<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banjir Bandang di Minahasa Tenggara, 3 Rumah Hanyut</title><description>BPBD terus melakukan pendataan dampak banjir bandang yang terjadi di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Ratahan dan Ratahan Timur</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/21/337/2474403/banjir-bandang-di-minahasa-tenggara-3-rumah-hanyut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/09/21/337/2474403/banjir-bandang-di-minahasa-tenggara-3-rumah-hanyut"/><item><title>Banjir Bandang di Minahasa Tenggara, 3 Rumah Hanyut</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/21/337/2474403/banjir-bandang-di-minahasa-tenggara-3-rumah-hanyut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/09/21/337/2474403/banjir-bandang-di-minahasa-tenggara-3-rumah-hanyut</guid><pubDate>Selasa 21 September 2021 07:14 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/21/337/2474403/banjir-bandang-di-minahasa-tenggara-3-rumah-hanyut-bTPswd4359.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir bandang di Minahasa Tenggara (Foto: BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/21/337/2474403/banjir-bandang-di-minahasa-tenggara-3-rumah-hanyut-bTPswd4359.jpg</image><title>Banjir bandang di Minahasa Tenggara (Foto: BNPB)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; BPBD terus melakukan pendataan dampak banjir bandang yang terjadi di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Ratahan dan Ratahan Timur, Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara.

Peristiwa yang terjadi pada Senin (20/9), pukul 14.30 waktu setempat, menyebabkan ketinggian muka air berkisar 200 hingga 300 sentimeter.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa Tenggara menyebutkan banjir bandang membawa material kayu dan lumpur dari pegunungan Manimporok.

Data sementara pada sore tadi mencatat peristiwa ini mengakibatkan 33 unit rumah terdampak dan 3 bangunan hanyut di Kecamatan Ratahan, dengan rincian rumah warga 1 unit, kios 1 dan bengkel 1.  Sedangkan di Ratahan Timur, banjir bandang berdampak pada rumah warga 17 unit dan balai 1.

Baca Juga: BNPB Susun Kajian Risiko Banjir dan Longsor di Jabodetabekpunjur

Paska kejadian, petugas BPBD setempat segera melakukan upaya penanganan darurat dengan menyiagakan tim reaksi cepat, salah satunya evakuasi warga dan kaji cepat di lapangan. BPBD juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait dalam memastikan keselamatan warga yang terdampak di dua kecamatan tersebut. Selain itu, personel BPBD Kabupaten Minahasa Tenggara pun turut membantu penanganan darurat di wilayah terdampak.

Berdasarkan analisis InaRISK, Kabupaten Minahasa Tenggara termasuk  wilayah dengan potensi banjir bandang dengan kategori sedang hingga  tinggi. Sebanyak 10 kecamatan berada pada kategori tersebut, salah  satunya Kecamatan Ratahan dan Ratahan Timur.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis  peringatan dini waspada potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat  atau petir serta angin kencang di Wilayah Tomohon, Kotamobagu, Minahasa,  Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow  Utara, Bolaang Mongondow Timur, Bolaang Mongondow Selatan, Kepulauan  Sitaro, Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud.

Memasuki husim hujan, masyarakat diharapkan dapat melakukan aksi  dini, salah satunya melakukan saling berkoordinasi antara masyarakat  yang berada di kawasan hulu dengan mereka yang berada di sisi hilir.  Koordinasi dengan radio komunikasi dapat melibatkan organisasi  masyarakat seperti RAPI atau Orari  atau penggunaan telepon selular  untuk menginformasikan kondisi hujan di kawasan hulu. Ini akan membantu  warga yang berada di sekitar daerah aliran sungai untuk melakukan  evakuasi sejak dini.

BNPB mengimbau pemerintah daerah untuk melakukan pelibatan berbagai  organisasi dengan peran yang dimiliki untuk menginformasikan peringatan  dini kepada masyarakat sehingga dampak korban jiwa dapat dihindari pada  saat terjadi bencana.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; BPBD terus melakukan pendataan dampak banjir bandang yang terjadi di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Ratahan dan Ratahan Timur, Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara.

Peristiwa yang terjadi pada Senin (20/9), pukul 14.30 waktu setempat, menyebabkan ketinggian muka air berkisar 200 hingga 300 sentimeter.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa Tenggara menyebutkan banjir bandang membawa material kayu dan lumpur dari pegunungan Manimporok.

Data sementara pada sore tadi mencatat peristiwa ini mengakibatkan 33 unit rumah terdampak dan 3 bangunan hanyut di Kecamatan Ratahan, dengan rincian rumah warga 1 unit, kios 1 dan bengkel 1.  Sedangkan di Ratahan Timur, banjir bandang berdampak pada rumah warga 17 unit dan balai 1.

Baca Juga: BNPB Susun Kajian Risiko Banjir dan Longsor di Jabodetabekpunjur

Paska kejadian, petugas BPBD setempat segera melakukan upaya penanganan darurat dengan menyiagakan tim reaksi cepat, salah satunya evakuasi warga dan kaji cepat di lapangan. BPBD juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait dalam memastikan keselamatan warga yang terdampak di dua kecamatan tersebut. Selain itu, personel BPBD Kabupaten Minahasa Tenggara pun turut membantu penanganan darurat di wilayah terdampak.

Berdasarkan analisis InaRISK, Kabupaten Minahasa Tenggara termasuk  wilayah dengan potensi banjir bandang dengan kategori sedang hingga  tinggi. Sebanyak 10 kecamatan berada pada kategori tersebut, salah  satunya Kecamatan Ratahan dan Ratahan Timur.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis  peringatan dini waspada potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat  atau petir serta angin kencang di Wilayah Tomohon, Kotamobagu, Minahasa,  Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow  Utara, Bolaang Mongondow Timur, Bolaang Mongondow Selatan, Kepulauan  Sitaro, Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud.

Memasuki husim hujan, masyarakat diharapkan dapat melakukan aksi  dini, salah satunya melakukan saling berkoordinasi antara masyarakat  yang berada di kawasan hulu dengan mereka yang berada di sisi hilir.  Koordinasi dengan radio komunikasi dapat melibatkan organisasi  masyarakat seperti RAPI atau Orari  atau penggunaan telepon selular  untuk menginformasikan kondisi hujan di kawasan hulu. Ini akan membantu  warga yang berada di sekitar daerah aliran sungai untuk melakukan  evakuasi sejak dini.

BNPB mengimbau pemerintah daerah untuk melakukan pelibatan berbagai  organisasi dengan peran yang dimiliki untuk menginformasikan peringatan  dini kepada masyarakat sehingga dampak korban jiwa dapat dihindari pada  saat terjadi bencana.
</content:encoded></item></channel></rss>
