<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menag: Moderasi Beragama Suburkan Komitmen Kebangsaan</title><description>Moderasi beragama dapat menjadikan putra-putri bangsa memiliki daya tahan dan menyuburkan komitmen kebangsaan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/22/337/2475421/menag-moderasi-beragama-suburkan-komitmen-kebangsaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/09/22/337/2475421/menag-moderasi-beragama-suburkan-komitmen-kebangsaan"/><item><title>Menag: Moderasi Beragama Suburkan Komitmen Kebangsaan</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/22/337/2475421/menag-moderasi-beragama-suburkan-komitmen-kebangsaan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/09/22/337/2475421/menag-moderasi-beragama-suburkan-komitmen-kebangsaan</guid><pubDate>Rabu 22 September 2021 20:32 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/22/337/2475421/menag-moderasi-beragama-suburkan-komitmen-kebangsaan-j0KluWdJmm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menag Gus Yaqut (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/22/337/2475421/menag-moderasi-beragama-suburkan-komitmen-kebangsaan-j0KluWdJmm.jpg</image><title>Menag Gus Yaqut (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Agama (Menag) RI, Yaqut Cholil Qoumas mengatakan moderasi beragama dapat menjadikan putra-putri bangsa memiliki daya tahan dan menyuburkan komitmen kebangsaan.
&quot;Moderasi beragama menjadikan putra-putri bangsa memiliki daya tahan, menyuburkan komitmen kebangsaan berbasiskan pemahaman agama dan menggersangkan potensi-potensi segregasi yang memanfaatkan kesalahanpahaman dari ajaran suci,&quot; kata Yaqut dalam video virtual Youtube Pendis Channel, Rabu (22/9/2021).
Menurut Yaqut, sebuah perbedaan dalam umat beragama berpotensi memicu segregasi. Namun, hal tersebut juga bisa memperkuat integrasi dengan moderasi beragama.
&quot;Perbedaan, kadangkala berpotensi memicu segregasi, tapi juga berpotensi memperkuat integrasi. Tidak banyak cara memahami perbedaan sebagai karunia penuh kemewahan,&quot; ucapnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Menag Sebut Ada 2 Kunci Pencegahan Covid-19, Apa Itu?
Lebih lanjut, Yaqut menambahkan bahwa terkadang kepentingan sekelompok orang dapat menyeret sebuah agama untuk memancing perpecahan.&amp;nbsp;
Baca juga:&amp;nbsp;Akhirnya! Tunggakan Sertifikasi Dosen PTKI Swasta Rp63 Miliar CairDia pun berharap agar moderasi beragama bisa menjadi jalan keluar yang cerdas dalam menyelesaikan persoalan tersebut
&quot;Nah dalam mematahkan masyarakat akan moderasi beragama yang berisikan gabungan sikap religiusitas dengan nasionalisme adalah jalan keluar yang cerdas,&quot; tutur Gus Yaqut.
Baca juga:Menag Sebut Suspend Perjalanan Indonesia ke Arab Saudi Sudah Dicabut
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Agama (Menag) RI, Yaqut Cholil Qoumas mengatakan moderasi beragama dapat menjadikan putra-putri bangsa memiliki daya tahan dan menyuburkan komitmen kebangsaan.
&quot;Moderasi beragama menjadikan putra-putri bangsa memiliki daya tahan, menyuburkan komitmen kebangsaan berbasiskan pemahaman agama dan menggersangkan potensi-potensi segregasi yang memanfaatkan kesalahanpahaman dari ajaran suci,&quot; kata Yaqut dalam video virtual Youtube Pendis Channel, Rabu (22/9/2021).
Menurut Yaqut, sebuah perbedaan dalam umat beragama berpotensi memicu segregasi. Namun, hal tersebut juga bisa memperkuat integrasi dengan moderasi beragama.
&quot;Perbedaan, kadangkala berpotensi memicu segregasi, tapi juga berpotensi memperkuat integrasi. Tidak banyak cara memahami perbedaan sebagai karunia penuh kemewahan,&quot; ucapnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Menag Sebut Ada 2 Kunci Pencegahan Covid-19, Apa Itu?
Lebih lanjut, Yaqut menambahkan bahwa terkadang kepentingan sekelompok orang dapat menyeret sebuah agama untuk memancing perpecahan.&amp;nbsp;
Baca juga:&amp;nbsp;Akhirnya! Tunggakan Sertifikasi Dosen PTKI Swasta Rp63 Miliar CairDia pun berharap agar moderasi beragama bisa menjadi jalan keluar yang cerdas dalam menyelesaikan persoalan tersebut
&quot;Nah dalam mematahkan masyarakat akan moderasi beragama yang berisikan gabungan sikap religiusitas dengan nasionalisme adalah jalan keluar yang cerdas,&quot; tutur Gus Yaqut.
Baca juga:Menag Sebut Suspend Perjalanan Indonesia ke Arab Saudi Sudah Dicabut
</content:encoded></item></channel></rss>
