<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cuaca Ekstrem Intai Sejumlah Daerah, Simak 5 Faktanya Biar Lebih Waspada!</title><description>Berikut sejumlah fakta terkait cuaca ekstrem mengintai sejumlah daerah di Indonesia:</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/20/337/2474279/cuaca-ekstrem-intai-sejumlah-daerah-simak-5-faktanya-biar-lebih-waspada</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/09/20/337/2474279/cuaca-ekstrem-intai-sejumlah-daerah-simak-5-faktanya-biar-lebih-waspada"/><item><title>Cuaca Ekstrem Intai Sejumlah Daerah, Simak 5 Faktanya Biar Lebih Waspada!</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/20/337/2474279/cuaca-ekstrem-intai-sejumlah-daerah-simak-5-faktanya-biar-lebih-waspada</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/09/20/337/2474279/cuaca-ekstrem-intai-sejumlah-daerah-simak-5-faktanya-biar-lebih-waspada</guid><pubDate>Senin 20 September 2021 21:04 WIB</pubDate><dc:creator>Lutfia Dwi Kurniasih</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/20/337/2474279/cuaca-ekstrem-intai-sejumlah-daerah-simak-5-faktanya-biar-lebih-waspada-80kAEJtyDA.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BMKG, Dwikorita. (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/20/337/2474279/cuaca-ekstrem-intai-sejumlah-daerah-simak-5-faktanya-biar-lebih-waspada-80kAEJtyDA.jpeg</image><title>Kepala BMKG, Dwikorita. (Foto: Istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca ekstrem berbasis dampak seperti seperti hujan lebat akan terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.
Berikut sejumlah fakta terkait cuaca ekstrem mengintai sejumlah daerah di Indonesia:
1. Intensitas Hujan Meningkat
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengungkapkan pada bulan September ini Indonesia masih mengalami masa transisi musim kemarau ke musim penghujan. BMKG pun memprediksi intensitas hujan akan meningkat pada bulan Oktober mendatang.
&quot;Nah, saat ini masih awal, masih transisi. Nanti bulan berikutnya Oktober itu intensitas hujan akan semakin meningkat karena semakin masuk ke musim hujan,&quot; kata Dwikorita dalam keterangannya, dikutip dari media sosial resmi BMKG, Kamis (16/9/2021).
2. Puncak Cuaca Ekstrem
Selain itu, Dwikorita pun mengungkapkan puncak musim penghujan di Indonesia akan terjadi pada Januari hingga Februari.
&quot;Dan puncak dari musim hujan ini diprediksi akan terjadi di bulan Januari hingga Februari. Sehingga trennya secara umum, kalau berdasarkan analisis prakiraan musim untuk akhir bulan ini sampai Januari, Februari itu tren yang curah hujan akan semakin meningkat, terutama curah hujan bulanan&quot; kata Dwikorita.
3. Cuaca Ekstrem Terus Bergerak&amp;nbsp;
Lebih lanjut, Dwikorita menjelaskan bahwa saat ini potensi cuaca ekstrem di Indonesia terus bergerak. Cuaca ekstrem ini, juga dipengaruhi oleh adanya fenomena Median Julian Oscillation (MJO).&amp;nbsp;
Baca juga:&amp;nbsp;Bencana Tak Kenal Waktu, Kepala BMKG Sebut Idealnya BPBD Beroperasi Full 7x24 Jam
&amp;ldquo;Kejadiannya tuh terus bergerak. Jadi misalnya hari ini hingga besok itu (yang berpotensi cuaca ekstrem) wilayah Indonesia bagian barat di Sumatera, Sumatera Selatan, Banten sampai Jawa Timur. Namun hari berikutnya itu bergerak ke wilayah Indonesia bagian tengah dan akhir pekan wilayah Indonesia bagian timur. Karena tadi kan ada pergerakan kumpulan awan yang dari Samudra Hindia itu,&amp;rdquo; tuturnya.
4. Indonesia Bagian Barat&amp;nbsp;
Berdasarkan informasi yang dilansir melalui laman www.bmkg.go.id, prakiraan cuaca berbasis dampak hujan lebat di Indonesia bagian barat seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara Barat akan berisiko banjir dan banjir bandang hingga Rabu, 22 September 2021 pukul 07.00 WIB.&amp;nbsp;
Berikut adalah potensi wilayah terdampak banjir:
- Sumatera Barat (Waspada)
- Jambi (Waspada)
- Bengkulu (Waspada)
- Banten (Waspada)
- Jawa Barat (Waspada)
- Kalimantan Utara (Waspada)
- Kalimantan Timur (Waspada)5. Indonesia Bagian Timur
Adapun prakiraan cuaca berbasis dampak hujan lebat di Indonesia bagian timur seperti Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua akan berisiko banjir dan banjir bandang hingga Rabu, 22 September 2021 pukul 07.00 WIT.
Berikut adalah potensi wilayah terdampak banjir:
- Sulawesi Utara (Waspada)
- Gorontalo (Waspada)
- Sulawesi Tengah (Waspada)
- Sulawesi Barat (Waspada)
- Sulawesi Selatan (Waspada)
- Sulawesi Tenggara (Waspada)
- Maluku Utara (Waspada)
- Maluku (Waspada)
- Papua Barat (Waspada)
- Papua (Waspada)
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca ekstrem berbasis dampak seperti seperti hujan lebat akan terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.
Berikut sejumlah fakta terkait cuaca ekstrem mengintai sejumlah daerah di Indonesia:
1. Intensitas Hujan Meningkat
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengungkapkan pada bulan September ini Indonesia masih mengalami masa transisi musim kemarau ke musim penghujan. BMKG pun memprediksi intensitas hujan akan meningkat pada bulan Oktober mendatang.
&quot;Nah, saat ini masih awal, masih transisi. Nanti bulan berikutnya Oktober itu intensitas hujan akan semakin meningkat karena semakin masuk ke musim hujan,&quot; kata Dwikorita dalam keterangannya, dikutip dari media sosial resmi BMKG, Kamis (16/9/2021).
2. Puncak Cuaca Ekstrem
Selain itu, Dwikorita pun mengungkapkan puncak musim penghujan di Indonesia akan terjadi pada Januari hingga Februari.
&quot;Dan puncak dari musim hujan ini diprediksi akan terjadi di bulan Januari hingga Februari. Sehingga trennya secara umum, kalau berdasarkan analisis prakiraan musim untuk akhir bulan ini sampai Januari, Februari itu tren yang curah hujan akan semakin meningkat, terutama curah hujan bulanan&quot; kata Dwikorita.
3. Cuaca Ekstrem Terus Bergerak&amp;nbsp;
Lebih lanjut, Dwikorita menjelaskan bahwa saat ini potensi cuaca ekstrem di Indonesia terus bergerak. Cuaca ekstrem ini, juga dipengaruhi oleh adanya fenomena Median Julian Oscillation (MJO).&amp;nbsp;
Baca juga:&amp;nbsp;Bencana Tak Kenal Waktu, Kepala BMKG Sebut Idealnya BPBD Beroperasi Full 7x24 Jam
&amp;ldquo;Kejadiannya tuh terus bergerak. Jadi misalnya hari ini hingga besok itu (yang berpotensi cuaca ekstrem) wilayah Indonesia bagian barat di Sumatera, Sumatera Selatan, Banten sampai Jawa Timur. Namun hari berikutnya itu bergerak ke wilayah Indonesia bagian tengah dan akhir pekan wilayah Indonesia bagian timur. Karena tadi kan ada pergerakan kumpulan awan yang dari Samudra Hindia itu,&amp;rdquo; tuturnya.
4. Indonesia Bagian Barat&amp;nbsp;
Berdasarkan informasi yang dilansir melalui laman www.bmkg.go.id, prakiraan cuaca berbasis dampak hujan lebat di Indonesia bagian barat seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara Barat akan berisiko banjir dan banjir bandang hingga Rabu, 22 September 2021 pukul 07.00 WIB.&amp;nbsp;
Berikut adalah potensi wilayah terdampak banjir:
- Sumatera Barat (Waspada)
- Jambi (Waspada)
- Bengkulu (Waspada)
- Banten (Waspada)
- Jawa Barat (Waspada)
- Kalimantan Utara (Waspada)
- Kalimantan Timur (Waspada)5. Indonesia Bagian Timur
Adapun prakiraan cuaca berbasis dampak hujan lebat di Indonesia bagian timur seperti Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua akan berisiko banjir dan banjir bandang hingga Rabu, 22 September 2021 pukul 07.00 WIT.
Berikut adalah potensi wilayah terdampak banjir:
- Sulawesi Utara (Waspada)
- Gorontalo (Waspada)
- Sulawesi Tengah (Waspada)
- Sulawesi Barat (Waspada)
- Sulawesi Selatan (Waspada)
- Sulawesi Tenggara (Waspada)
- Maluku Utara (Waspada)
- Maluku (Waspada)
- Papua Barat (Waspada)
- Papua (Waspada)
</content:encoded></item></channel></rss>
