<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Korban Jambret di Gajah Mada Jakbar Ternyata Staf Kementerian</title><description>Polres Metro Jakarta Barat mengungkap kasus jambret sepeda yang terjadi di Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/22/338/2474921/korban-jambret-di-gajah-mada-jakbar-ternyata-staf-kementerian</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/09/22/338/2474921/korban-jambret-di-gajah-mada-jakbar-ternyata-staf-kementerian"/><item><title>Korban Jambret di Gajah Mada Jakbar Ternyata Staf Kementerian</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/22/338/2474921/korban-jambret-di-gajah-mada-jakbar-ternyata-staf-kementerian</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/09/22/338/2474921/korban-jambret-di-gajah-mada-jakbar-ternyata-staf-kementerian</guid><pubDate>Rabu 22 September 2021 03:05 WIB</pubDate><dc:creator>Riezky Maulana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/22/338/2474921/korban-jambret-di-gajah-mada-jakbar-ternyata-staf-kementerian-ekZX3Si4wy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Istimewa</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/22/338/2474921/korban-jambret-di-gajah-mada-jakbar-ternyata-staf-kementerian-ekZX3Si4wy.jpg</image><title>Foto: Istimewa</title></images><description>JAKARTA - Polres Metro Jakarta Barat mengungkap kasus jambret sepeda yang terjadi di Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat. Korban penjambretan berinisial AA yang terjadi pada 18 Agustus lalu itu ternyata merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di salah satu kementerian.

&quot;Beberapa bulan lalu kejadian bahwasanya ada penjambretan daerah Jalan Gajah Mada yang mana korban merupakan salah satu staf kementerian,&quot; ujar Wakasat Reskrim Polres Jakarta Barat AKP Niko Purba di Jakarta, Selasa (21/9/2021).

Hal itu diketahui setelah polisi melakukan pengecekan terhadap CCTV di sekitar lokasi. Pelaku pun sudah mengakui bahwa dirinyalah yang melakukan aksi tersebut.

&quot;Kita cocokan dengan hasil rekaman CCTV. Pelaku mengakui ya bahwa dia juga yang melakukan penjambretan,&quot; tuturnya.

Pelaku mengaku sudah melakukan aksi penjambretan sebanyak enam kali. Menurut Niko, yang berangkutan memanglah pemain tunggal

&quot;6 kali mengakui melakukan itu. Memang ini pemain tunggal,&quot; ungkapnya.

Berdasar keterangan pelaku, sambung Niko, dirinya memang memilih pesepeda lantaran kerap kali kurang teliti dalam menjaga barang bawaannya. Selain itu, pelaku juga mengetahui di titik mana saja biasanya pesepeda menyimpan barang berharga, yakni antara bagian samping dan belakang.

&quot;Bahwasanya pesepeda sering meletakkan HP-nya di bagian samping atau belakang memang ada benjolan. Menurut dia lebih gampang dia kan melakukan dari belakang, jadi kewaspadaan korban minim sehingga memudahkan mereka melakukan itu,&quot; ucapnya.

Sebagaimana diketahui, kejadian bermula saat korban berinisial AA sedang melintas dengan menggunakan sepeda di kawasan Taman Sari. Tiba-tiba, datang seorang pria menggunakan sepeda motor dari arah belakang dan menarik tas pinggang.

&quot;Di dalamnya terdapat satu Handphone Iphone 11 Pro Max, satu kartu ATM Mandiri, dan uang tunai Rp300.000,&quot; beber Kanit Resmob Polres Metro Jakarta Barat Iptu Rizky Ari Budianto, Senin (20/9/2021).
</description><content:encoded>JAKARTA - Polres Metro Jakarta Barat mengungkap kasus jambret sepeda yang terjadi di Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat. Korban penjambretan berinisial AA yang terjadi pada 18 Agustus lalu itu ternyata merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di salah satu kementerian.

&quot;Beberapa bulan lalu kejadian bahwasanya ada penjambretan daerah Jalan Gajah Mada yang mana korban merupakan salah satu staf kementerian,&quot; ujar Wakasat Reskrim Polres Jakarta Barat AKP Niko Purba di Jakarta, Selasa (21/9/2021).

Hal itu diketahui setelah polisi melakukan pengecekan terhadap CCTV di sekitar lokasi. Pelaku pun sudah mengakui bahwa dirinyalah yang melakukan aksi tersebut.

&quot;Kita cocokan dengan hasil rekaman CCTV. Pelaku mengakui ya bahwa dia juga yang melakukan penjambretan,&quot; tuturnya.

Pelaku mengaku sudah melakukan aksi penjambretan sebanyak enam kali. Menurut Niko, yang berangkutan memanglah pemain tunggal

&quot;6 kali mengakui melakukan itu. Memang ini pemain tunggal,&quot; ungkapnya.

Berdasar keterangan pelaku, sambung Niko, dirinya memang memilih pesepeda lantaran kerap kali kurang teliti dalam menjaga barang bawaannya. Selain itu, pelaku juga mengetahui di titik mana saja biasanya pesepeda menyimpan barang berharga, yakni antara bagian samping dan belakang.

&quot;Bahwasanya pesepeda sering meletakkan HP-nya di bagian samping atau belakang memang ada benjolan. Menurut dia lebih gampang dia kan melakukan dari belakang, jadi kewaspadaan korban minim sehingga memudahkan mereka melakukan itu,&quot; ucapnya.

Sebagaimana diketahui, kejadian bermula saat korban berinisial AA sedang melintas dengan menggunakan sepeda di kawasan Taman Sari. Tiba-tiba, datang seorang pria menggunakan sepeda motor dari arah belakang dan menarik tas pinggang.

&quot;Di dalamnya terdapat satu Handphone Iphone 11 Pro Max, satu kartu ATM Mandiri, dan uang tunai Rp300.000,&quot; beber Kanit Resmob Polres Metro Jakarta Barat Iptu Rizky Ari Budianto, Senin (20/9/2021).
</content:encoded></item></channel></rss>
