berbagai daerah sentra produksi pangan untuk mendukung budidaya pertanian mereka.
Melalui perbengkelan yang ada, alsintan bisa melalui layanan pemeliharaan, perbaikan, dan penyediaan suku cadang. &amp;ldquo;Perlu diingat juga penerapan mekanisasi pertanian tetap memerlukan dukungan perbengkelan yang melibatkan lembaga UPJA,&amp;rdquo; ujarnya.
CM</content:encoded></item></channel></rss>
