<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Kunjung Terungkap, Pembunuhan Ibu-Anak di Subang Lebih Rumit dari Kasus Kopi Sianida</title><description>Psikolog dan ahli mikro ekspresi, Popy Amalia menyebut kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang lebih rumit dibandingkan kasus kopi sianida.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/23/525/2475727/tak-kunjung-terungkap-pembunuhan-ibu-anak-di-subang-lebih-rumit-dari-kasus-kopi-sianida</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/09/23/525/2475727/tak-kunjung-terungkap-pembunuhan-ibu-anak-di-subang-lebih-rumit-dari-kasus-kopi-sianida"/><item><title>Tak Kunjung Terungkap, Pembunuhan Ibu-Anak di Subang Lebih Rumit dari Kasus Kopi Sianida</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/23/525/2475727/tak-kunjung-terungkap-pembunuhan-ibu-anak-di-subang-lebih-rumit-dari-kasus-kopi-sianida</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/09/23/525/2475727/tak-kunjung-terungkap-pembunuhan-ibu-anak-di-subang-lebih-rumit-dari-kasus-kopi-sianida</guid><pubDate>Kamis 23 September 2021 13:33 WIB</pubDate><dc:creator>Yudy Heryawan Juanda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/23/525/2475727/tak-kunjung-terungkap-pembunuhan-ibu-anak-di-subang-lebih-rumit-dari-kasus-kopi-sianida-mKMlLOG5mv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Psikolog dan ahli mikro ekspresi Popy Amalia. (iNews/Yudy Heryawan Juanda)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/23/525/2475727/tak-kunjung-terungkap-pembunuhan-ibu-anak-di-subang-lebih-rumit-dari-kasus-kopi-sianida-mKMlLOG5mv.jpg</image><title>Psikolog dan ahli mikro ekspresi Popy Amalia. (iNews/Yudy Heryawan Juanda)</title></images><description>SUBANG &amp;ndash; Satu bulan lebih kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat, tak kunjung terungkap. Kasus tersebut dinilai lebih rumit dibandingkan kasus &amp;ldquo;kopi sianida&amp;rdquo; yang sempat menggemparkan publik beberapa tahun lalu.

Belum terungkapnya kasus pembunuhan ibu dan anak di Kampung Ciseuti, Desa Kecamatan Jalancagak menjadi perhatian banyak kalangan, salah satunya Popy Amalia, psikolog dan ahli mikro ekspresi. Ia mendatangi lokasi untuk dapat mengetahui informasi secara langsung dari lapangan.
Popy yang sempat mendatangi rumah kakak korban Tuti di Jalancagak menilai, kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang lebih rumit dari kasus kopi sianida yang pernah menjadi pusat perhatiannya.
Dalam kasus pembunuhan ibu dan anak, bukti dan keterangan saksi dari kasus ini harus disinkronkan sehingga membutuhkan waktu. Apalagi TKP tidak memiliki CCTV. Ini berbeda dengan kondisi kasus kopi sianida.
&quot;Kasusnya sangat miris dan memprihatinkan. Apalagi kasus ini menimpa korban yang dua-duanya perempuan. Menjadi pusat perhatian karena sampai saat ini belum juga terungkap,&quot; kata Popy, Kamis (23/9/2021).

Baca Juga : Pemilik Puntung Rokok di TKP Pembunuhan Ibu-Anak di Subang Sudah 8 Kali Diperiksa Polisi


Menurutnya, ketika ada pernyataan polisi tidak butuh pengakuan untuk mengungkap kasus ini, kuncinya berada di bukti-bukti yang harus dikumpulkan secara luar biasa. Semua bukti itu harus disinkronkan agar tidak ada kesalahan dalam menyimpulkan.&quot;Ya kumpulkan semua bukti-bukti, ngumpulinnya luar biasa. Bukti di TKP, siapa yang lihat, sidik jari, ancaman-ancaman. Banyak faktor yang harus dikumpulkan. Kalau salah mengambil keputusan akan membahayakan pihak kepolisian,&quot; ujarnya.
Berbeda saat terjadi kasus kopi sianida yang memiliki saksi banyak dan adanya rekaman CCTV di TKP. Untuk kasus di Subang lebih parah lagi karena di TKP tidak ada CCTV.


&quot;Polisi enggak boleh asal. Tapi saya yakin moga-moga kasus ini bisa segera terungkap,&quot; ujar dia.
Sementara itu, sudah satu bulan lebih berjalan penyelidikan kasus ini. Kepolisian masih belum bisa mengungkap kasus yang mengundang teka-teki siapa pelaku dan dalang di balik pembunuhan sadis tersebut.

</description><content:encoded>SUBANG &amp;ndash; Satu bulan lebih kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat, tak kunjung terungkap. Kasus tersebut dinilai lebih rumit dibandingkan kasus &amp;ldquo;kopi sianida&amp;rdquo; yang sempat menggemparkan publik beberapa tahun lalu.

Belum terungkapnya kasus pembunuhan ibu dan anak di Kampung Ciseuti, Desa Kecamatan Jalancagak menjadi perhatian banyak kalangan, salah satunya Popy Amalia, psikolog dan ahli mikro ekspresi. Ia mendatangi lokasi untuk dapat mengetahui informasi secara langsung dari lapangan.
Popy yang sempat mendatangi rumah kakak korban Tuti di Jalancagak menilai, kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang lebih rumit dari kasus kopi sianida yang pernah menjadi pusat perhatiannya.
Dalam kasus pembunuhan ibu dan anak, bukti dan keterangan saksi dari kasus ini harus disinkronkan sehingga membutuhkan waktu. Apalagi TKP tidak memiliki CCTV. Ini berbeda dengan kondisi kasus kopi sianida.
&quot;Kasusnya sangat miris dan memprihatinkan. Apalagi kasus ini menimpa korban yang dua-duanya perempuan. Menjadi pusat perhatian karena sampai saat ini belum juga terungkap,&quot; kata Popy, Kamis (23/9/2021).

Baca Juga : Pemilik Puntung Rokok di TKP Pembunuhan Ibu-Anak di Subang Sudah 8 Kali Diperiksa Polisi


Menurutnya, ketika ada pernyataan polisi tidak butuh pengakuan untuk mengungkap kasus ini, kuncinya berada di bukti-bukti yang harus dikumpulkan secara luar biasa. Semua bukti itu harus disinkronkan agar tidak ada kesalahan dalam menyimpulkan.&quot;Ya kumpulkan semua bukti-bukti, ngumpulinnya luar biasa. Bukti di TKP, siapa yang lihat, sidik jari, ancaman-ancaman. Banyak faktor yang harus dikumpulkan. Kalau salah mengambil keputusan akan membahayakan pihak kepolisian,&quot; ujarnya.
Berbeda saat terjadi kasus kopi sianida yang memiliki saksi banyak dan adanya rekaman CCTV di TKP. Untuk kasus di Subang lebih parah lagi karena di TKP tidak ada CCTV.


&quot;Polisi enggak boleh asal. Tapi saya yakin moga-moga kasus ini bisa segera terungkap,&quot; ujar dia.
Sementara itu, sudah satu bulan lebih berjalan penyelidikan kasus ini. Kepolisian masih belum bisa mengungkap kasus yang mengundang teka-teki siapa pelaku dan dalang di balik pembunuhan sadis tersebut.

</content:encoded></item></channel></rss>
