<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Satgas Sebut Indonesia Menikmati Masa Emas Covid-19 dari Januari hingga April 2021   </title><description>Wiku Adisasmito mengungkapkan Indonesia menikmati masa emas Covid-19 dari Januari sampai dengan April 2021.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/23/337/2476016/satgas-sebut-indonesia-menikmati-masa-emas-covid-19-dari-januari-hingga-april-2021</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/09/23/337/2476016/satgas-sebut-indonesia-menikmati-masa-emas-covid-19-dari-januari-hingga-april-2021"/><item><title>Satgas Sebut Indonesia Menikmati Masa Emas Covid-19 dari Januari hingga April 2021   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/23/337/2476016/satgas-sebut-indonesia-menikmati-masa-emas-covid-19-dari-januari-hingga-april-2021</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/09/23/337/2476016/satgas-sebut-indonesia-menikmati-masa-emas-covid-19-dari-januari-hingga-april-2021</guid><pubDate>Kamis 23 September 2021 21:11 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/23/337/2476016/satgas-sebut-indonesia-menikmati-masa-emas-covid-19-dari-januari-hingga-april-2021-FZ1jhAJEqw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Juru bicara pemerintah penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito (foto: Satgas Covid-19)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/23/337/2476016/satgas-sebut-indonesia-menikmati-masa-emas-covid-19-dari-januari-hingga-april-2021-FZ1jhAJEqw.jpg</image><title>Juru bicara pemerintah penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito (foto: Satgas Covid-19)</title></images><description>JAKARTA - Juru Bicara Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19, Wiku Adisasmito mengungkapkan Indonesia menikmati masa emas Covid-19 dari Januari sampai dengan April 2021. Pasalnya, ketika Januari kasus Covid-19 dunia mengalami gelombang kedua, justru kasus di Tanah Air sedang menurun.

Selain itu, kata Wiku, padahal pada bulan Januari varian Delta sudah ditemukan di Indonesia, namun tidak menyebar karena tidak diberi ruang untuk penularan hingga bulan Mei.

&amp;ldquo;Jadi kita sebenarnya menikmati masa emas dari Januari sampai April. Padahal kalau kita lihat di Januari varian Delta sudah ditemukan di Indonesia. Tetapi tidak diberi ruang untuk menular sampai dengan bulan Mei,&amp;rdquo; ungkap Wiku dalam dialog secara virtual dengan Nahdlatul Ulama, Kamis (23/9/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Satgas Covid-19: Jika Ada Kasus Positif segera Tutup Sekolah
Wiku mengungkapkan, akhirnya Indonesia harus menghadapi gelombang kedua pada bulan Juli pasca Lebaran.

&amp;ldquo;Setelah itu ada lebaran, lebaran sudah kita cegah dengan peniadaan mudik. Kita jaga betul semua pintu-pintu, meskipun juga bobol juga karena masih ada yang ngotot untuk mudik,&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Satgas: 2,77% dari 47.033 Sekolah Timbulkan Kasus Baru Covid-19Lonjakan kasus pada bulan Juli itu, kata Wiku, dikarenakan adanya mobilitas serta tradisi saat lebaran yang akhirnya menimbulkan gelombang kedua.

&amp;ldquo;Dan setelah kembali dari mudik yang lolos tidak melakukan karantina padahal kita sudah sarankan ya terjadilah penularan itu. Sedangkan yang tidak pergi ternyata mereka punya kebiasaan kalau bahasa Jawanya &amp;ldquo;unjung-unjung&amp;rdquo; gitu ya untuk pergi ke saudara atau apa kerabat dekat di kotanya masing-masing di wilayah aglomerasi yang akhirnya menimbulkan gelombang besar. Dan akhirnya juga akhirnya terjadi gelombang kedua,&amp;rdquo; kata Wiku.

Sebenarnya, Wiku mengatakan puncak gelombang kedua Indonesia dengan dunia berselang 3 bulan.

&amp;ldquo;Jadi ada selang 3 bulan antara gelombang yang ada di dunia dengan di kita. Tapi penyebabnya beda ya. Artinya kalau kita bisa menjaga border dengan baik, berbatasan dengan baik, harusnya gelombang di luar negeri nggak kena ke kita. Tapi kalau kita bobol, maka kita bisa terdampak dari dalam negeri plus dari luar,&amp;rdquo; paparnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Juru Bicara Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19, Wiku Adisasmito mengungkapkan Indonesia menikmati masa emas Covid-19 dari Januari sampai dengan April 2021. Pasalnya, ketika Januari kasus Covid-19 dunia mengalami gelombang kedua, justru kasus di Tanah Air sedang menurun.

Selain itu, kata Wiku, padahal pada bulan Januari varian Delta sudah ditemukan di Indonesia, namun tidak menyebar karena tidak diberi ruang untuk penularan hingga bulan Mei.

&amp;ldquo;Jadi kita sebenarnya menikmati masa emas dari Januari sampai April. Padahal kalau kita lihat di Januari varian Delta sudah ditemukan di Indonesia. Tetapi tidak diberi ruang untuk menular sampai dengan bulan Mei,&amp;rdquo; ungkap Wiku dalam dialog secara virtual dengan Nahdlatul Ulama, Kamis (23/9/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Satgas Covid-19: Jika Ada Kasus Positif segera Tutup Sekolah
Wiku mengungkapkan, akhirnya Indonesia harus menghadapi gelombang kedua pada bulan Juli pasca Lebaran.

&amp;ldquo;Setelah itu ada lebaran, lebaran sudah kita cegah dengan peniadaan mudik. Kita jaga betul semua pintu-pintu, meskipun juga bobol juga karena masih ada yang ngotot untuk mudik,&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Satgas: 2,77% dari 47.033 Sekolah Timbulkan Kasus Baru Covid-19Lonjakan kasus pada bulan Juli itu, kata Wiku, dikarenakan adanya mobilitas serta tradisi saat lebaran yang akhirnya menimbulkan gelombang kedua.

&amp;ldquo;Dan setelah kembali dari mudik yang lolos tidak melakukan karantina padahal kita sudah sarankan ya terjadilah penularan itu. Sedangkan yang tidak pergi ternyata mereka punya kebiasaan kalau bahasa Jawanya &amp;ldquo;unjung-unjung&amp;rdquo; gitu ya untuk pergi ke saudara atau apa kerabat dekat di kotanya masing-masing di wilayah aglomerasi yang akhirnya menimbulkan gelombang besar. Dan akhirnya juga akhirnya terjadi gelombang kedua,&amp;rdquo; kata Wiku.

Sebenarnya, Wiku mengatakan puncak gelombang kedua Indonesia dengan dunia berselang 3 bulan.

&amp;ldquo;Jadi ada selang 3 bulan antara gelombang yang ada di dunia dengan di kita. Tapi penyebabnya beda ya. Artinya kalau kita bisa menjaga border dengan baik, berbatasan dengan baik, harusnya gelombang di luar negeri nggak kena ke kita. Tapi kalau kita bobol, maka kita bisa terdampak dari dalam negeri plus dari luar,&amp;rdquo; paparnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
