<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Ketua Satgas IDI Sebut Varian Delta Mengancam Rencana &quot;Hidup dengan Covid-19&quot; ala Singapura   </title><description>Singapura yang sudah merencanakan hidup berdampingan dengan Covid-19 kini kembali terancam</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/20/337/2473887/ketua-satgas-idi-sebut-varian-delta-mengancam-rencana-hidup-dengan-covid-19-ala-singapura</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/09/20/337/2473887/ketua-satgas-idi-sebut-varian-delta-mengancam-rencana-hidup-dengan-covid-19-ala-singapura"/><item><title> Ketua Satgas IDI Sebut Varian Delta Mengancam Rencana &quot;Hidup dengan Covid-19&quot; ala Singapura   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/20/337/2473887/ketua-satgas-idi-sebut-varian-delta-mengancam-rencana-hidup-dengan-covid-19-ala-singapura</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/09/20/337/2473887/ketua-satgas-idi-sebut-varian-delta-mengancam-rencana-hidup-dengan-covid-19-ala-singapura</guid><pubDate>Senin 20 September 2021 09:34 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/20/337/2473887/ketua-satgas-idi-sebut-varian-delta-mengancam-rencana-hidup-dengan-covid-19-ala-singapura-ZbxtJ2aFjW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Illustrasi Freepick</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/20/337/2473887/ketua-satgas-idi-sebut-varian-delta-mengancam-rencana-hidup-dengan-covid-19-ala-singapura-ZbxtJ2aFjW.jpg</image><title>Foto: Illustrasi Freepick</title></images><description>JAKARTA - Ketua Satuan Tugas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Zubairi Djoerban mengungkapkan, Singapura yang sudah merencanakan hidup berdampingan dengan Covid-19 kini kembali terancam oleh kenaikan kasus akibat varian Delta.

Singapura, kata Zubairi, terjadi penambahan lonjakan sebesar 1.012 kasus baru Covid-19. Ini tercatat tertinggi sejak April 2020 lalu.

&amp;ldquo;Delta mengancam rencana &amp;ldquo;hidup dengan Covid-19&amp;rdquo; ala Singapura: Muncul 1.012 kasus baru. Tertinggi sejak April 2020,&amp;rdquo; katanya lewat sosial media pribadinya, Senin (20/9/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;3.000 Orang Positif Covid-19 Bisa Masuk Mal, Sekda Bandung Panggil Kepala Dinas
Zubairi mengatakan, lonjakan kasus terjadi akibat adanya klaster Covid-19 yang berasal dari pusat belanja, tempat kerja, hingga stasiun. &amp;ldquo;Klaster berasal dari pusat belanja, tempat kerja, hingga stasiun,&amp;rdquo; paparnya.

Kini, kata Zubairi, kebutuhan oksigen untuk pasien Covid-19 pun meningkat sejalan dengan tingkat bed occupancy ratio (BOR) di Singapura yang meningkat meskipun belum dinyatakan krisis.

&amp;ldquo;Pasien yang butuh oksigen meningkat. RS diklaim belum krisis,&amp;rdquo; katanya.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Update Corona 19 September 2021: Positif 4.190.763 Orang, 3.989.326 Sembuh &amp;amp; 140.468 Meninggal
Zubairi mengatakan, situasi Covid-19 di Singapura mirip dengan Israel. Dimana di negara itu sempat dinyatakan sebagai negara yang paling aman dari Covid-19, kini harus dihantam lonjakan kasus. &amp;ldquo;Situasinya (di Singapura) mirip Israel,&amp;rdquo; sambungnya.

Sebelumnya, Zubairi pun telah mengingatkan agar Indonesia waspada dan berkaca dari penanganan Covid-19 di negara lain. Selain itu, dia mengingatkan untuk mempersiapkan kapasitas layanan kesehatan untuk mengelola potensi lonjakan kasus.

&amp;ldquo;Kita harus mempersiapkan juga kapasitas layanan kesehatan untuk mengelola lonjakan kasus di masa depan. Mitigasi ini harus ada,&amp;rdquo; kata Zubairi.

Kasus Covid-19 di Tanah Air yang mulai membaik, kata Zubairi, harus dijadikan momentum untuk mempersiapkan transisi namun tidak boleh menurunkan kewaspadaan.

&amp;ldquo;Saya rasa situasi yang membaik ini momentum yang pas untuk mempersiapkan transisi. Ya syaratnya harus ada koordinasi yang solid semua pihak dan tidak boleh menurunkan kewaspadaan. Kalau longgarnya kebablasan, bisa-bisa malah menjadi hiperendemi, alih-alih menuju endemi,&amp;rdquo; tutupnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Satuan Tugas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Zubairi Djoerban mengungkapkan, Singapura yang sudah merencanakan hidup berdampingan dengan Covid-19 kini kembali terancam oleh kenaikan kasus akibat varian Delta.

Singapura, kata Zubairi, terjadi penambahan lonjakan sebesar 1.012 kasus baru Covid-19. Ini tercatat tertinggi sejak April 2020 lalu.

&amp;ldquo;Delta mengancam rencana &amp;ldquo;hidup dengan Covid-19&amp;rdquo; ala Singapura: Muncul 1.012 kasus baru. Tertinggi sejak April 2020,&amp;rdquo; katanya lewat sosial media pribadinya, Senin (20/9/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;3.000 Orang Positif Covid-19 Bisa Masuk Mal, Sekda Bandung Panggil Kepala Dinas
Zubairi mengatakan, lonjakan kasus terjadi akibat adanya klaster Covid-19 yang berasal dari pusat belanja, tempat kerja, hingga stasiun. &amp;ldquo;Klaster berasal dari pusat belanja, tempat kerja, hingga stasiun,&amp;rdquo; paparnya.

Kini, kata Zubairi, kebutuhan oksigen untuk pasien Covid-19 pun meningkat sejalan dengan tingkat bed occupancy ratio (BOR) di Singapura yang meningkat meskipun belum dinyatakan krisis.

&amp;ldquo;Pasien yang butuh oksigen meningkat. RS diklaim belum krisis,&amp;rdquo; katanya.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Update Corona 19 September 2021: Positif 4.190.763 Orang, 3.989.326 Sembuh &amp;amp; 140.468 Meninggal
Zubairi mengatakan, situasi Covid-19 di Singapura mirip dengan Israel. Dimana di negara itu sempat dinyatakan sebagai negara yang paling aman dari Covid-19, kini harus dihantam lonjakan kasus. &amp;ldquo;Situasinya (di Singapura) mirip Israel,&amp;rdquo; sambungnya.

Sebelumnya, Zubairi pun telah mengingatkan agar Indonesia waspada dan berkaca dari penanganan Covid-19 di negara lain. Selain itu, dia mengingatkan untuk mempersiapkan kapasitas layanan kesehatan untuk mengelola potensi lonjakan kasus.

&amp;ldquo;Kita harus mempersiapkan juga kapasitas layanan kesehatan untuk mengelola lonjakan kasus di masa depan. Mitigasi ini harus ada,&amp;rdquo; kata Zubairi.

Kasus Covid-19 di Tanah Air yang mulai membaik, kata Zubairi, harus dijadikan momentum untuk mempersiapkan transisi namun tidak boleh menurunkan kewaspadaan.

&amp;ldquo;Saya rasa situasi yang membaik ini momentum yang pas untuk mempersiapkan transisi. Ya syaratnya harus ada koordinasi yang solid semua pihak dan tidak boleh menurunkan kewaspadaan. Kalau longgarnya kebablasan, bisa-bisa malah menjadi hiperendemi, alih-alih menuju endemi,&amp;rdquo; tutupnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
