<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Periode Natal dan Tahun Baru 2022 Berpotensi Terjadi Kenaikan Kasus Covid-19, Jika...</title><description>Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengingatkan potensi kenaikan kasus pada periode Natal dan Tahun Baru 2022.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/22/337/2474903/periode-natal-dan-tahun-baru-2022-berpotensi-terjadi-kenaikan-kasus-covid-19-jika</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/09/22/337/2474903/periode-natal-dan-tahun-baru-2022-berpotensi-terjadi-kenaikan-kasus-covid-19-jika"/><item><title>Periode Natal dan Tahun Baru 2022 Berpotensi Terjadi Kenaikan Kasus Covid-19, Jika...</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/22/337/2474903/periode-natal-dan-tahun-baru-2022-berpotensi-terjadi-kenaikan-kasus-covid-19-jika</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/09/22/337/2474903/periode-natal-dan-tahun-baru-2022-berpotensi-terjadi-kenaikan-kasus-covid-19-jika</guid><pubDate>Rabu 22 September 2021 00:00 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/21/337/2474903/periode-natal-dan-tahun-baru-2022-berpotensi-terjadi-kenaikan-kasus-covid-19-jika-0EAL3jGb8J.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Jubir Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito (Foto: Satgas Covid-19)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/21/337/2474903/periode-natal-dan-tahun-baru-2022-berpotensi-terjadi-kenaikan-kasus-covid-19-jika-0EAL3jGb8J.jpeg</image><title>Jubir Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito (Foto: Satgas Covid-19)</title></images><description>JAKARTA - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengingatkan potensi kenaikan kasus pada periode Natal dan Tahun Baru 2022. Meskipun, pola kenaikan kasus Indonesia yang relatif lebih lambat dibandingkan dengan kasus dunia.
Wiku mengatakan lonjakan pertama baik Indonesia maupun dunia sama-sama mengalaminya di Natal dan Tahun Baru yaitu di bulan Januari 2021. Namun dunia mengalami second wave lebih cepat daripada Indonesia yakni pada bulan April.
&amp;ldquo;Indonesia baru menyusul second wave pada bulan Juli, jelang tiga bulan dari second wave dunia,&amp;rdquo; katanya dalam Konferensi Pers secara virtual, Selasa (21/9/2021).
Kemudian, kata Wiku, Indonesia justru sedang mengalami kasus terendah mingguan. Dan pada saat Indonesia kasusnya meningkat justru dunia sedang mengalami kasus sebelum akhirnya meningkat dan mencapai third wave. &amp;ldquo;Tentunya kita harus terus mewaspadai kondisi dunia yang saat ini tengah mengalami third wave.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Pada second wave dimana terdapat jeda tiga bulan, mengingat dalam waktu tiga bulan kedepan kita akan kembali memasuki periode Natal dan Tahun Baru 2022. Yang artinya potensi kenaikan kasus semakin meningkat,&amp;rdquo; paparnya.
Tentunya, kata Wiku, dengan pembelajaran first dan second wave yang telah berhasil Indonesia lewati, harus semakin tangguh dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini.Wiku mengatakan perlu dipahami bahwa mobilitas penduduk dan  mengabaikan protokol kesehatan menjadi penyumbang terjadinya lonjakan  kasus apapun mutasi virus yang ada. &amp;ldquo;Tantangan yang besar yang kita  hadapi sekarang ini adanya bagaimana mempertahankan kondisi ideal ini  hingga Indonesia dan dunia terbebas dari pandemi dan memasuki endemi  Covid-19.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Seperti yang telah kita alami bersama lonjakan kasus pada bulan Juli  lalu telah memberikan banyak pelajaran salah satunya adalah penanganan  Covid-19 saat terjadinya lonjakan kasus tentunya lebih mahal, lebih  lama, dan lebih memakan korban,&amp;rdquo; katanya.
Untuk itu, Wiku menegaskan upaya terbaik yang diberikan adalah dengan  melanggengkan penurunan kasus selama mungkin dengan tetap mematuhi  protokol kesehatan. &amp;ldquo;Sedikitpun tidak lengah dan menyepelekan Covid-19  meskipun kasusnya telah turun drastis.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Ingat, lonjakan kasus terjadi ketika masyarakat mulai lengah dan  menganggap kondisi sudah aman sehingga disitulah peluang virus Covid-19  menyebar kembali dan meningkat,&amp;rdquo; tegasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengingatkan potensi kenaikan kasus pada periode Natal dan Tahun Baru 2022. Meskipun, pola kenaikan kasus Indonesia yang relatif lebih lambat dibandingkan dengan kasus dunia.
Wiku mengatakan lonjakan pertama baik Indonesia maupun dunia sama-sama mengalaminya di Natal dan Tahun Baru yaitu di bulan Januari 2021. Namun dunia mengalami second wave lebih cepat daripada Indonesia yakni pada bulan April.
&amp;ldquo;Indonesia baru menyusul second wave pada bulan Juli, jelang tiga bulan dari second wave dunia,&amp;rdquo; katanya dalam Konferensi Pers secara virtual, Selasa (21/9/2021).
Kemudian, kata Wiku, Indonesia justru sedang mengalami kasus terendah mingguan. Dan pada saat Indonesia kasusnya meningkat justru dunia sedang mengalami kasus sebelum akhirnya meningkat dan mencapai third wave. &amp;ldquo;Tentunya kita harus terus mewaspadai kondisi dunia yang saat ini tengah mengalami third wave.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Pada second wave dimana terdapat jeda tiga bulan, mengingat dalam waktu tiga bulan kedepan kita akan kembali memasuki periode Natal dan Tahun Baru 2022. Yang artinya potensi kenaikan kasus semakin meningkat,&amp;rdquo; paparnya.
Tentunya, kata Wiku, dengan pembelajaran first dan second wave yang telah berhasil Indonesia lewati, harus semakin tangguh dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini.Wiku mengatakan perlu dipahami bahwa mobilitas penduduk dan  mengabaikan protokol kesehatan menjadi penyumbang terjadinya lonjakan  kasus apapun mutasi virus yang ada. &amp;ldquo;Tantangan yang besar yang kita  hadapi sekarang ini adanya bagaimana mempertahankan kondisi ideal ini  hingga Indonesia dan dunia terbebas dari pandemi dan memasuki endemi  Covid-19.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Seperti yang telah kita alami bersama lonjakan kasus pada bulan Juli  lalu telah memberikan banyak pelajaran salah satunya adalah penanganan  Covid-19 saat terjadinya lonjakan kasus tentunya lebih mahal, lebih  lama, dan lebih memakan korban,&amp;rdquo; katanya.
Untuk itu, Wiku menegaskan upaya terbaik yang diberikan adalah dengan  melanggengkan penurunan kasus selama mungkin dengan tetap mematuhi  protokol kesehatan. &amp;ldquo;Sedikitpun tidak lengah dan menyepelekan Covid-19  meskipun kasusnya telah turun drastis.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Ingat, lonjakan kasus terjadi ketika masyarakat mulai lengah dan  menganggap kondisi sudah aman sehingga disitulah peluang virus Covid-19  menyebar kembali dan meningkat,&amp;rdquo; tegasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
