<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Poros Maritim Dunia, Jokowi: Jangan Hanya Jargon tapi Kerja Nyata   </title><description>Dia menegaskan bahwa identitas sebagai bangsa maritim harus dikokohkan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/23/337/2476024/soal-poros-maritim-dunia-jokowi-jangan-hanya-jargon-tapi-kerja-nyata</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/09/23/337/2476024/soal-poros-maritim-dunia-jokowi-jangan-hanya-jargon-tapi-kerja-nyata"/><item><title>Soal Poros Maritim Dunia, Jokowi: Jangan Hanya Jargon tapi Kerja Nyata   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/23/337/2476024/soal-poros-maritim-dunia-jokowi-jangan-hanya-jargon-tapi-kerja-nyata</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/09/23/337/2476024/soal-poros-maritim-dunia-jokowi-jangan-hanya-jargon-tapi-kerja-nyata</guid><pubDate>Kamis 23 September 2021 21:36 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/23/337/2476024/soal-poros-maritim-dunia-jokowi-jangan-hanya-jargon-tapi-kerja-nyata-ew05XPovEY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (Foto: Biro Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/23/337/2476024/soal-poros-maritim-dunia-jokowi-jangan-hanya-jargon-tapi-kerja-nyata-ew05XPovEY.jpg</image><title>Presiden Jokowi (Foto: Biro Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Di mana, Indonesia memiliki 17.000 pulau dengan panjang garis Pantai Lebih dari 108.000 KM.
&amp;ldquo;Sebagai negara dengan kekayaan hayati laut terbesar di dunia, sudah selayaknya kita menjadi poros maritim dunia. Sudah seharusnya kita memperkokoh ekonomi biru kita, blue economy kita,&amp;rdquo; kata Jokowi dalam acara Puncak Hari Maritim Nasional 2021, Kamis (23/9/2021).
Dia menegaskan bahwa identitas sebagai bangsa maritim harus dikokohkan. Sehingga hal itu bukan hanya melalui jargon belaka, tapi perlu kerja nyata.
&amp;ldquo;Identitas Indonesia sebagai bangsa maritim harus terus-menerus kita pulihkan dan kita kokohkan. Bukan melalui jargon-jargon kemaritiman semata, tetapi melalui kerja nyata di berbagai bidang,&amp;rdquo; ungkapnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Jokowi Lepas 1.500 Tukik di Cilacap
Dia mengatakan bahwa semua pihak harus bekerja keras untuk meningkatkan konektivitas laut. Selain itu juga harus meningkatkan keamanan maritim untuk melindungi kepentingan rakyat dan kepentingan nasional.
&amp;ldquo;Kita harus memberdayakan potensi maritim untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan untuk meningkatkan nilai tambah, serta mempersatukan negara kita Indonesia,&amp;rdquo; ujarnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Dialog dengan Presiden Jokowi, Santri Minta Keluarganya Turut DivaksinLebih lanjut, Jokowi mengugkapkan bahwa pemerintah telah dan terus bekerja untuk meningkatkan konektivitas ribuan pulau. Di mana bukan hanya melalui pembangunan pelabuhan besar dan kecil yang berada di pulau-pulau kecil dan terisolir, tetapi juga menghubungkannya melalui program tol laut.
Hal ini untuk mempermudah mobilitas barang/orang antar pulau dalam rangka menjamin pelayanan masyarakat yang lebih baik dan meningkatkan nilai tambah ekonomi lokal.
&amp;ldquo;Walaupun lokasinya jauh dari pusat-pusat kegiatan ekonomi nasional, pulau-pulau terpencil dan masyarakat pantai memiliki, mempunyai potensi perekonomian yang tinggi. Potensi industri pangan yang berbasis laut seperti perikanan dan hayati laut, potensi pariwisata maritim dengan memanfaatkan kekayaan dan keindahan laut, potensi industri obat dan suplemen kesehatan berbasis kekayaan hayati dan nabati laut. (Ini) bisa menjadi basis pertumbuhan ekonomi Indonesia yang merata ke seluruh pelosok nusantara,&amp;rdquo; pungkasnya.&amp;nbsp;
Baca juga:&amp;nbsp;Persilakan PTM di Daerah PPKM Level 3, Jokowi: Dengan Prokes yang Ketat</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Di mana, Indonesia memiliki 17.000 pulau dengan panjang garis Pantai Lebih dari 108.000 KM.
&amp;ldquo;Sebagai negara dengan kekayaan hayati laut terbesar di dunia, sudah selayaknya kita menjadi poros maritim dunia. Sudah seharusnya kita memperkokoh ekonomi biru kita, blue economy kita,&amp;rdquo; kata Jokowi dalam acara Puncak Hari Maritim Nasional 2021, Kamis (23/9/2021).
Dia menegaskan bahwa identitas sebagai bangsa maritim harus dikokohkan. Sehingga hal itu bukan hanya melalui jargon belaka, tapi perlu kerja nyata.
&amp;ldquo;Identitas Indonesia sebagai bangsa maritim harus terus-menerus kita pulihkan dan kita kokohkan. Bukan melalui jargon-jargon kemaritiman semata, tetapi melalui kerja nyata di berbagai bidang,&amp;rdquo; ungkapnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Jokowi Lepas 1.500 Tukik di Cilacap
Dia mengatakan bahwa semua pihak harus bekerja keras untuk meningkatkan konektivitas laut. Selain itu juga harus meningkatkan keamanan maritim untuk melindungi kepentingan rakyat dan kepentingan nasional.
&amp;ldquo;Kita harus memberdayakan potensi maritim untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan untuk meningkatkan nilai tambah, serta mempersatukan negara kita Indonesia,&amp;rdquo; ujarnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Dialog dengan Presiden Jokowi, Santri Minta Keluarganya Turut DivaksinLebih lanjut, Jokowi mengugkapkan bahwa pemerintah telah dan terus bekerja untuk meningkatkan konektivitas ribuan pulau. Di mana bukan hanya melalui pembangunan pelabuhan besar dan kecil yang berada di pulau-pulau kecil dan terisolir, tetapi juga menghubungkannya melalui program tol laut.
Hal ini untuk mempermudah mobilitas barang/orang antar pulau dalam rangka menjamin pelayanan masyarakat yang lebih baik dan meningkatkan nilai tambah ekonomi lokal.
&amp;ldquo;Walaupun lokasinya jauh dari pusat-pusat kegiatan ekonomi nasional, pulau-pulau terpencil dan masyarakat pantai memiliki, mempunyai potensi perekonomian yang tinggi. Potensi industri pangan yang berbasis laut seperti perikanan dan hayati laut, potensi pariwisata maritim dengan memanfaatkan kekayaan dan keindahan laut, potensi industri obat dan suplemen kesehatan berbasis kekayaan hayati dan nabati laut. (Ini) bisa menjadi basis pertumbuhan ekonomi Indonesia yang merata ke seluruh pelosok nusantara,&amp;rdquo; pungkasnya.&amp;nbsp;
Baca juga:&amp;nbsp;Persilakan PTM di Daerah PPKM Level 3, Jokowi: Dengan Prokes yang Ketat</content:encoded></item></channel></rss>
